OPI “Bikini Boardroom” - a bright lilac pearl polish. This is 2 coats. From the Summer 2023 Summer Makes the Rules collection.

#interview with the vampire#iwtv#amc tvl#sam reid#jacob anderson



seen from United States
seen from Singapore
seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Chile

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Germany

seen from United States
seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Canada
seen from United Kingdom
seen from Türkiye
OPI “Bikini Boardroom” - a bright lilac pearl polish. This is 2 coats. From the Summer 2023 Summer Makes the Rules collection.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Our skin is an essential pointer of health. It shows whether you are adequately hydrated or are eating a balanced diet.
seriously fellow target employees
what do FAs stand for
I've been doin it for like two and a half years and nobody knows. the team lead for my area doesnt know
im the one who is supposed to know!!! im the trainer for sfs!!!!!!!
Ala Moana Shopping Center
One month in to my One Piece watch and I've only gotten to ep 35 lmao. At least I did a little better than one-a-day.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
What I see VS what I draw
‘We are all here’ the most correct decision that President Zelensky made of his life. And Ukraine stood, and is standing in front of Russia’s invasion. Since then I knew that Ukraine won’t lose, and I believe that it will win. It will take a long time, but Ukraine will win.
Here are Vova (Zelensky) and part of his team in the form of animals.
💙💛🇺🇦✌🏻
Sudah kuduga tidak akan cukup character untuk cerita OPU di satu halaman. OPU itu ada beberapa aturan yang harus diikuti sehari sebelumnya. Seperti tidak boleh memakai parfum atau wewangian, sepertinya hanya itu yang aku ingat. Tibalah di hari Ovum Pick Up. Jadi aku dapat jadwal jam 8 pagi, jam 7 sudah siap dan langsung disuruh ganti baju operasi, gak lama kemudian masuk 1 pasien lainnya ternyata OPU dengan dokter yang sama di jam 9. Di ruang tunggunya kami disuguhi oleh foto-foto bayi yang berhasil lahir dari bayi tabung dan mungkin inseminasi juga. Senang sekali aku di sana sambil banyak berdoa dan terharu membayangkan sebentar lagi aku punya bayi. Di saat yang sama suami harus ejakulasi sendiri untuk mengeluarkan sperma yang akan dikawinkan dengan sel telurku oleh embriolog di ruangan steril dekat dengan ruangan OPU. Setelah sadar dari OPU karena OPU di bius total juga walaupun katanya obat biusnya tidak sebanyak bius saat histeroskopi operatif, tetap saja aku susah untuk melek pasca OPU. Sejam setelahnya aku mulai sadar pakai pembalut dan diberikan sarapan bersama suami. Sejam setelahnya lagi kami diberi penjelasan oleh embriolog bahwa akan diberikan kabar setiap harinya untuk perkembangan embrio yang sudah dikawinkannya. Setelah dikawinkan dan ada perkembangan sekitar 3-5 hari sudah bisa langsung dilakukan transfer embrio ke rahim. Tetapi, kami sudah dipesankan oleh Dr. Gita untuk menunda embrio transfer (ET) dikarenakan masih ada endometriosis dan dikhawatirkan embrionya termakan oleh kista tersebut jadi harus diberi obat dahulu agar kistanya dibuat tidur dahulu selama 3 bulan. Ya! Kami masih harus bersabar menunggunya. Hikmahnya kami masih bisa puas-puasin menghabiskan waktu liburan bersama. Dari sel telur yang dihasilkan ada 9 . Setelah dikawinkan dengan sel sperma menjadi embrio hanya 4 embrio yang berkembang, 5 embrio lainnya tidak mau membelah diri. Dari 4 embrio ini ada 1 yg excelent, 1 good, dan 2 moderate. Klasifikasi 5 lainnya adalah poor. Jadi dari 4 embrio ini kami freeze tentu saja diberi penjelasan resiko-resiko dari freeze embrio, ya kami tidak memiliki pilihan juga kan. Untuk ET maksimal 2 embrio saja yang dapat di transfer untuk menghindari hal-hal yang memberatkan nantinya. Cerita kami baru sampai sini menunggu 3 bulan setelah OPU. Kami sudah cukup lega dengan kabar memiliki calon bayi 4 ini. Hari ini sudah hampir 2 bulan dari tindakan OPU akhir bulan depan kami kontrol lagi. Semoga saja tidak ada lagi berita negatif atau masalah lainnya. Hai calon bayi kami, kami sudah tidak sabar menunggu kalian hadir. Bertahan dan berjuang bersama ya kalian 🥰😍 (p.s kami menantikan bayi kembar 😜)
