
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from United States
seen from Australia

seen from Mexico

seen from Mexico
seen from Sweden
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Mexico

seen from Türkiye
seen from Spain
seen from United States
seen from China

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
The last ten days of Ramadan are deemed the most sacred and blessed. They must consequently be spent in acts of devotion and worshipā¦
I'tikaf : Learn from others
Selama beberapa hari i'tikaf di sini aku mendapati suasana yg berbeda dengan di Jakarta, salah satunya karena jumlah peserta i'tikaf yg berumur 50an ke atas lebih banyak kalau dibandingkan dengan masjid yg biasa menjadi tempatku i'tikaf di jakarta, alasan yg lainnya karena aku i'tikaf sendiri.
Ada apa dengan kakek² kok bisa sampai mengubah suasana gitu ?, ya lebih tepatnya sih mengubah suasana hati ya, karena banyak hal yg bisa dipelajari dan diteladani dari mereka, dari kehidupan dan tingkah laku mereka. Misalnya di sini aku kagum dengan mereka yg sengaja jauh² dari lombok timur atau lombok utara datang ke islamic center untuk tarawih atau i'tikaf kalau masih muda mungkin masih wajar, ini mereka sudah lumayan tua dan tak jarang mereka rombongan menggunakan "mobil engkel" atau malah mobil pick up, itu membuatku kasihan kepada anak-anak muda yg masih diberikan badan yg sehat dan bugar tapi malah menghabiskan sisa ramadhan buat nongkrong atau nge-mall. hei... anak² muda, apa kalian nggak malu dengan mereka ? apa kalian nggak merasa tersindir ?
Hal lain yg membuatku terkesan adalah semangat mereka menguatkan fisik mereka, bayangkan saja dengan tubuh yg kelihatan renta itu mereka masih sanggup untuk tarawih 20 rakaat dengan bacaan yg lumayan panjang (tapi bacaannya enak sih) sedangkan anak-anak muda pada bertumbangan, mundur terutama setelah rakaat ke 8.
Dan sebuah moment yg membuatku kagum dan merasa belum "push the limit" adalah ketika seorang kakek² yg umurnya mungkin sekitar 60-70 tahun yg berusaha untuk tetap qiyamullail sambil berdiri (fyi : qiyamullail di sini 2,5 juz), namun ketika di dua rakaat terakhir beliau hampir terjatuh dan akhirnya berdiri sambil berpegangan di jendela masjid, dan sisa rakaatnya beliau lakukan sambil duduk. Itu menyadarkanku kalau selama ini aku belum terlalu mencoba, belum terlalu berusaha sampai titik batas kemampuan dalam suatu ibadah atau amal, masih terlalu santai.
Satu hal lagi yg aku pelajari adalah kakek² itu kalau di dekati mereka akan banyak bercerita atau berbicara (tidak semua sih tapi menurutku mayoritas seperti itu) walaupun kamu adalah orang yg baru dikenalnya, mereka akan bertanya asalmu dari mana lalu mulai bercerita tentang daerah itu, lengkap dengan nama teman-temannya di sana yg bahkan kamu mungkin tidak kenal, they have a lot of experience.
Maka i'tikaf adalah moment dimana kita bisa banyak mengambil pelajaran dari orang lain dan merefleksikan diri, bercermin melalui mereka, melihat seberapa posisi kita dalam fastabiqul khoirot ini, melihat seberapa besar usaha kita dibanding mereka dalam menunaikan amal atau ibadah. Maka peka-lah terhadap lingkungan dan orang² di sekitar kita karena begitu banyak pelajaran dan hikmah yg bisa diambil. Semoga Allah menganugerahi kita umur yg panjang lagi berkah, sehingga bisa menjadi teladan seperti mereka.
