Apa yang tersisa setelah berbuka ? Sisa dendam yang belum kau bayar tuntas dengan melahap apa saja yang dihidangkan di meja makan atau sisa ruang di lambungmu agar ruku dan sujud sholat tarawihmu tak limbung ?
Apa yang tersisa dimalam hari, setelah siangmu berhadapan dengan lapar dan dahaga, keluh kesah dan amarah ? Cukup puas dan kenyang dengan menu berbuka atau belum merasa cukup mengisi siang dengan tabah pada amarah, istiqomah beramal sunnah dan tilawah ?
Perut disengaja berlapar - lapar dan tenggorokan dibiarkan kering walau haus. Agar ruhani menjadi penurut untuk taat pada - Nya. Bukan semata makan besar ketika berbuka puasa mengisi perut yang mengecil setelah siang hari tak di isi.
Sekarang coba kita berkaca sembari bertanya di depan cermin. Selain menahan lapar, sudahlah kita menahan lisan dari ghibah yang serupa memakan daging manusia ? Selain menahan haus, sudahkah kita menahan ucapan tercela dan amarah yang merusak nilai puasa ? Lalu kita haruslah merasa curiga pada diri sendiri; " Jangan - jangan hanya lapar dan haus yang tersisa dari puasaku, sedangkan pahala dan syurga malah menjauh sebab lisan, mata dan prasangka merusak nilai puasa ? "
Maka malamnya adalah waktu untuk sesali dan koreksi lagi. Agar ibadah dan puasa kita membaik dikeesokan hari, semiga kita mendapat hadiah yang Allah janjikan pada siapa saja yang bersungguh - sungguh beramal dibulan suci. Selamat melewati 28 hari lagi !