Kenyataan hari ini
"Kemarin sudah berlalu, esok pagi belum pasti. Sekarang, adalah kenyataan yang mesti kita hadapi."
Setiap bangun tidur kita memiliki berbagai macam keinginan baru. Satu belum terpenuhi sudah bertambah lagi keinginan yang lain. Juga kecemasan dan ketakutan baru mulai bermunculan.
Hidup yang kita jalani mengembara dari satu masa lalu menuju masa depan yang lebih jauh. Semua meloncat begitu cepat, melewati diri kita yang semestinya berada di saat ini.
Penyesalan, kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan kita di masa lalu membuat kita begitu takut menghadapi masa depan.
Pikiran-pikiran kita sulit sekali untuk beristirahat. Untuk sejenak saja diam tanpa memikirkan masa lalu dan membayangkan masa depan.
Kita jarang sekali menemui diri kita saat ini. Menerima keadaan kita apa adanya, meninggalkan keinginan-keinginan kita. Melepaskan beban pikiran kita tentang semua hal yang sudah lalu.
Kita hidup di mana tubuh dan pikiran kita terpaut jarak yang sangat jauh. Jarak yang seringkali membuat kita berputus asa menghadapi keadaan yang tidak kita inginkan.
Kita hidup di dalam pikiran kita yang tidak pernah mau menemui tubuhnya; menghadapi kenyataan hari ini.
—ibnufir












