Untuk Radhit, kekasih di masa lampau. Radhit, masih ingatkah kau denganku?. Aku, adik kelasmu yang sering kau jahili. Aku, gadis yang sering nasihati. Aku, mantan kekasihmu yang paling cerewet, katamu waktu itu. Radhit, masih inginkah kau bertemu denganku atau kau sudah membenciku?. Bukannya mengungkit masa lalu, hanya saja aku merasa ada sedikit jarak antara kita dan aku ingin memperbaikinya. Aku tahu tak mungkin kita berteman mengingat perpisahan kita yang tidak baik. Radhit, di mana kamu sekarang?. Aku ingin bertemu denganmu, meluruskan segala masalah antara kita. Aku tak ingin memendam masalah terlalu lama terlebih denganmu. Lelaki paling bijaksana untukku. Radhit, bukannya aku ingin menganggu hidupmu saat ini. Aku hanya ingin bertemu dan meluruskan segalanya. Ku akui aku rindu dengan segala nasihatmu. Aku rindu dengan sikap dewasamu. Terlebih aku rindu menghabiskan waktu denganmu, tentu saja untuk sekarang sebagai teman. Aku tahu, tentu kau sudah mempunyai kehidupan yang baru dan kekasih yang lebih baik dariku. Atau mungkin saja kau sudah membina sebuah rumah tangga dengan seorang wanita tercantik dan paling baik. Radhit, maaf bila surat ini mengganggumu. Aku hanya ingin sejenak bertemu dan meluruskan apa yang harus ku lakukan dari dulu. Iya, dulu aku masih terlalu muda dan labil untuk mengakui kesalahanku. Radhit, semoga dengan surat ini kau akan memaafkan segala salahku. Terimakasih untuk kenangan yang telah kita bangun. Ku doakan yang terbaik untuk hidupmu sekarang. Semoga surat ini akan sampai kepadamu dan semoga saja kita dapat bertemu dan meluruskan segalanya. Akhir kata, sampai jumpa entah kapan. Dari aku, gadis dari masa lalumu.