OPTIMISME
Tempat mencari uang, walau tak ada ruang Raih impian sekilas gampang Namun semua tak semudah membalik telapak tangan
Banyak tubuh renta berjuang di kota. Mereka pergi dengan penuh harap, harap akan anaknya agar dapat mengenyam pendidikan, atau harap akan dapur di rumah agar dapat tetap mengepul. Banyak pula raga-raga tak dewasa yang dipaksa mendewasa bersama jiwanya, merekalah bocah-bocah ingusan yang berjuang di jalanan, mencari uang. Mereka tau tak ada ruang, itulah mengapa harus berjuang. Dengan harap impian akan mudah digenggam, mereka terus berjuang, walau memang tak akan semudah membalik telapak tangan.
Di dalam kesempitan, mencari kesempatan Karena hidup kadang penuh beban Melangkah terus ke depan Sambil menatap mentari terbenam
Perjalanan terus dilanjutkan, dengan keyakinan bahwa akan selalu ada kesempatan di balik semua kesempitan. Seperti yang Allah katakan, bersama kesulitan selalu hadir dua kemudahan, itulah yang mereka pegang. Walau perubahan berarti tak kunjung muncul sampai matahari kembali terbenam, mereka menikmati prosesnya, karena bukan hidup jika tak ada beban. Mereka terus melangkah, karena akan ada “terbit” setelah “terbenam”. Hari esok mungkin akan lebih baik, begitu batin mereka.
Kita acapkali tak acuh akan nikmat-Nya, padahal mereka mengidamkannya. Kesempatan bermimpi pun seringkali tak ada artinya bagi kita, padahal bagi mereka mimpi adalah sasaran, dan usaha adalah senjata. Optimisme bagi mereka bukan hanya omong kosong, kita yang terkadang membuatnya menjadi bohong. Mari kita langitkan harap, merajut optimisme. Karena dengannya lah kita jujur, jujur akan nikmat Allah yang memang dihadirkan agar kita yakin, bahwa mengusahakan tidak sama dengan berpasrah. Semangat berusaha!
Our current favorite song, ya ga @ansefast ?



















