thrifty
seen from Türkiye
seen from Greece
seen from United States
seen from Belarus

seen from Greece

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Italy

seen from Germany

seen from United States

seen from Canada
seen from Finland
seen from United States
seen from Yemen

seen from United States

seen from Sweden
seen from Maldives
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Netherlands
thrifty

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
01.09.17
Hibah Bisa Jadi Kasus Hukum, PHDI Peringatkan Wayan Bulat Hentikan Pembangunan Pura
Denpasar, Sirkulasi – Polemik dana hibah pembangunan pura yang diterima I Wayan Bulat dari Pemerintah Provinsi Bali kembali memanas. Pasalnya, dana hibah sebesar Rp500 juta yang dicairkan melalui usulan Anggota DPRD Bali Ketut Tama Tenaya ternyata digunakan untuk membangun pura di atas lahan milik pihak lain, yaitu PT JH. Kondisi ini memantik perhatian banyak pihak, termasuk Parisada Hindu Dharma…
Menjaga Kondusifitas Pemilu 2024, Ormas Hindu Nasional Deklarasi Pemilu Damai
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR - Menyambut pesta demokrasi pada tanggal 14 Februari 2024, Sepuluh Pimpinan Organisasi Masyarakat Hindu Nasional menggelar diskusi publik dan deklarasi untuk menyerukan pemilu damai. Para pimpinan ormas Hindu berkumpul diantaranya Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI), Prajaniti Hindu Indonesia (PRAJAN ITI), Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH), Ikatan Cendikiawan Hindu Indonesia (ICHI), Ikatan Dosen Hindu Indonesia (IDHI), Perkumpulan Acarya Hindu Nusantara (PANDU NUSA) dan Persatuan Pengajar Pasraman Indonesia (PPPI) serta Pinandita Sangraha Nusantara (PSN) Sabtu, 27 Januari 2024 “Menjelang pemilu, segenap komponen bangsa harus merawat dan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ditengah perbedaan pilihan. Jadikan pemilu ini damai dan senantiasa menciptakan demokrasi yang bermatabat,” Kata Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya sebagai Ketua PHDI.
Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya sebagai Ketua PHDI saat diwawancara awak media. sumber foto : istimewa Dalam kesempatan yang sama, ketua Prajaniti Hindu KS Arsana menyampaikan bahwa nilai persatuan dan kesatuan harus dijunjung diatas kepentingan lain untuk tetap menjaga kondusifitas menjelan puncak pemilu tahun 2024 “Untuk menjaga kondusifitas pesta demokrasi nanti, maka nilai persatuan dan kesatuan harus diutamakan diatas kepentingan lain. Hal ini harus dipegang teguh oleh seluruh komponan bangsa, pimpinan umat dan tokoh Masyarakat,” Ujar KS Arsana Ketua WHDI, Rataya Kentjanawati Suwisma juga menyerukan bahwa segala situasi yang akan terjadi saat pemilu harus disikapi dengan bijaksana dan mengedepankan musyawarah dan mufakat “Menyikapi tahun politik dengan segala potensi konflik kepentingan yang ada, ini harus disikapi secara bijaksana dengan tetap membangun narasi politik yang positif, menciptakan ruang musyawarah yang baik serta pengambilan keputusan secara mufakat,” terang Rataya Kentjanawati Suwisma Selanjutnya, ketua ICHI Nyoman Widia menambahkan dalam proses pemilu nanti untuk menghormati dan menghargai segala bentuk perbedaan pilihan dan dukungan. “Kita harus menghargai dan menghormati apa yang menjadi pilihan dan dukungan politik setiap individu, karna itu merupakan kebebasan dan hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang,” terangnya Ketua Umum KMHDI I Wayan Darmawan dan Ketua Umum PERADAH I Gede Ariawan bersepakat bahwa pentingnya partisipatif umat Hindu dalam menjaga kondusifitas menjelang pemilu “Pemilu 2024 adalah ajang untuk memilih pemimpin yang akan menahkodai kapal besar Indonesia menuju dermaga kejayaan, oleh karena itu umat Hindu harus menggunakan hak suaranya dalam menentukan pilihan berdasarkan hati nuraninya dan ikut serta dalam menjaga kondusifitas pelaksanaan pemilu yang damai, ” Pungkas Wayan Darmawan Atas pandangan-pandangan tersebut, Ormas Hindu Nasional mendeklarasikan 7 poin yang menjadi sikap dalam menghadapi Pemilu Tahun 2024. Pembacaan Deklarasi Pemilu Damai Ormas Hindu berlangsung di Pura Widya Dharma Cibubur, Jakarta. Berikut adalah 7 sikap Ormas Hindu pada Pemilu 2024 : 1. Menyerukan kepada seluruh komponen dan anak bangsa untuk senantiasa merawat, menjaga dan memperjuangkan KEBHINEKAAN dan PERSATUAN Indonesia yang menjadi KEKAYAAN dan KEKUATAN bangsa sebagaimana dimaksud dalam sesanti “Bhinneka Tunggal Ika” yang merupakan karunia luhur dan indah dari Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Seluruh komponen dan anak bangsa harus mengeluarkan segenap upaya efektif untuk mewujudkan substansi dari sesanti tersebut agar hidup dan menjadi nafas dalam keseharian masyarakat. 