💔😳

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from Syria

seen from United States
seen from Finland

seen from Canada
seen from United States

seen from Australia
seen from Norway
seen from China

seen from Russia

seen from Norway
seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands
seen from China

seen from United States
seen from United Kingdom
💔😳

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
John Muir
Telomoyo, Naik Gunung tanpa Loyo!
Melihat hamparan pemandangan dari puncak, merasakan semilir angin yang terasa hingga tulang rusuk yang juga tak jarang buat berdiri bulu kuduk, menghirup udara yang masih bersih tanpa polusi. Masyaallah, kumpulan nikmat keren yang bisa dirasakan secara bersamaan saat di puncak pegunungan.
Tapi, hal tersebut mungkin akan sangat jarang dirasakan bagi saya yang tidak pernah “muncak”, karena tidak tahan dengan lelahnya pendakian, hufft. Ya bayangin naik jalan kaki aja udah capek, bawa carrier, mendaki jalan kaki, dan butuh waktu berhari - hari untuk sampai ke puncaknya (kamu lemah, Nis!). Mungkin kamu juga ya? (cari temen, haha). Naik ke Pondok Kopi Ungaran, Puncak Bogor, itu bagi saya sudah menjadi kenikmatan yang luar biasa. Jadi gak usah lah capek - capek ndaki gunung sampai berhari - hari (cetek banget ya).
Alhamdulillah, pekan lalu merupakan pengalaman saya pertama kali naik gunung (pengakuan yang memalukan!). Ajakan dadakan dari suami. Awalnya menolak, saya tidak ingin capek - capek karena esok harinya harus kembali ke Tangerang. Tapi dengan penjelasan suami yang menggiurkan akhirnya saya berangkat.
Gunung Telomoyo namanya, jika di searching sudah ada banyak review yang menggambarkan keberadaan gunung ini. Meskipun belum populer seperti Merbabu (3.142 mdpl), Andong (1.736 mdpl), Ungaran (2.050 mdpl), dan gunung - gunung lain yang biasa didaki, tapi plis jangan kesampingkan gunung ini. Gunung ini agak berbeda dengan gunung yang lainnya, dan inilah satu - satunya alasan mengapa saya bersedia ikut hingga puncak. Yap, Gunung Telomoyo dapat didaki menggunakan motor ataupun jalan kaki. Sudah jelas, jika diminta untuk memilih antara jalan kaki dan naik motor pasti jawabannya adalah nak motor, wuhuuu!
Gunung Telomoyo berada di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang. Kemarin saya dan suami masuk melalui Desa Pandean, Kec.Ngablak, Kab. Magelang. Memiliki ketinggian 1.894 mdpl, tinggi juga ya. Memasuki wilayah Telomoyo cukup membayar Rp 5000, 00 untuk setiap motornya. Akses menuju puncak Telomoyo sudah beraspal meskipun banyak yang sudah terkelupas, rusak sehingga jalan bolong - bolong, bergelombang, sehingga kondisi motor harus dipastikan dalam keadaan sehat dan bugar serta bahan bakar harus terisi full. Jalannya sempit yang ukurannya hanya cukup satu mobil. Meskipun bisa menggunakan mobil, lebih baik menggunakan motor karena tidak bisa putar balik. Jalan menuju puncak dibuat berkelok memutari gunung sehingga kita bisa melihat pemandangan dari berbagai sisi.
Dalam perjalanan, kita akan disuguhkan dengan pemandangan yang membuat diri ini tak bisa berhenti berdzikir, mengagungkan ciptaanNya. Gunung Merbabu, Gunung Ungaran, Gunung Andong, Gunung Gunung Sumbing dan saudara kembarnya si Gunung Sindoro bahkan Gunung Lawu, Gunung Prau dengan gagahnya menunjukkan keindahan dengan rukun tanpa persaingan, pemandangan pedesaan yang bersahaja, dan pemandangan Rawa Pening yang berkilau dari kejauhan. Sepanjang perjalanan, hanya keindahan - keindahan yang ditemukan. Namun tetap hati - hati mengontrol kendaraan ya.
