Pembeli adalah raja
Ungkapan ini terdengar benar, tapi benarkah selalu begitu? Atau justru ada sisi lain yang jarang dipertanyakan?
Seringkali penjual terjebak dalam keadaan yang tak dipilih. Suaranya kabur oleh bayangan kebutuhan.
Miris
tak bisa berbuat lain, hanya demi mengikuti keinginan pembeli
Ungkapan “Pembeli adalah Raja”, sekilas masuk akal, namun kebenaran hanya bergantung pada sudut pandang
Saat pembeli mengutarakan kekecewaan, orang lain lebih condong mendengarnya karena ia dianggap berkuasa
Hanya karena mengeluarkan rupiah
Kuasa bukan ditentukan karena penawaran yang bersambut, melainkan lahir dari persetujuan dua belah pihak yang adil dan terbuka
Kenyataannya, bersikap bijak itu sulit
Lebih mudah untuk memojokkan di sudut gelap
Kuasa yang hanya dipakai untuk menang tak layak disebut kebijaksanaan
Ada yang berbicara tentang hak
Ada yang berbicara tentang kewajiban
Tanpa kesadaran,
keduanya hanya membawa—
kerunyaman