Wah habis ketemu temen pejuang garis dua, akhirnya pengen cerita lanjutan setelah konsultasi hampir 2 bulan lalu. Jadi aku ceritakan rasa sakit yang tiba-tiba seperti keram itu ke Dr. Gita katanya itu wajar kelamaan akan membaik dan diberikan antibiotik dan obat-obatan lainnya. Untuk inseminasi bisa langsung dilakukan sirkulasi selanjutnya, ketika haid kedua. Setelah tau haid harus info ke suster yang menangani. Besoknya dijadwalkan untuk cek lagi. Kebetulan sekali jadwal haid hari jumat jadi kami buat jadwal di hari sabtu sama dengan jadwal dokter androlog, oiya karena sebelumnya ada tambahan waktu untuk operasi pengangkatan polip obat yang diberikan untuk memperbaiki kualitas sperma suami juga sudah habis sebelum inseminasi, saya jadi ragu apakah ini maksimal jika langsung melakukan inseminasi akhirnya kami konsultasi dengan dokter androlog dahulu, karena mengejar waktu untuk inseminasi akhirnya kami mengambil jadwal konsultasi dengan dokter androlog yang sama di RSPI ah akhirnya nyoba ngerasain juga konsultasi di RSPI dengan Dr. Silvia Wendy. Kemudian di ruang praktek dokternya bingung karena ngga ada history jadi katanya lebih baik cek sperma analisis dahulu di RSCM beberapa hari sebelum konsultasi dan segera konsultasi dengannya di RSCM saja agar datanya tidak terpencar-pencar. Nah ketika akan konsultasi kami bingung sekali karena jadwal untuk segera inseminasi harus segera tetapi Dr. Gita Pratama sedang cuti. Wah kok bisa-bisanya cuti lama sekali. Kami coba telepon ke RSPI untuk alternatif dan tanya jadwal Dr. Gita ternyata sama saja sedang cuti dan tidak tahu sampai kapan. Akhirnya balik lagi ke RSCM dan cerita ke suster yang menangani saya yaitu suster Merry. Disarankan beliau untuk konsultasi dengan dokter lain yang sedang praktek saat itu, okelah akhirnya di rujuk ke Dr. Muharram. Beliau bertanya apakah akan menggunakan obat oral atau obat suntik. Kalau akan inseminasi bisa memilih obat yang digunakan. Tentunya harganya berbeda dan kematangan sel telurnya lebih efektif menggunakan obat suntik karena lebih cepat matang dibanding menggunakan obat oral. Tapi seperti saran Dr. Gita untuk inseminasi lebih baik menggunakan obat oral untuk hemat keuangan seumpama gagal bisa menggunakan bayi tabung. Wah aku selalu terpikirkan kata-kata Dr. Gita ini, akhirnya tebuslah obat oral untuk membesarkan sel telurnya. Setelah konsultasi dengan Dr Muharram, kami lanjut lagi mengatre untuk konsultasi dengan Dr. Silvi, dan hasil spermanya menurun lagi jadi dokter bilang harus bayi tabung. Dan berhubung sudah menggunakan obatnya 6 bulan harus segera tindakan hanya diberikan obat selama 1 atau 2 minggu aku lupa dan jika gagal ya seperti yang sudah dijelaskan harus diistirahatkan minimal 3 bulan. Setelah ubah kondisi dan kebetulan sekali Dr. Muharram masih ada di ruang praktek saya coba bicara dengan suster dan ngobrol kembali dengan Dr. Muharram dan diresepkan kembali obat suntik untuk pembesaran sel telur. Obat ini disuntikkan di daerah perut dan obat suntiknya seperti obat diabetes. Hari pertama dibantu suster untuk cara suntiknya di ruang suntik. Dan 2 hari ke depan suntik sendiri di rumah. Ada 3 jenis obat suntiknya, di rumah aku dibantu suntik oleh suamiku karena aku masih takut. Setelah obat habis konsultasi kembali dan Dr. Gita sudah mulai praktek lagi yeay! Aku usg lagi dan cek sudah ada berapa telur yang terbentuk serta ukuran sel telur itu dicatat oleh suster setiap kali kontrol dan usg. Sudah mulai 2 hari sekali kontrol ukuran dan jumlah sel telur. Sampai pada kontrol ke sekian kali ada beberapa ukuran yang sudah 12mm ukuran yang pas untuk dipick-up. Beberapa obat mulai diubah menjadi obat untuk mempertahankan sel telur agar tidak pecah dan bertahan dan sel telur lainnya masih bisa berkembang lagi. Kira-kira sampai hari ke 10 sel telur siap diangkat. Obat-obat suntik sudah diberhentikan kecuali 1 obat suntik disuntikkan 12 jam sebelum tindakan Ovum Pick Up (OPU). Karena jadwal OPU di jam 8 pagi keesokan harinya, jadi terakhir suntik jam 8 malam dan harus tepat 12 jam sebelumnya. Lanjut next chapter