Perjalanan menuju puncak bisa ditempuh sekitar 30 menit hingga 1 jam menggunakan motor, tergantung sih sebenarnya yang disebabkan oleh banyak faktor. Biasanya, pengunjung akan sering berhenti di tengah jalan karena ingin mengambil gambar dengan berbagai view, bisa juga karena kondisi motor, skil pengendara, dan banyak lagi faktor yang lainnya. Kira - kira setengah perjalanan, kita akan menemukan air terjun kecil yang airnya sangat jernih, dingin, segar yang cocok untuk membasuh wajah yang sudah lusuh dan mampu mengembalikan semangat menuju puncak. Uyeah!
Sampai di puncak akan ada bangunan - bangungan dengan tower - tower pemancar yang menjulang. Bahkan ada warung yang menjual minum, mie instan gelas, dan snack ringan lainnya. Untuk harganya kurang tahu karena saat itu tidak membeli apapun (ngirit mode on). Spot yang paling ramai oleh para pengunjung adalah landasan paralayang. Jika ingin mengambil gambar, maka harus pintar - pintar dan sabar menunggu momen yang tepat, karena banyak kabut yang bisa menutupi pemandangan.
Tapi bagi saya ada yang lebih istimewa. Suami mengajak saya ke spot paling dekat dengan pemandangan Merbabu, Andong, Sumbing, dan Sindoro yang terlihat lebih jelas, mungkin ini tempat hanya kita yang tahu, hehe. Saya kasih tahu rahasianya, tepatnya ada di belakang bangunan bekas PLN distribusi Jawa Tengah (jika saya tidak salah). Agak sulit ditemui tempatnya, karena akses menuju lokasi sudah tertutup ilalang - ilalalng, maaf ya :)
Bagi saya, puncak gunung adalah tempat yang tepat untuk banyak bermuhasabah diri bahwa tidak patut sedikitpun ada kesombongan dalam diri, disana kita merasa sangaaat kecil tidak ada apa - apanya dibanding dengan segala yang telah Allah ciptakan, tempat yang tepat untuk membangun semangat apalagi perginya sama pasangan, melihat hanya ada kenikmatan dan keindahan, lalu berpikir bagaimana syurgaNya Allah? Sehingga semangat untuk terus memperbaiki diri hingga kita capai syurga yang keindahan dan kenikmatannya lebih berlipat - lipat tak terdefinisi, juga pastinya tempat yang tepat untuk banyak bersyukur atas segala karuniaNya, karunias sehat, kesempatan, waktu karena Allah menyempatkan kita untuk bisa menikmati banyak karuniaNya.
So, bagi kamu yang mau nikmatin rasanya naik gunung tanpa loyo maka Gunung Telomoyo adalah solusinya. Jika mungkin ada gunung lain yang juga bisa diakses dengan kendaraan, saya yakin tidak sampai puncak. Namun di Telomoyo, saya pastikan kamu akan sampai puncak gunung tanpa loyo. Harus coba!
Because, a mountain is home for everyone. It’s not only mine or theirs, but it’s ours.
_8109326_00017549 by captured by bond http://flic.kr/p/RAL5sX
A landscape with daisies in foreground. Meadows and a river and also mountains in the background.
This paper is very nice. It is my first time using this mixed media with a texture and it’s lovely.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Marvin Gaye ft Tammi Terrell - Ain't No Mouintain High Enough (Tamla Records 1967)
Marvin Gaye ft Tammi Terrell – Ain’t No Mouintain High Enough (Tamla Records 1967)
29 April 1945, born on this day, American recording artist Tammi Terrell who had a series of duets with singer Marvin Gaye. She had had hits with Marvin Gaye, and scored seven Top 40 singles on the Billboard Hot 100, including ‘Ain’t No Mountain High Enough’, ‘Ain’t Nothing Like the Real Thing’ and ‘You’re All I Need to Get By’. Terrell died of a brain tumour on March 16th 1970 after collapsing…
View On WordPress
There will be mountain bigger than this, Peak hidden in mist, What will you find, At the end of the climb, All you need is some hope, fear and risk. - p.bodi
la barba de viejo crece en ambientes libre de contaminación . . . . #patagonia #forest #mouintain #nature #landscape #photo #foto #photography #film #35mm #kodak #analog #green #filmisnotdead https://www.instagram.com/p/BylaQMgA0hn/?igshid=pvccyznnourw