2. Menyerukan kepada para Pemimpin Bangsa, Pemimpin Umat, dan Tokoh-Tokoh Masyarakat, agar senantiasa mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan yang lain. Tekad tersebut harus diwujudkan dalam keseluruhan pikiran, ucapan dan tindakan tanpa dinegosiasikan, sehingga menjadi komitmen yang utuh dan konsisten. 3. Menyerukan kepada segenap anak bangsa agar menyikapi tahun politik dan segala implikasinya dengan bijaksana, diantaranya dengan senantiasa membangun narasi positif baik secara langsung maupun melalui berbagai saluran media sosial, dan kemudian pada akhirnya menggunakan hak pilih secara cerdas dan merdeka sesuai hati nurani. 4. Menyerukan kepada seluruh komponen Penyelenggara Negara agar memberikan contoh dan teladan kepemipinan yang arif dan bijaksana selaras dengan nilai Guru Wisesa, serta mencegah narasi-narasi perpecahan dan konfrontatif. 5. Menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk menolak dengan tegas Adharma (ketidakbenaran) dalam segala bentuknya: kecurangan, ketidakadilan, fitnah, caci maki, hoax dan lain sebagainya yang dapat merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebaliknya kami mendorong seluruh komponen bangsa agar senantiasa memperjuangkan dan menegakkan Dharma (kebenaran) dengan menjunjung tinggi etika, moral, dan hukum/konstitusi. 6. Menghormati dan menghargai perbedaan pilihan dalam berbagai bentuknya sebagai penghargaan atas kemerdekaan individu dan implementasi dari sesanti “Bhinneka Tunggal Ika”, baik dalam menjalankan Dharma Agama maupun Dharma Negara. 7. Menyadari bahwa konflik adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Oleh karenanya kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengelola setiap konflik secara efektif, solutif dan produktif agar bangsa Indonesia dapat melalui semua tantangan dan mengambil peluang untuk menjadi bangsa yang kuat, maju, dan sejahtera. (*/bpn) Read the full article
Wali Kota Jaya Negara Ngayah Nyangging pada Pewintenan dan Metatah Masal PHDI, Tercatat 416 Orang Peserta Ikuti Kegiatan Tersebut
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR - Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara ngayah nyangging pada serangkaian karya Pewintenan dan Metatah Masal yang digelar oleh Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) di Pura Agung Loka Natha, Kecamatan Denpasar Utara, pada Sabtu (25/11/2023) pagi. Terkonfirmasi sejumlah 204 orang mengikuti upacara Metatah Masal, dan 212 orang lainnya mengikuti serangkaian karya Menek Kelih, Pewintenan Saraswati, dan Sapu Leger. Wali Kota Denpasar, Jaya Negara, pada kesempatan itu hadir bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dan Sekertaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana. Dalam kesempatan itu, Jaya Negara mengatakan, Metatah merupakan prosesi upacara yang memiliki arti untuk memanusiakan manusia sesuai dengan hakikatnya, serta memelihara hubungan yang harmonis antara umat manusia dengan sang pencipta. "Sebagai manusia kita semua tidak terlepas dari siklus hidup mulai dari kandungan, hingga beranjak mamasuki usia dewasa, serta astungkara membawa kebijaksanaan sesuai dengan kodrat sebagai manusia, demikian yang mendasari makna dari prosesi Metatah," ungkap Jaya Negara. Sementara itu, Ketua PHDI Kota Denpasar, I Made Arka menyampaikan, pelaksanaan upacara ini secara bersama-sama dimaknai sebagai upaya menghapus stigma upacara dan Yadya di Bali ini menelan biaya yang besar dan cenderung menjadi beban. "Penyelenggaraan upacara ini, merupakan wujud implementasi jiwa gotong-royong dan kebersamaan sebagai budaya yang sejak lama tertanam dalam masyarakat di Bali yang dikenal sebagai spirit Vasudhaiva Kutumbakam, sehingga para peserta hanya perlu berpunia semampunya tanpa ada batasan besaran yang harus diberikan," ujar I Made Arka.(bpn) Read the full article

