Time Hacking untuk Muslim Produktif
Notulensi Kuliah Yawme #1
Sabtu, 11 November 2017 | 20.00-22.00 WIB | Kode Grup KULME01 Narasumber : Andreas Senjaya (CEO iGrow, Co-Founder Badr Interactive) Moderator : M. Ryan Saputra (Digital Strategist Badr Interactive)
Bismillahirrahmanirrahim,
R : Bang Jay dikenal sebagai orang yang aktif dengan berbagai kegiatan. Boleh tolong ceritakan, Bang, apa saja kegiatan Bang Jay saat ini?
J : Sekarang ini saya secara aktif menggawangi iGrow terutama di aspek produk dan partnership. Selain itu, di Badr Interactive saya membantu produk-produk Badr Interactive untuk bisa lepas landas, paling tidak menjadi the next iGrow (walau di iGrow pun masih banyak yang harus diperbaiki). Yang sekarang sedang kami dampingi di Badr, termasuk Yawme ini. Ada juga Teman Bisnis, Badr Academy (salah satu produknya Paytren Academy) dan Complete Quran. Saya juga bantu-bantu di Code Margonda membentuk ekosistem startup depok yg lebih kece, tsahh. Di luar itu, aktif sebagai penanggung jawab Business Center ILUNI UI, bantu-bantu sebagai mentor di beberapa inkubasi startup seperti 1000 Startups, DIIB UI, Nextdev, dll. Saya masih menuntut ilmu juga dengan mengikuti agenda-agenda pengajian pekanan rutin.
R : Melihat kegiatan yang jumlahnya bertumpuk-tumpuk seperti itu, kami jadi penasaran boleh tidak Bang Jay beri tahu jadwal agenda Bang jay dalam satu hari?
J : Haha biasa saja sih sebenarnya, saya malu menyebutkannya, tapi kurang lebih seperti ini:
Sebelum jam 6.30 : Bangun, shalat qiyam (probabilitas sekitar 4 dari 7 hari rata-rata), shalat subuh berjamaah (probabilitas sekitar 6 dari 7 hari rata-rata), almatsurat /dzikir pagi sambil perjalanan pulang dari masjid, tilawah 5-10 halaman. Yang pasti aturan mutlak bagi saya pribadi haram hukumnya untuk tidur lagi sehabis waktu subuh.
Jam 6.30 s.d. jam 8 : Tergantung harinya. Saya hari Selasa pagi basket di FEB UI, hari Rabu mengisi kelompok mentoring, hari Kamis menerima tamu yang ingin silaturahim, hari Sabtu futsal kalau tidak keluar kota, hari lainnya baca buku 20-30 halaman.
Jam 8 s.d. jam 18.30 : Macam-macam kegiatannya, kalau hari kerja biasanya saya mengerjakan aktivitas yang berkaitan dengan profesi saat ini. Saya juga menyempatkan main PES kalau ada lawan dan waktunya :p
Setelah jam 18.30 : Tergantung harinya. Hari Rabu ada rapat organisasi (ILUNI UI), hari Kamis ada pengajian pekanan, hari Senin atau Kamis sebelum ngaji biasanya saya fitness, hari Senin atau Jumat saya usahakan pulang cepat untuk agenda bersama keluarga hingga tidur jam sekitar jam 11 malam.
R : Waktu istirahatnya cukup kah, Bang?
J : Cukup alhamdulillah, masih merasa kebanyakan bahkan. Sekarang rata-rata tidur 5 jam, dulu masih jaman kuliah bisa di angka 4 jam, tapi apa daya umur saya sudah mulai renta pak. Tapi kalau soal tidur, itu nggak bisa disamakan ke tiap orang ya, karena ada orang yang memang modelnya seperti saya, bisa tidur terbatas, tapi ada juga yang butuh minimal 6-8 jam. Nggak masalah juga, karena produktivitas kan bukan soal sedikit banyaknya waktu tidur.
R : Dalam kasus kebanyakan kita seringkali sudah tau punya tanggung jawab di mana saja, kegiatannya apa saja, tapi seringkali sulit banget untuk mewujudkannya dalam bentuk jadwal harian, Bang. Bang Jay punya cara Hack tersendiri kah dalam menyusun jadwal agar tidak banyak missed ketika menjalankannya paling tidak agar mendekati yang sudah direncanakan?
