dan tidak akan pernah menyangkal,
bahwa “Tempat yang paling nyaman adalah rumah sendiri”
-----------------------------------------------------
Sedikit kembali ke masa lalu,
dulu, merantau adalah hal yang selalu ingin aku lakukan.
dengan merantau, aku bisa bebas,
jauh dari orangtua yang seringkali memarahiku kalau pulang diatas jam enam sore,
pokoknya, dengan merantau aku akan bahagia, pikirku saat itu.
Ternyata, ekspektasi tak selalu sama dengan realita.
Ketika tiba saat dimana aku diharuskan untuk merantau,
Aku bisa melakukan apapun yang aku mau tanpa perlu dimarahi orangtua.
Kalau ada tugas kelompok dan selesai hingga larut malam,
aku tak perlu pusing untuk menyiapkan argumen karena tidak akan ada lagi yang akan menunggu di depan pintu dengan segala macam ceramahnya.
Aku juga bisa bebas dari adikku yang tidak jarang membuatku naik darah karena ulahnya.
kebebasan itu tidak berarti apa-apa.
Sebahagia-bahagianya kamu di perantauan,
suasana rumah akan selalu menjadi yang terbaik.
akan ada saat dimana kamu kehilangan nafsu makanmu,
bahkan untuk makanan enak dan mahal sekalipun,
hanya karena kamu rindu dengan telor balado masakan ibu.
Akan ada saat dimana kamu merasa tidak ada yang mengerti perasaanmu,
hanya karena kamu rindu untuk sekedar ditanya "Bagaimana harimu?” oleh keluargamu.
merantau juga tidak seburuk itu.
Merantau mengajarkan banyak pelajaran penting,
Merantau mengajarkan bagaimana caranya untuk bisa hidup mandiri,
dan mengajarkan untuk bisa menjaga kepercayaan yang telah diberikan oleh kedua orangtua selama ini.
------------------------------------------------------------------
Untuk para perantau dan juga penimba ilmu,
Jika kamu sedang merasa lelah,
Selalu ingat bahwa di rumah akan selalu ada orangtua yang mendoakan,
ada kakak yang selalu menunggu kepulangan adiknya,
ada adik yang selalu merindukan kehadiran kakaknya,
dan mereka semua menunggu kabar keberhasilan kalian di perantauan.
- seseorang yang sedang belajar untuk bahagia di perantauan.