Press Release : Javan Caecilian (Ichthyophis hypo-cyaneus) has found again @Arca Do Mas Site !!!
Gambar Sesilia dari Famili Ichthyophiidae
Sumber : http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/66/Caecilian_wynaad1.jpg
Oleh Irfan Haidar Basyir
Setelah satu tahun lebih lamanya penemuan sesilia jenis Ichthyophis hypo-cyaneus / Javan Caecilian (Boie 1827) di Arca Do Mas pada kegiatan Ekspedisi KPH (Kelompok Pemherhati Herpetofauna)-Python edisi 2013 yang lalu, pada tahun 2014 ini Ekspedisi KPH-Python untuk angkatan 49 yang dilaksanakan di tempat yang sama pada tanggal 3 Mei 2014 berhasil menguak kembali keberadaan satwa yang hanya dapat dijumpai pada berberapa wilayah di Jawa Barat. Adalah Yana Anjana Saputra, anggota Kelompok Pemerhati Angkatan 49 yang menemukan keberadaan hewan yang pada awalnya diduga belut ini. Yana memaparkan bahwa saat penemuannya, satwa ini tengah berada pada tepian batu yang dialiri oleh air, awalnya Yana mengira satwa yang ditemukan merupakan belut namun saat ditanyakan kembali kepada Eko yang merupakan Anggota Kelompok Pemerhati Herpetofauna angkatan Ke 47 mengkonfirmasi bahwa satwa yang saat ditemukan oleh Yana tersebut adalah sesilia ! , lantas tanpa berpikir panjang Yana dan Eko pun langsung menangkap satwa tersebut untuk diidentifikasi lebih lanjut. Satwa yang lebih dikenal di dunia herpetologi karena perawakannya yang mirip cacing ini ditemukan sekitar pukul 08.40 saat pengamatan akuatik dilakukan pada jalur 2 yang merupakan jalur yang jaraknya lebih jauh dari camp dibandingkan jalur pengamatan akuatik lainnya pada ekspedisi KPH-Python 2014. Kondisi habitat akuatik pada jalur kedua memang sangat potensial untuk mendukung kehidupan herpetofauna terutama untuk jenis amfibi, hal ini terjadi lantaran kondisi hidrologi pada jalur kedua ini sangat baik apabila ditinjau dari tingkat kejernihan airnya , dengan tingkat kedalaman yang moderat serta kondisi vegetasi yang masih cukup rapat membuat banyak jenis herpetofauna yang dapat dijumpai melimpah pada jalur kedua ini.
Satwa bernama latin Ichthyophis hypo-cyaneus (Boie 1827) merupakan binatang yang memiliki ciri seperti cacing dengan bentuk kepala yang jelas, mulut lebar dan mata kecil tetapi dapat terlihat. Bintil yang melengkung dikenal sebagai tentakel antara mata dan lubang hidung. Ekor sangat pendek, kloaka memanjang. Kulit halus dan licin, tubuh dipenuhi dengan cincin-cincin (Iskandar 1998). Amfibi ini merupakan salah satu yang termasuk sulit diketahui keberadaannya di lingkungan, serta tidak banyak laporan tentang keberadaan spesies ini maupun spesimen yang tersimpan. Oleh karena itu, jenis ini masuk dalam kategori Data Deficient dalam IUCN (Mumpuni et al. 2013). Penemuan sesilia ini selanjutnya menambah track-record bagi KPH-Python serta Arca Do Mas sendiri selaku habitat yang cocok bagi satwa ini untuk hidup. Penemuan sesilia pada tahun ini pun terbilang spesial karena tim ekspedisi berhasil menjumpai sesilia ini dalam keadaan spesimen hidup , berbeda dengan kondisi tahun lalu yang menjumpai satwa ini dalam kondisi mati.
Menurut Iskandar (1998) sesilia merupakan jenis amfibi yang pada umumnya ditemukan pada tempat yang berkabut, di rawa-rawa, dibawah serasah, kayu atau batuan yang dekat dengan liang , kemudian Iskandar menjelaskan pula bahwa amfibi ini umum dijumpai sesaat setelah hujan yang deras atau banjir melanda habitatnya, penemuan sesilia jenis ini diduga terjadi lantaran beberapa jam sebelum pengamatan akuatik dilakukan Arca Do Mas memang diguyur oleh hujan yang cukup deras , hal ini kemudian menjadi alasan penemuan sesilia kembali di lokasi Arca Do Mas, karena sama halnya dengan penemuan sesilia tahun sebelumnya dimana sesilia ditemukan pada kondisi yang sama yakni setelah lokasi yang bersangkutan diguyur oleh hujan yang deras.
Daftar Pustaka
Iskandar DT. 1998. Amfibi Jawa Bali. LIPI. Cibinong
Mumpuni, Iskandar, D., Wilkinson, M., Gower, D. & Kupfer, A. 2009. Ichthyophis hypocyaneus. In: IUCN 2013. IUCN Red List of Threatened Spe-cies. Version 2013.1. <www.iucnredlist.org>. Downloaded on 14 October 2013.













