Jejak
Mudah sepertinya untuk mengikuti jejak kaki ini untuk sampai ke sebuah tujuan. Melangkah dengan cermat, mengikuti tiap jejak sepatu, lalu kita sampai di tujuan dengan tepat waktu.
Namun sepertinya metode ini kurang cocok untuk diterapkan di sisi kehidupan kita lainnya, misal tentang pekerjaan, atau pencapaian diri.
Seringkali setelah melihat sebuah video motivasi dari seseorang tokoh, kita tergerak untuk melakukan hal yang sama, pasti dengan semboyan: “kalo mereka bisa, pasti saya juga bisa!”
Namun kita lupa, bahwa kita nyatanya berbeda :)
Sekeras apapun kita mencoba untuk melangkah di jalan orang lain, potensinya tetap ada dua yaitu gagal dan berhasil. Jika berhasil Alhamdulilah, jika gagal, maka mungkin kita perlu menyusun rencana lain.
Kita hanya tau bahwa jalan yang telah dilalui orang lain itu sepertinya “mudah”, karena kita hanya tau cerita suksesnya, tanpa mengetahui cerita keluh kesah dan air matanya.
Saya ingat teman saya pernah bercerita, jangan mengikuti orang lain sama persis plek-ketiplek, karena dirimu bukan dirinya, kita tak akan pernah sama.
Mengikuti orang lain juga sama saja dengan menyiksa diri sendiri, karena kita belum tentu nyaman dengan proses dan cara belajarnya.
Maka cermat-cermat dalam memilah dan memilih jalan hidup.
Bukahkah ada alasan mengapa kita diciptakan berbeda?
Takaran gula pada kopi ku ini tak akan pernah sama dengan takaran gula pada kopi mu, beda. Tapi yang penting kita sama-sama menikmati kopi berdua.
Daejeon, 13th January 2022