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Insiden Nyepi di Desa Sumberklampok, Polisi Tunggu Pendapat Saksi Ahli
BALIPORTALNEWS.COM, BULELENG - Polisi lakukan pemeriksaan ulang saksi kasus penistaan agama saat nyepi di Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak, Buleleng yang dijaga para pecalang saat nyepi, pada Rabu (22/3/2023) lalu. Kini polisi masih menunggu pendapat saksi ahli pidana. Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika saat dikonfirmasi Selasa (17/10/2023) mengatakan, sebelumnya berkas perkara insiden nyepi ini sudah dilimpahkan ke Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Buleleng. Namun berkas tersebut dikembalikan dan pihak JPU Buleleng meminta penyidik telah melakukan pemeriksaan ulang terharap para saksi untuk memperkuat sangkaan pasal terhadap dua tersangka yang menginisiasi terjadinya peristiwa tersebut Achmad Zaini (51) dan Muhamad Rasyad (57). Lebih lanjut, AKP Darma menyebut penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi yang terdiri dari pihak pecalang yang menjaga portal saat insiden tersebut, kemudian Bendesa Desa Sumberklampok, petugas TNBB, Perbekel hingga tokoh agama bahkan dari Parisada Hindu Dharma (PHDI) Provinsi Bali. "Sudah dilakukan pemeriksaan tambahan, tinggal menunggu hasil pendapat saksi ahli pidana. Sudah dijawalkan cuma masih koordinasi," ungkap Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika. Sementara saat ini, penyidik masih menunggu pendapat saksi ahli pidana sehingga berkas tersebut ditargetkan selesai Minggu ini dan segera dilimpahkan ulang ke JPU Buleleng. Saat ini kedua tersangka masih belum ditahan gegara ancaman hukuman dibawah lima tahun penjara. "Pasal tambahan belum bisa dipastikan. Kedua tersangka masih wajib lapor," tandas AKP Darma.(dar/bpn) Read the full article
PHDI Pusat Lantik Serentak Pengurus PHDI di Lima Provinsi se-Papua
BALIPORTALNEWS.COM, NABIRE - Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen (TNI) Purn Wisnu Bawa Tenaya melantik serentak Pengurus PHDI tingkat provinsi untuk 5 provinsi se-Papua pada Kamis (27/7/2023) di Nabire, Papua Tengah. Acara pelantikan yang dilaksanakan bertepatan dengan hari suci Sugihan Jawa ini juga menandai berakhirnya Lokasabha I PHDI Papua Tengah. Sehari sebelumnya, Rabu (26/7/2023), PHDI Papua Tengah melaksanakan Lokasabha I yang dihadiri oleh utusan Plt. Gubernur Papua Tengah, Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si., Dandim Nabire, Letkol Inf Doni Firmansyah, Kapolres Nabire, AKBP Ketut Suarnaya dan Pembimas Papua, I Made Suena. Pengurus PHDI dari 5 Provinsi yang dilantik adalah Pande Ketut Suniarta (Papua Barat Daya), Dewa Gede Sukewati, S.Pd (Papua Tengah), I Wayan Suasta, SE (Papua Selatan), drh. I Made Putra (Papua Pegunungan) dan Wayan Patiyasa, SH., MH (Papua Barat). Dalam pelantikan ini para Ketua PHDI Provinsi disematkan PIN PHDI dan diberikan buku hasil-hasil Mahasabha XII. Dalam sambutanya Wisnu Bawa Tenaya mengingatkan bahwa Pimpanan dan pengurus PHDI adalah pelayan umat. Bahwa keberadaan PHDI di tengah-tengah masyarakat adalah untuk menjadi bagian dari solusi permasalahan yang dihadapi umat dan merangkul/mempersatukan umat. “Salah satu tantangan keumatan kita adalah SDM. Umat yang sadar, dewasa dan matang. Sadar