Indonesia siap produksi 10 juta ton baja pada tahun 2025. Baja merupakan mother of industry dan ini fokus pemerintah untuk kemandirian Indonesia. Ā Apa yang digelar di Indometal 2018?
Perusahaan Maschinenfabrik Gustav Eirich GmbH & Co KG yang berdiri sejak 150 tahun silam di Jerman, beroperasi di Surabaya sejak tahun 1937. Menurut Idris Engan Wirjawan Presiden Direktur PT Gieselberg Indonesia (kiri) yang memasarkan mesin pembuat pelet (besi) untuk bahan baja, mesin Eirich digunakan di negara-negara produsen baja seperti Indonesia. Junior TONG dari KL Aloy (kanan) dari Taiwan justru tertarik menjual sistem dan teknologi buatan EIRICH (Foto: Rayendra L. Toruan)
Pembangunan infrastruktur yang demikian massifĀ berdampak luas terhadap industri nasional seperti sektor baja dan industri pendukungnya.
Indonesia memilki klasterĀ industri baja diĀ Cilegon, Banten. Pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan industri dalam negeriātanpa imporāhingga mampu memroduksi 10 juta ton baja pada tahun 2025.
Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin I Gusti Putu Suryawirawan pernah menjelaskan, bahwa industri baja sebagai salah satu prioritas yang tengah pemerintah Ā kembangkan.
Sektor baja merupakan Ā mother of industryĀ karena produknyaĀ merupakan bahan baku utama bagi kegiatan sektor industri lainnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa peningkatan penggunaan produk baja di Indonesia kian optimalāsejak perencanaan pembangunan, pemeliharaan, dan pelaksanaan infrastruktur.
Basuki menjelaskan peningkatan penggunaan baja pada saat meluncurkan Katalog Produk Baja Ringan Konstruksi 2018 di Kementerian PUPR, Jakarta, belum lama ini.
Pembangunan infrastrukturĀ membutuhkan materialĀ seperti baja yang digunakan untuk konstruksi beton pracetak, juga semen, pasir, dan bahan pendukung lainya.
Menteri Basuki menjelaskan penggunaan baja terus ditingkatkan sesuasi pembangunan infrastruktur layang seperti jalan tol layang (elevated)Ā hingga jembatan gantung.
āKemudian pembangunan jalan tol Yogya-Solo Elevated Toll 60 kilometer atau Bandung Intra Urban Toll Road bisa didesain menggunakan konstruksi baja,ā demikian penjelasan Basuki secara tertulis dikirimkan kepada Kompas.com
Sementara itu, PT Krakatau SteelĀ Tbk. (KS),Ā Ā dan perusahaan baja Korea,Ā PoscoĀ bekerja sama membangun klasterĀ untuk mendukung produksi hinggaĀ 10 juta ton baja di Cilegon,Ā Banten.
Kawasan industri Krakatau Steel di Cilegon dioperasikan industri baja terpadu, yakni PT KSĀ dan PT Krakatau PoscoĀ (perusahaan patungan PT KS dan Posco)ātermasuk infrastruktur pendukung seperti pembangkit kelistrikan, air baku industri,Ā dan pelabuhan curah terdalam di Indonesia.
Total kapasitas produksi PT KSĀ dan PT Krakatau Posco mencapai 4,5 juta ton, dan akan ditingkatkan setelah pabrik HSM#2 berkapasitas 1,5 juta tonĀ beroperasi padaĀ akhir tahun 2019ātotal produksiĀ akan mencapai 6 juta ton.
Penyelenggaraan INDOMETALĀ (International Metal Steel Trade Fair for Southeast Asia) yang berlangsung di Kemayoran, Jakarta, 17 ā 19 Oktober 2018, tentunya menginformasikan beragam teknologi dan produk pendukung yang dapat digunakan oleh pelaku sektor industri baja dan pendukungnya.
Beberapa perusahaan peserta antar lain, PT Akbar Budi Sakti,Ā Ā Ā Cometto Spa, Ask Chemical GmbH, Digital Prima Imaging, Dr Revotek, Baralogam Multijaya, Caprefindo, Chs-Asia Co.Ltd., Electrotherm dari India, Hitachi Technologies, Foseco Indonesia, Exim & MFR Enterprise, dan Greenplus Indonesia.
Juga Harbison Walker International, Icha Engineering, Itokoh Ceperindo, Makmur Meta Graha Dinamika, Merak Magnesiumindo Industri, Metalurgi Mitra Abadi, Nuova Carpenteria Odolese Srl.
Tak ketinggalan Qes Group, Sonha Ssp Vietnam Sole Member, Stainless Steel Primavalve Majubersama, Sentosa Metalurgi Indomas, Sinto Indonesia, Tav Vacuum Furnances Spa, Swif Asia dan sebagainya.
Simak beberapa informasi perusahaan yang dihimpun oleh industry digital media berupa photo stories.
Indonesia Siap Produksi 10 juta TonĀ Baja Indonesia siap produksi 10 juta ton baja pada tahun 2025. Baja merupakan mother of industry dan ini fokus pemerintah untuk kemandirian Indonesia. Ā









