Karang sama sekali tak pernah membenci gerus ombak, senja yang sunyi tak pernah keberatan oleh bunyi debur lautan, awan bergumpal pun tak pernah mengeluh telah menjadi media para perindu, hingga angin laut tak pernah bosan duduk bersamaku memperbincangkan tentang wanita itu. Hm… Tidakkah kau malu pada alam mu ? mereka yang tak ber “akal” justru memberi contoh bahwa hidup “berdampingan” dari “keberbedaan” justru semenyenangkan itu?