J : Kalau saya terbiasa gunakan tools namanya "stupid paper" (kertas A4 dibagi 8 bagian, di sana kita tuliskan semua list kegiatan yang ingin kita lakukan, setiap sudah dilakukan, coret daftar tersebut. Saya alhamdulillah sudah konsisten menggunakan itu selama 9 tahun terakhir, setiap pekan bisa menghabiskan 1 stupid paper). Saya nggak suka pakai software to-do list karena sensasi mencoretnya kurang mengena. Tapi preferensi ini bisa berbeda tiap orang. Lalu di stupid paper itu dalam satu hari rencanakan 2 hingga 3 aktivitas kunci yang harus selesai dieksekusi di hari tersebut. Saya biasa tandai dengan stabilo atau minimal dikasih bintang di baris listnya. Dan jangan biarkan diri ini tidur sebelum aktivitas kunci itu terselesaikan. Ini seperti filosofi memasukkan tumpukkan batu besar, sedang, kecil hingga pasir ke dalamnya. Kalau kita mulai dari batu besar maka kita masih bisa menyisakan ruang untuk batu sedang, kecil, bahkan pasir untuk masuk mengisi ruang-ruang kosong.
Kemudian untuk menyelesaikan 2 s.d. 3 poin aktivitas penting itu saya biasa gunakan sistem time boxing. Saya sering gunakan “metode pomodoro” kalau sedang ingin fokus. Menggunakan timer fisik maupun software selama 25 menit dimana kita harus fokus mengerjakan 1 aktivitas dalam time boxing tersebut. Setelah selesai, habiskan 5 menit berikutnya untuk istirahat. Dulu saat saya suka sekali gunakan pomodoro saya bisa melakukan 8 hingga 10 kali pomodoro. Kalau sekarang digunakan ketika benar-benar fokus saja. Bagaimanapun, cara-cara yang saya pakai itu tetap punya kelemahan, nggak bisa benar-benar bekerja untuk tiap orang di tiap konteks. Fleksibel saja, nggak usah kaku kaku.
Cari cara yang paling cocok dan memudahkan kita, tools itu diciptakan kan untuk memudahkan kita bukan memperumit.
R : Kalau untuk menentukan mana yang prioritas mana yang bukan, bagaimana, Bang Jay? Seringkali kita mengalami kondisi yang membuat kita kehilangan kemampuan menentukannya.
J : Saya sering pakai matriks penting mendesak, itu cukup umum kok untuk digunakan. Kalau misalnya kurang komprehensif tambahkan sumbu atau variabel lainnya misal impact dan kemudahan. Biasanya kalau agak luang saya mengkategorikan beberapa rencana dari parameter impact yang bisa ditimbulkan, dibandingkan dengan kemudahan melakukannya. Juga cari pilihan aktivitas yang bisa mencerminkan prinsip pareto (20/80), sebuah prinsip mengerjakan aktivitas yang porsi kerjanya itu 20% tapi sudah cukup untuk menghasilkan 80% dari result yang ingin dicapai. Ya begitulah, mudah kalau dibicarakan, tapi pada prakteknya kedisiplinan dan kemampuan pengendalian kesadaran kita pribadilah yang berperan untuk membantu kita memampukan diri melakukan wacana-wacana itu, tentunya dengan ijin dan taufiq dari Allah swt.
R : Pertanyaan agak filosofis, Bang. Apa makna waktu buat Bang Jay?
Waktu menurut saya adalah resource berharga dalam hidup kita yang menjadi instrumen untuk mengumpulkan bekal amal kita. Kalau hilang bagiannya maka akan hilang juga kesempatan kita atas instrumen tersebut.
Resource lainnya mungkin bisa diperbaharui asalkan ada waktu yang unlimited, tapi sayangnya waktu kita limited banget.
Saya suka banget dengan ilustrasi ini: Andaikan kita hidup di dunia yang setiap orang di tiap harinya diberikan uang Rp86,400.- mereka harus menggunakannya, kalau ada yang tersisa, harus dikembalikan kepada yang memberikan. Maka, orang yang menerima uang itu pasti sangat ingin mempergunakan Rp86,400,- mereka itu dengan seoptimal mungkin. Di level pertama mereka pasti ingin agar semuanya bisa dipergunakan, level berikutnya mereka akan berpikir bagaimana mendapatkan return paling optimal dari Rp86,400.- itu, mereka berpikir tentang investasi dengan penghasilan berlipat di masa datang, dsb.
