Barcelona dan Manchester United Saya tidak akan bercerita tentang bola karena saya tak begitu paham tentang dunia bola, tapi saya setidaknya tahu fans kedua nama klub itu tidak akan bisa akur. Saat ini saya hanya tengah menatap ia yang degan pulasnya memejam, sesekali menarik kembali selimut yang mulai kebawah. Sepreinya bergambarkan klub bola Manchester united, ditambah selimut berwarna biru langit yang dipenuhi bunga-bunga. Wajahnya lucu, seperti anak kecil. Dan itu berhasil membuat ingatan saya kembali pada dia. Dia yang diseberang pulau sana dengan wajah yang tak kalah lucunya jika tertidur pft Saat ini dinginnya cemoro lawang entah berapa derajat. Kaki saya sesekali gemetaran, tak pernah begitu sanggup menahan dingin, memang. Diluar penginapan suara-suara mobil yang lewat hanya sesekali, sepi. Hening. Terlalu sempurna untuk rasa dingin disertai pemandangan disebelah kananku *ups. Tapi didalam kamar tak begitu hening. Suara kran air yang masih menetes dikamar mandi setidaknya sedikit memecah hening. Saat ini saya harusnya tidur, pulas, seperti dia yang kini sedang kutatap. Sebab tengah malam nanti kami akan dijemput. Tapi pikiran saya terlanjur kacau.
Dan Sialnya saya terlanjur terbangun dengan mimpi yang entah menjadi pertanda agar saya tak usah mencipta harap terlampau jauh, ataukah harapan saya yang kini sudah semakin jauh hingga sebegitu takutnya jika harus menerima kenyataan "tak pasti".
Ahhhh... cemoro lawang terlalu dingin. Ingatan-ingatan saya jadi kemana-mana. Ini masih tanggal 17 agustus. Hari kemerdekaan. Dan saya harusnya ikut merdeka juga. Merdeka dengan memejam, Memerdekakan tubuh yang sudah sedikit bekerja terlampau keras.
Seprei yang saya pakai bergambar Barcelona, selimutnya hijau dengan motif bunga-bunga juga.
23.48 Cemoro lawang, menuju 18 agustus 2016













