Kemarin, pas nanjak. Wuihhh, akhirnya bisa nanjak dong gw (pamer dulu), hahahaha padahal mah biasa aja, tapi gak, ini tuh luar biasa bagi seorang arini. Bagi seorang yang selalu berantem sama isi kepala sendiri.
Pas ada di Lembang Sesean, saya bawa si Cinta. Buku yang di kasih kak Put tahun 2017 kemarin. Sempat ada yang ngatain "Cie bawa-bawa buku diary ke gunung cie. Isinya, Dear Diary..." Kesel sih pas ada yang ngomong begitu, kenapa? Karena emang bukan Diary.
Buku ini sepenuhnya saya gunakan untuk menulis ide-ide yang datang setelah baca buku. Kayak tuh di salah satu isi buku, pas ketika abis baca NKCTHI di jam 4 subuh dengan udara yang teramat dingin ditemani burung-burung yang mulai sibuk, saya pengen nulis, dan jadilah...
"Udara cukup dingin.
Tidurmu sangat lelap.
Burung-burung bersahutan, hendak membangunkan.
Aku menyukai setiap kisahmu.
Ya, nanti kita cerita tentang hari ini"
Nulis Diary udah lama saya tinggalkan, malas menulis apa yang saya kerjakan hari ini, jadi, sekali lagi, dimohon dengan sangat. Ketika melihat orang-orang ngebawa buku cem ini, jangan langsung berasumsi bahwa orang itu tiap hari curhat sama buku, bahwa orang itu terlalu alay, atau terlalu melankolis.
Masing-masing orang mah berbeda, gak bisa digeneralisasi.
Ya sudah, itu saja dulu. Kasihan babang Grab dari tadi message belum saya balas.