Sama halnya seperti kita hidup, diberikan Allah sehari 86400 detik, tinggal kita mau gunakan untuk apa yang bisa menghasilkan seoptimal mungkin return, dan return bagi kita semua adalah ridha Allah di hari pembalasan kelak.
Sesuatu bisa jadi berharga karena kelangkaan/keterbatasannya. Begitu juga waktu, semakin kita menyadari hakikat keterbatasannya, semakin tinggi harga yang kita berikan kepadanya. Pasti kerasa begitu berharganya waktu itu terutama ketika kita sedang dalam situasi mendesak baik karena deadline, janji rapat penting, dll.
Engka : Saya mau nanya Bang jay, gimana caranya agar istiqomah meyakini dan menyadari betul kalau setiap waktu itu berharga dan pasti akan dipertanggungjawabkan di hari akhir nanti? Lalu apakah Bang Jay pernah futur dan bagaimana mengatasinya selain dengan mengingat mati?
J : Pernah banget kok Mbak, dan itu hal yang manusiawi. Kalau saya pribadi cara mengatasi yang paling ampuh adalah dengan memiliki lingkungan eksternal yang memaksa dan mengancam kita untuk mau tidak mau jadi produktif atau memperbaiki diri, apalagi kalau iklimnya kompetitif. Dulu waktu masih mahasiswa saya ikut program PPSDMS, isinya mahasiswa-mahasiswa super semua, dan kita tiap bulan ada namanya FLPP (semacam laporan kualitas ibadah, prestasi, kegiatan kampus, dsb) wah saya senang sekali karena iklim kompetitifnya sangat terasa, akhirnya faktor eksternal itu yang memaksa saya ketika lagi futur. Atau contoh lain, saya punya kelompok pengajian yang saya bertanggung jawab atasnya sehingga saya harus senantiasa belajar ilmu agama dan bisa jadi teladan, setiap pekan kita ada pertemuan, dan tiap pekan itu pastinya harus ada dong materi dari saya, jadinya memaksa saya sefutur apapun untuk belajar ilmu agama dari beragam pihak. Contoh terakhir, istri saya, yang hapalannya jaauuuh lebih banyak dari saya, gengsi banget kalau giliran murajaah saya kerjaannya cuma nyimak aja, memaksa lagi. Kalau kita bisa men-design lingkungan kita jadi lingkungan yang mengkondisikan diri kita selalu dalam keadaan yang mau tidak mau harus terus bergerak, maka ruang bagi kita untuk semakin terjerembab saat futur akan semakin kecil. Wallahua'lam
Bimo: Saya penasaran dengan stupid paper tadi, bisa didetailkan lagi kah, Bang Jay? Lalu tools apa saja yang pernah dipakai selain stupid paper dan pomodoro? Terima kasih :D
J : Stupid paper intinya kertas A4, dilipat menjadi 8 bagian, lalu kita tulis semua list rencana kita. Sebenarnya stupid paper bisa diganti dengan notebook kecil biasa, hanya karena menurut saya terlalu tebal untuk setiap saat masuk kantong baju, jadi saya pakai kertas. Saya diperkenalkan metode ini oleh Bang Arief Munandar waktu semester awal kuliah dulu. Selain tools itu saya pernah mencoba pakai aplikasi to do list, tapi nggak ada yg bisa bertahan lebih dari 1 pekan, hanya stupid paper yang bisa 9 tahun ini setia menemani haha :D.Untuk pomodoro, saya impor timer tomat pomodoro 3 tahun yang lalu, dari 8 yang saya beli sekarang tersisa 2 buah, 1 di kantor, 1 lagi di rumah.Saya sudah sering pakai aplikasi juga, tapi sentuhan fisik jauh lebih mengena secara emosional.
Firdaus Hakim: Bang Jay, kalau ngurusin waktu kan sebetulnya relatif mudah ya, bikin saja jadwalnya. Nah yang puyeng sebetulnya adalah fokus dengan apa yang harus dikerjakan di jadwal tersebut. Jadi mungkin lebih ke focus-management ya, bukan time-management. Seringkali kita overestimate dengan kemampuan kita untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dalam batasan waktu tertentu, yang pada akhirnya bikin jadwal jadi molor. Bagaimana kiat dari Bang Jay?
