Berdamai Dengan Diri Sendiri
Ada hal yang semakin kusadari ketika tumbuh menjadi dewasa seiring usia. Tumbuh menjadi dewasa tidak selamanya menyenangkan. Rutinitas harian seringkali membuat letih, riuh dan kerasnya hidup di kota, dan rasa lelah berlindung dibalik kata: “aku baik-baik saja.”
I feel this. Seketika memori-memori masa kecil kembali memanggil, Bagaimana nyamannya pelukan sang ibu, kebebasan bermain sampai lupa waktu, hingga tumpukan mainan yang menghibur menjadi satu.
Menjadi manusia dewasa memang lebih sering menjenuhkan. Terkadang masalah demi masalah datang silih berganti, sedangkan batin belum tentu siap menghadapinya. Walaupun kita tak akan pernah siap dan menyiapkan hati untuknya.
Ibarat kata-kata: semakin tinggi memdaki gunung, akan semakin besar angin yang membuatmu lengah, semakin bertambah usia, akan semakin berat beban tanggung jawab yang dipikul.
Seiring berjalannya hari, akan selalu ada challenge baru bagi kita. Masalah yang membuatmu merasa hampir putus asapun ternyata bisa menjadi batu loncatan ke level kehidupan yang lebih baik. Hari demi hari dengan rintangan yang berbeda, Tuhan ingin setiap hari kita berdamai dengan diri sendiri.
Ada beberapa hal yang aku lakukan (walaupun tidak rutin) untuk berdamai dengan diri sendiri. Barangkali kamu mau mencoba dan merefleksikannya. :)
Memberikan sugesti positif setiap pagi. Kita selalu bisa merencanakan hal-hal yang baik di hari yang baru. Ketika bercermin, aku berusaha untuk tersenyum setulus mungkin dan berkata dalam hati: “aku akan lebih kuat hari ini. Waktunya kembali ceria lagi apapun keadaannya nanti, setidaknya aku telah mencoba.”
Belajar mensyukuri apa yang aku miliki hari ini. Berterimakasih pada Tuhan atas kelengkapan anggota tubuh, memiliki keluarga, bisa tidur nyenyak, punya laptop untuk mengerjakan tugas, bisa melihat anak kucing yang lucu, masih bisa menghirup udara sejuk, masih bisa melihat berbagai bentuk awan, dan masih banyak lagi.
Berbuat baik pada orang lain dengan tulus. sesederhana memberikan senyum kepada orang lain. Ternyata ketika kita melakukannya dengan tulus, hati yang sedang tidak baik-baik saja bisa ikut terobati.
Memanjakan diri dengan self care. Aku pernah membaca sebuah riset yang mengatakan bahwa self care dapat membantu menurunkan kecemasan dan meningkatkan relasi intrapersonal dan interpersonal. Artinya ketika rutin dilakukan, akan berdampak pada relasi dengan diri sendiri dan lebih menyukai; nyaman dengan tubuh kita. Sehingga, dampak baiknya juga dapat meningkatkan rasa lebih percaya diri ketika bertemu dengan orang lain.
Akhir kata, it’s okay to be not okay. Hal yang tidak menyenangkan bisa datang diwaktu yang tak terkira dan itu adalah bagian dari perjalanan. Buat hatimu selapang lautan yang ketika setetes racun jatuh, hatimu tetap luas dan menerima apapun kenyataan yang ada.
Aku yakin kamu bisa menyelesaikannya. Ku tunggu kabar baikmu, selalu :)
@henniarum @adhit21 @gugunm @mathmythic @sekotenggg

















