
seen from Canada

seen from Canada

seen from Russia
seen from Türkiye

seen from United States
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Belgium

seen from United States
seen from Japan
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Sweden
seen from United States

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
wallpaper

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"do you even considering me in your future plan? do i even there?"
secangkir kopi di teras halaman terus berputar seiring dengan gerakan sendok kecil milik jinhyuk yang sedang mengaduk entah kopinya atau pikirannya.
sekarang fokus jinhyuk bukan lagi soal menjawab pertanyaan wooseok, tapi bagaimana wooseok bisa sampai pada pemikiran sekonyol itu. seorang jinhyuk? merencanakan masa depan tanpa wooseok? itu terlalu mustahil.
sudah lewat seminggu mereka berdua berhenti berkomunikasi, engga ada lagi jinhyuk yang cengengesan karena terlambat jemput wooseok ke kampus, atau wooseok yang ngomel ngomel perihal baju kotor jinhyuk ada di sembarang tempat.
jinhyuk juga engga bodoh buat melepaskan wooseok gitu aja, karena bagaimanapun setengah jiwanya udah dia bagi ke wooseok. waktu diserang pertanyaan itu, anaknya nangis dan jinhyuk ga bisa ngapa-ngapain. sampai sekarang dia belum bikin pergerakan apapun sampai seungyoun bilang kalau wooseok cuma butuh pengakuan dari jinhyuk.
wooseok baru pulang dari kampus waktu jinhyuk mengetuk pintu kosannya, dia engga bilang apa apa waktu liat wajah jinhyuk lagi. ekspresinya datar, bikin jinhyuk sedikit gentar.
"seok, kita butuh bicara"
yang lebih kecil cuma memandang jinhyuk dengan bersilang tangan, menunggu sesuatu yang mau ia dengar keluar dari mulut jinhyuk.
"aku.. egois ya?" baru kali ini wooseok lihat cowok gemini itu putus asa.
"aku pikir selama ini kita sejalan, aku pikir kamu fine fine aja sama apa yang kita punya, aku-" perkataannya dipotong decakan wooseok.
"kamu, kamu, kamu. emang semuanya ini selalu tentang kamu, jinhyuk. udah ya?"
jinhyuk menggeleng sambil berusaha menggenggam tangan wooseok.
"seok, waktu kamu tanya apa kamu ada di masa depan aku, jawabannya ada seok."
"aku gapernah bikin rencana tanpa ada kamu di dalamnya, semua yang aku lakuin sekarang buat kamu, buat kita."
"ada jaminan engga kalau emang aku ada di masa depan kamu?" berhasil, wooseok akhirnya mau mendengarkan jinhyuk.
"seok, aku engga pernah ada pikiran buat main-main sama kamu. walaupun ditentang dunia, aku engga pernah nyerah buka jalan buat kita di masa depan. sekarang, aku bisa bilang ke ibu aku kalau aku maunya sama kamu seok. aku engga peduli sama semua perempuan yang ibu kasih, aku maunya kamu kim wooseok"
wooseok tertawa kecil, menurut dia ini perkataan paling mainstream yang pernah ia dengar dari seorang lee jinhyuk.
"jinhyuk, denger ya. aku gapernah sekalipun takut kamu bakal end up sama perempuan lain. aku ga setolol itu, jinhyuk." ia berusaha melepaskan genggamannya dari jinhyuk.
"tapi kamu pernah mikirin ngga perasaan aku selama ini? kalau kamu bilang kamu egois, itu bener. karena selama ini semuanya selalu tentang kamu. gimana soal aku?"
"aku gapernah ngerasa secure di hubungan ini jinhyuk. rasanya kayak bahu aku terlalu berat dan kamu gapernah hadir buat jadi sandaran aku. kamu engga pernah bikin aku safe enough buat berbagi keluh kesah aku selama ini, you don't even ask what i feel."
jinhyuk diam. memang selama ini dia terlalu nyaman disekitar wooseok sampai-sampai dia lupa kalau wooseok juga harusnya dibuat nyaman.
"kalau soal perasaan aku sekarang aja kamu engga peduli, gimana bisa aku yakin ada aku di masa depan kamu?"
satu lagi pertanyaan yang bikin jinhyuk mengaduk-aduk kopinya. tapi kali ini dia engga tahu cara menjawabnya.
El rico Pilón