Yakinkan aku Tuhan, semoga aku menjadi orang yang paling beruntung.
seen from China
seen from Brazil

seen from Germany
seen from South Korea
seen from United States
seen from Hong Kong SAR China

seen from United States

seen from Singapore

seen from Philippines

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Honduras

seen from Philippines
seen from Philippines
seen from United States

seen from United States

seen from Philippines

seen from United States

seen from United States
seen from China
Yakinkan aku Tuhan, semoga aku menjadi orang yang paling beruntung.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Menentukan arahku sendiri disaat aku tidak melekat pada apapun dan menjadi sebebas udara yang memenuhi ruang untuk menghidupkan mereka yang bergantung padanya. Karna aku bukan kamu, dan aku hanyalah aku yang melihat jalanku sendiri.
Z O N A N Y A M A N
Kita mempunyai perbedaan, tentang Zona Nyaman.
Kamu nyaman dan tenang ketika hidup di tengah hiruk pikuk kota megapolitan. Naik KRL berjubel ratusan orang demi datang ke tongkrongan gaul malam mingguan. Atau makan cantik dengan hidangan hanya secawan tapi harganya melebihi ratusan. Tentu saja yang tak boleh terlupa, adalah hangout dan shopping di butik dengan branded kelas internasional.
Tenang saja, itu tidak salah. Karena itu adalah Zona Nyaman mu, tapi bukan Zona Nyaman ku.
Kita berbanding terbalik. Aku lebih menyukai kehidupan kota yang lebih tenang dan tidak segaduh kota mu.
Yasudahlah, aku hanya ingin mengungkapkannya padamu. Apa boleh dikata, jika Allah memberikan rejeki untuk tinggal di kota mu. Wallahu'lam.
Untuk kita, yang berbeda.
A. Firmansyah | 25 November 2017
Entah sejak kapan aku jadi tahan. -dari rasa lapar -dari rasa kepengin -tahan menunggumu Sekarang, malah Jadi ngalahan Nrimonan
aku dan kecie-cieanmu
tak lihatkah kau jalan lebar diseberang sana itu
jalan yang rata tanpa tanjakan tanpa turunan
dan tanpa semak belukar yang menghalangi ataupun melukai
hanya kerikil-kerikil kecil saja
bila nyatanya kau ingin seberangi aku
kau pasti akan berada di jalan itu
 bukankah kau sudah merasakan jalanku
walau tak sampai jauh kau menemaniku
kau bisa rasakan jalanku memang keras,tandus penuh dengan pecahan…
View On WordPress

