Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Terbentuk sejak tahun 2017 tidak butuh lama bagi duo bersaudara Natinson untuk unjuk gigi di skena musik indie Makassar. Mereka telah melepas album pada tahun 2018, dan telah melakukan tur ke Pulau Bali, serta yang terbaru di tahun 2019 mereka merilis single “Kapan Kawin” dan akan melakukan tur di beberapa kota di Pulau Jawa.
Dalam persiapan mereka tur ke pulau Jawa pada 28 Juli 2019 hingga 25 Agustus 2019, duo folk band kaka beradik Nasrul Najib dan Nazar Najib ini menyempatkan untuk diinterview oleh Music for Brighter Day ;
Halo, ada yang baru dari Natinson ? Bisa diceritain?
Halo bro. Saat ini kami baru merilis lagu, judulnya "kapan kawin" bercerita tentang kampanye kami untuk orang-orang agar tidak bertanya kapan kawin, kebetulan kami berdua menikah di atas 30 tahun dan kadang pertanyaan itu seperti sebuah diskriminasi yang miris bagi kami bro, makanya kami buat lagu ini sebagai kampanye, biar pertanyaan itu dikurangi buat generasi yang lambat nikah sesudah kami. hehehe
Selain single baru, kami juga baru saja mendapat kabar kalau Natinson terpilih sebagai band yang akan mengikuti The All Time Tour dari Siasat Partikelir di Pulau Jawa selama kurang lebih 1 bulan.
Bisa diceritakan tentang tur kalian ? Bagaimana perasaan kalian sewaktu terpilih menjadi band yang akan tur keliling jawa dalam The All Time Tour dari Siasat Partikelir?
Perasaan kami senang sekali dapat kabar dari teman-teman Siasat Partikelir. Kami tidak menyangka bakal terpilih tur jawa, tur adalah sebuah pencapaian wajib bagi musisi menurut kami.
Mengenai tur kalian bagaimana persiapan sejauh ini?
Persiapannya saat ini kami lagi buat visualisasi untuk tur dan latihan untuk komposisi lagu dan musik yang akan kami buat khusus untuk tur ini. Semoga berjalan lancar. Amin
Amin bro, semoga lancar persiapan dan turnya.
Sebagai duo bersaudara, sepertinya akan lebih mudah buat kalian membuat musik bersama karena ikatan itu. Bisa diceritakan proses kalian membuat musik?
Kami bermusik, berkarya rata-rata secara spontanitas kami yang bermain, bagusnya kami tumbuh dan melalui proses bermusik bersama, saling mengenal selera, dan.. kan kalo sodaraan pasti ada kontak batinnya bro.. Lebih ke kenyamanan dan sudah nyatu feel saja.
Harus saya akui lirik Natinson sangat easy-listening dan bisa menyentuh banyak orang, salah satu bukti saat tur di Bali tahun lalu JRX mengambil video kalian saat perform di Rumah Sanur dan mempostingnya di Instagram pribadinya. Apa sih rahasia dibalik pembutan lirik tersebut?
Tidak adaji rahasia, spontan ji semua, kami lebih banyak meramu kegelisahan sekitar kita yang sepele tapi sebenarnya hal menarik untuk di angkat jadi tema, intinya kami coba menjadikan kasus-kasus kecil di sekitar kita untuk di dijadikan musik sesuai selera kami.
Tema apa sih yang diangkat Natinson lewat lirik lagunya? apa isu yg paling sering diangkat ?
Isu yang sering kami angkat adalah "diskriminasi" karena banyak diskriminasi kecil di sekitar kita dianggap sepele, namun bagi kaum yang terdiskriminasi yang rata-rata minoritas pasti canggung untuk membela diri, kami mencoba menyuarakan kecanggungan teman-teman kami yang merasa terdiskriminasi selama ini !
Influence utama kalian dalam bermusik ?
Kalau musisi dan band jaman dulu kita sangat terinfluence dari Queen, Doel Sumbang, Dian Pramana Putra, kalau sekarang kami mengidolakan teman dari Bali seperti Nosstress, dll
Kalian sudah lumayan banyak perform di berbagai panggung di Makassar bahkan sudah melakukan tur di berbagai titik saat di Bali. Bisa diceritakan hal yang paling berkesan buat kalian saat manggung?
Paling berkesan saat video manggung kami diposting Jrx di akun Instagramnya saat hari terakhir tur kami di Bali, kita tahu sendiri betapa kritisnya bang Jrx tapi kami diberi apresiasi positif oleh beliau,
Mengenai kritik, apakah kalian pernah dikritik oleh penonton atau pengamat musik?
Kritik pasti ada bro, mulai dari bosen liat musik kami yang terlalu minimalis, sampai kritik terhadap lirik kami. Tapi, kami menganggap semua kritik teman-teman adalah sebuah pelajaran, pengamatan, yang memaksa kami untuk lebih dewasa dalam bermusik dan lebih baik lagi kedepannya.
Terakhir, bisa diceritakan mimpi yang sangat ingin kalian capai di masa depan?
Mimpinya nda adaji yang terlalu besar. Kami cuma mau makin kesini makin damai, dengan terbiasanya orang-orang saling menghargai perbedaan mulai dari pelosok sampai kota.
Terima kasih Natinson, semoga sukses terus ke depannya dan project berikutnya bisa sukses ! Sukses untuk tur keliling Pulau Jawanya ! Tetap berkarya !