artinya eling, mengerti, awas. Dewasa artinya mampu bertanggungjawab atas tindakan-tindakannya, dan matang berarti umat memiliki pertimbangan yang komprehensif dalam setiap permasalahan dan keputusan,” tegas Wisnu. Wisnu Bawa Tenaya juga menghimbau pengurus PHDI di berbagai daerah untuk meningkatkan soliditas dan kesatuan umat. “Ada banyak persolan umat yang masih menjadi PR kita bersama. Saat ini yang dibutuhkan bukan saling adu kekuatan, melainkan umat membutuhkan kolaborasi dan fokus pada pelayanan keumatan,” sambungnya. Dalam pelantikan ini, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI, Wisnu Bawa Tenaya didampingi oleh Sekretaris Umum PHDI Pusat, I Ketut Budiasa ST., MM. (bpn) Read the full article
KMHDI Bali Minta Pemerintah Libatkan UMKM Lokal Bali dalam Piala Dunia U-20
BALIPORTALNEWS.COM, DENPASAR - Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar akan menjadi salah satu tempat berlangsungnya pertandingan Piala Dunia U-20 di Indonesia 2023. Hajatan ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi perkembangan ekonomi di Bali, pasca pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan oleh Ketua PD KMHDI Bali Putu Esa Purwita dalam kegiatan diskusi publik bertemakan ‘Peran Pemuda dalam Menyukseskan Piala Dunia U-20 Tahun 2023 di Indonesia"’ di Denpasar, pada Sabtu (18/3/2023). Esa mengatakan, agenda piala dunia U-20 menjadi momentum Bali untuk bangkit. Segala potensi harus dimaksimalkan. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah agar melibatkan UMKM lokal guna membangkitkan geliat perekonomian di masyarakat. Misalnya saja dengan menjual merchandise Khas Bali. "Bali sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 tentunya akan berdampak besar karena seluruh dunia akan tertuju pada Indonesia," kata Putu Esa Purwita, Sabtu (18/3/2023). Di sisi lain, Kader PC KMHDI Denpasar, Komang Adi Saputra menyebut sepak bola di masa sekarang ibarat sebuah industri. Contohnya saja, negara Inggris yang bisa meraup keuntungan sebesar Rp150 triliun per tahunnya, dari industri sepak bola yang dikelola dengan baik. Potensi ini kata dia juga dimiliki oleh Indonesia. Terlebih Indonesia juga merupakan salah satu penggemar sepak bola terbesar di asia. "Dengan jumlah penduduk sekitar 273 juta tentu menjadi potensi yang sangat besar," ujar Kader PC KMHDI Denpasar itu. Sehingga momentum ini diharapkan mampu menjadi panggung bagi pemain tim nasional (timnas) Indonesia yang akan ikut bertanding di Piala Dunia U-20 nanti. "Saya berharap agar institusi PSSI tidak dijadikan wadah meniti karir politik dan tempat taruhan pertandingan," pungkasnya. Sementara itu Walaka Paruman Walaka PHDI Bali, I Ketut Wartayasa berpesan kepada pemuda senantiasa meningkatkan kualitas diri masing-masing. Sehingga bisa menjaga nama baik Provinsi Bali dari potensi masalah yang dapat menjadi sorotan dunia. "Sebagaimana yang tertulis dalam salah satu Sloka Bhagavad Gita yaitu Niyatam Kuru Karma Twam yang artinya lakukanlah tugas dan kewajiban sebagaimana seharusnya," jelasnya. Adapun kegiatan ini, diadakan oleh PD KMHDI Bali guna menyukseskan Piala Dunia U-20 di Bali. Dengan mengundang sejumlah unsur seperti PHDI Bali, Presiden Mahasiswa Universitas Udayana (Unud), dan Tokoh pemuda Bali.(bpn) Read the full article