J : Nah sebenarnya teknik pomodoro merupakan terapi supaya kita bisa belajar fokus dan tidak menunda ngerjakan hal tersebut Mas Firdaus. Dalam 1 time box pomodoro itu, kita tidak boleh diinterupsi, bahkan oleh smartphone kita atau teman kita. Biasanya kita kasih tanda aja kalau kita lagi mode pomodoro. Dulu waktu saya masih perlu batasan waktu pomodoro saya selalu bilang, "Lagi pomodoro nih, 10 menit lagi ya."Lalu untuk overestimate dalam memperkirakan waktu, itu sebetulnya masalah juga buat saya, Mas. Tipikal orang super optimis seperti saya seringkali kalau memperkirakan sesuatu cenderung terlalu optimis, yang akhirnya ternyata tidak bisa dipenuhi oleh realita kemampuan kita. Tapi tidak apa-apa, itu bagian dari proses kita mengenali kadar dan kapasitas diri kita. Karena sering missed dengan target waktu yang disediakan akhirnya kita bisa punya standar baku untuk diri kita. Nah tinggal perlahan demi perlahan kita naikkan standarnya, karena kalau sudah terbiasa dengan sebuah pekerjaan lama kelamaan akan semakin ahli, jadi akan semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk mengerjakan hal itu. Ada juga teman saya yang kalau lagi mau fokus harus menyendiri, pasang headset yang kedap suara, dan jadi ansos. Mungkin itu bisa dilakukan. Ada juga yang bisa fokus kalau sudah tengah malam, jadi manusia malam. Nah saya pribadi sekarang lagi penasaran dan berusaha meningkatkan jangkauan waktu konsentrasi dan fokus. Misalnya sekarang saya bisa baca buku fisik nonstop berbahasa inggris itu 1 jam, saya lagi belajar bagaimana caranya bisa meningkatkan jangka waktu fokus itu sampai 2 jam atau lebih. Kalau ada yang punya tips monggo berbagi yaa.
R : Waktu sudah menunjukkan pukul 21.52, untuk teman teman yang belum kebagian bertanya, bisa tag IG @meetyawme dan ajukan pertanyaan di sana. InsyaAllah akan dijawab oleh Bang Jay dan akan dipos oleh tim Kami jawabannya. Sebelum penutupan, saya ingin meminta closing statement dari Bang Jay terkait Mural di tembok kantor Badr Interactive yang baru. Di sana tertulis "10 Juta Kebaikan Harian 2018". Apa maksudnya dan apa kaitannya dengan Time Hacking?
J : Sebenarnya itu adalah mimpi untuk bisa berkontribusi menciptakan mesin kebaikan yang bisa memberikan 10 juta kebaikan tiap harinya.
Semenit di dunia internet bisa muncul 5 juta post baru fb, 600 jam video upload di youtube, 4.5 juta search google. Bayangkan kalau itu semua adalah amal kebaikan. Betapa banyaknya pahala kebaikan yang didapatkan oleh pencipta mesin kebaikan itu.
Jadi sembari mencari investasi waktu terbaik buat bekal akhirat kelak, selagi kita semua hidup di era dimana teknologi bisa jadi tools powerful yang sangat scalable untuk menginisiasi dan menyebarluaskan kebaikan.
R : Luar Biasa. Ketika dengan kegiatan fisik kita bisa melakukan beberapa kebaikan, namun dengan dukungan teknologi, kebaikan bisa dilipatgandakan. Terimakasih banyak Bang Jay untuk Kulme perdana ini. Semoga kita semua yang hadir di sini makin lebih baik lagi dalam berteman dengan waktu. Stay tuned bersama Yawme, karena insyaAllah akan ada Kulme-Kulme selanjutnya dengan beragam tema menarik lainnya 😎. Sekali lagi terimakasih banyak semuanya. Wassalamu'alaikum 👍
----------------------------
app : Android & iOS | fanpage : fb.com/meetyawme | ig : @meetyawme
Download app, like fanpage, dan follow ig Yawme untuk terus update info dari Yawme. Bersama Yawme, saatnya bikin dirimu, aktivitas ibadahmu, dan hari-harimu #JadiLebihBaik