hujan kenapa kau tiba-tiba menyapa? aku sedang tak ingin di sapa. mengertilah.
malam ini, benar-benar sunyi, hingga aku lupa bagaimana cara meramaikan diri. namun tak apa, ini lebih baik. bukankah sudah biasa ku hadapi hari-hari yang sunyi, senyap bahkan semu. dan tiba-tiba hujan datang menyapa, entah mengapa aku merasa terusik. bukankah selama ini aku begitu merindu hujan?.
DIALOG antara aku yang terusik dan hujan yang dengan senang hati menyapa.
aku: hai hujan, berhentilah menyapa, aku ingin beristirahat, aku sedang lelah malam ini.
hujan : *tetap dengan derasnya turun dari langit malam*
aku : ayolah hujan, jangan mengusik, aku ingin melihat bintang dan bulan bercumbu malam ini dilangitnya. mengapa kau datang dan membuat langit malam nampak mengerikan.
hujan : *masih tetap dengan derasnya mengguyur*
hujan kenapa kamu baru datang? tak tahukah kamu, bahwa aku menunggumu datang untuk sekadar menyapa ... tahukah kamu sudah berapa lama aku menunggu? kini kau datang sesuka hatimu disaat aku sedang belajar melupakanmu, dan mengusikku yang sedang ingin menikmati malam yang indah. kau membuat malamku mengerikan, karena bintang dan bulan tak lagi nampak.