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tuhan telah mempermudah jalanku, jika ada yang dapat ku lakukan untuk mempermudah jalan orang lain maka akan ku lakuka...
NORAH AL-FAIZ (wakil mentri pendidikan pertama di Arab Saudi)
Prosesku, Bukan Prosesmu
Mahasiswa tingkat akhir. Jadi seperti ini rasanya. Dulu, jauh-jauh hari pernah mencoba membayangkan bagaimana kelak mengalaminya. Dan kini semua itu benar-benar kenyataan. Rasanya, boleh dibilang rujak gado-gado. Ternyata lebih macam-macam rasanya dari yang dahulu dibayangkan.
Kalau dikatakan tidak ada beban, sungguh itu bohong. Kalau berkoar tidak ada rasa takut, itu juga bohong. Kalau lantang berseru baik-baik saja, itu tidak sepenuhnya benar. Beban itu ada. Takut itu mengumpul. Namun ada baik-baik saja yang walau tipis membuat semuanya terlihat baik-baik saja. Pasti akan baik-baik saja. Pada akhirnya semua akan terlalui. Dan jika yang lain bisa melewatinya, tentu aku juga bisa dong!
Takut itu memang wajar. Siapapun pasti akan takut jika hendak melalui sesuatu yang sebelumnya belum pernah terlalui. Ya, selalu ada saat pertama untuk setiap hal. Menuju saat pertama itu pasti dipenuhi bermacam-macam pikiran yang aneh. Ini terjadi berdasarkan pengalaman yang sebelumnya pernah dijalani atau pengalaman orang lain yang pernah didengar. Pengalaman itu ada yang menyenangkan dan yang buruk. Nah, pengalaman buruk yang tersimpan dalam memori sewaktu-waktu dapat muncul di permukaan pikiran. Inilah yang menimbulkan rasa takut jika kejadian tersebut terulang. Padahal belum tentu seperti itu bukan? Dalam hal ini, persepsi berhasil mendominasi pikiran manusia. Beruntung jika persepsi baik yang dimiliki. Jika persepsi itu buruk, pasti hanya ada ketakutan dan ketakutan yang dirasakan. Kalau sudah seperti itu, segeralah munculkan persepsi baik bahwa ketakutan sebagai manifestasi persepsi buruk itu hanyalah gangguan yang menghadang.
Dalam usahanya mengejar impian itu, ada-ada saja cobaan yang dialaminya, untuk menguji keteguhan hati serta keberaniannya*
Tentang beban, rasanya tidak ada sesuatu yang tidak memiliki beban. Bahkan setiap benda memiliki bobot yang terukur dalam satuan berat. Beban itu ada karena adanya rasa takut. Memikirkan ini dan itu yang belum terjadi menelurkan ketakutan yang jika terakumulasi akhirnya menjadi beban. Bahaya jika beban itu beratnya kelewatan karena yang ada hidup menjadi didominasi oleh beban-beban. Akhirnya tidak bisa berpikir jernih. Kalau sudah tidak bisa berpikir jernih bagaimana akan bertindak secara rasional? Maka, tidak menutup kemungkinan jika yang tadinya hanya takut namun karena tidak berhasil membuat strategi dan tidak ada aksi akhirnya gagal yang terjadi. Yang tadinya takut gagal akhirnya benar-benar gagal. Yang tadinya hanya sekedar ketakutan akhirnya menjadi kenyataan. Dan beban itu menjadi semakin berat.
Kami biarkan hidup mengambil jalannya sendiri, mengikuti jalurnya sendiri, menuju nasibnya sendiri*
Intinya, selalu dibutuhkan perasaan baik-baik saja dalam setiap hal. Cukup yakin semuanya pasti baik-baik saja. Toh, kita tidak berpangku tangan dan terus berusaha. Janji Alloh bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan sampai diulang dua kali dalam Surat Alam Nasyrah. Itu berarti tidak selamanya sesuatu itu sulit dan buruk. Namun sepertinya telah menjadi sifat manusia untuk tidak menyukai hal-hal yang sulit dan buruk. Oke, siapa sih yang tidak mau selalu diberi kemudahan? Siapa yang tidak mau hidupnya selalu senang dan lancar? Tapi itu nonsense. Justru syarat untuk mencapai kemudahan dan kebaikan adalah kesulitan yang seringkali dianggap sebagai keadaan buruk.
Jika digambarkan dalam skema input dan output. Kesulitan itu inputnya dan pastinya kemudahan itu outputnya. Diantara input dan output dihubungkan oleh proses. Mudahnya, untuk menghasilkan keluaran (output), yang masuk (input) haruslah diolah (proses). Proses ini adalah usaha yang dilakukan untuk menuju yang diharapkan (output = kemudahan). Jadi, untuk menggapai kemudahan haruslah melakukan usaha. Tidak bisa hanya diam saja dan berpangku tangan. Usaha yang dilakukan juga bukan sekedar usaha, namun usaha yang konsisten, terus menerus, tidak kenal lelah, dan tidak mudah putus asa.
Setelah usaha adalah doa. Tidak ada gunanya usaha tanpa doa. Segala sesuatu terjadi atas izin Allah. Ada campur tangan Allah dalam kehidupan sehari-hari kita.
Terakhir, biar saja orang lain sudah mendaftar dan mengumpulkan proposal penelitian. Biar saja aku masih disini, berkutat dengan revisi-revisi. Bukan berarti aku tertinggal. Secara kasat mata mungkin iya. Orang lain sudah di depan, aku masih tertatih-tatih. Aku hanya percaya bahwa inilah prosesku. Prosesku berbeda denganmu atau dengan siapapun. Dan aku memegang kunci keberhasilan. Aku berpikir positif dan percaya dengan janji Allah tentang kemudahan yang pasti datang. Aku berusaha, tidak diam saja, dan terus melakukan perbaikan. Aku juga berdoa, melibatkanNya dalam urusan sehari-hariku. Jika Muhammad Assad dalam Notes From Qatarnya, yang kulakukan itu, 3P –Positive, Persistence, Pray-
Setiap orang punya cara masing-masing untuk mempelajari sesuatu. Cara dia tidak sama dengan caraku, begitu juga sebaliknya. Tapi kami berdua sedang mencari takdir kami, dan aku menghormatinya untuk itu*
 *Paolo Coelho dalam Sang Alkemis