Lombok, 28 Ramadhan 1439 H
Amalan Sunnah di Bulan Ramadhan Berikut ini adalah amalan yang sesuai sunnah Nabi, baik sunnah qauliyah dan fiāliyah yang bisa kita lakukan selama bulan Ramadhan. Bersahur Dari Anas bin Malik radhiallahu āanhu, bahwa Rasulullah shallallahu āalaihi wa sallam bersabda: ŲŖŁŲ³ŁŲŁŁŲ±ŁŁŲ§ ŁŁŲ„ŁŁŁŁ ŁŁŁ Ų§ŁŲ³ŁŁŲŁŁŲ±Ł ŲØŁŲ±ŁŁŁŲ©Ł āBersahurlah kalian, karena pada santap sahur itu ada keberkahan.ā (H.R. Bukhari ⦠Continue reading Panduan Shaum Ramadhan (Bag. 5)
Menangkan! (1)
Tebakan dulu yuk!
Itik itik apa yang banyak pahalanya?
Iya bener, itikaf. Oke sori, iya sori jayus. Ahahaa.
Hey, selamat datang di 10 hari terakhir ramadhan ya! Semoga makin semangat. Pokoknya, mari menangkan!Ā
Pernah iātikaf ga?Ā
Saya iātikaf pertama kali itu waktu lagi mabok-maboknya garap skripsi. Itu sungguh sarana refreshing yang manjur di tengah susahnya ngatur waktu dan diantara kegamangan hati yang merasa jadi manusia yang lagi dikasih cobaan paling terberat di muka bumi ini. Saat itu sih. Ahahaa.
Saat itu mah belum tau sama sekali tentang iātikaf. Saya diajak Kapitunk dan Kadije yang memang tahun sebelumnya sudah cobain iātikaf. Saya ikut aja waktu itu. Tapi kan lebih baik kalau ibadah dikerjain kalau sudah punya ilmunya. Gitu sih kata Pak Ustadz. Ehehee. Yuk mari, kita belajar bareng.
Artinya?
Iātikaf menurut bahasa artinya berdiam atau berhenti. Sedangkan menurut istilah artinya berdiam diri di dalam masjid dan melakukan amalan-amalan baik.
Hukumnya?
Sunnah.
Syariatnya?
Anjuran melakukan iātikaf ada dalam qurāan dan hadits, yaitu QS Al-Baqarah (2): 187 dan hadits yang berbunyi:
Dari Aisyah ra bahwa ia berkata,Ā āRasulullaah saw melakukan iātikaf sesudah tanggal 20 ramadhan hingga beliau meninggal dunia.ā (HR Bukhari dan Muslim)
Tujuan?
Melatih diri agar sholat fardhu tepat waktu (on time). Kalau boleh saya tambahin, ini sarana melatih diri lebih khusyuā ibadahnya juga sih. Menurut pengalaman saya pribadi sih ini mah.
Waktu?
Sebenarnya iātikaf bisa dilakukan sepanjang tahun. Maksudnya kapan saja pun bisa. Tapi Rasulullooh saw lebih rajin iātikaf saat ramadhan, khususnya 10 hari terakhir ramadhan.
Durasi?
Seperti yang udah saya bilang, pertama kali iātikaf saya ga punya ilmunya sama sekali. Saat itu saya masih sibuk menyelesaikan skripsi dan mengajar di bimbel. Jadi paginya saya harus beraktivitas, maka saya pulang ke Depok tiap paginya. Jadi mikir, apa iya kalau begitu caranya bisa dapat pahala iātikaf? Tapi saya lihat banyak juga yang seperti saya, pagi harinya meninggalkan masjid. Jadi ya saya pikir itu sah aja.
Nah, di lain kesempatan saya mencari tau sebenarnya bagaimana iātikaf dengan cara seperti itu. Jadi, memang sebenarnya iātikaf itu mengikat diri dengan masjid. Jika meninggalkan masjid maka pahala iātikafnya batal sampai saat itu. Ya memang logikanya gitu sih ya kalau mengacu pada makna iātikaf.
Ada ulama yang bilang iātikaf harus 24 jam. Ada juga yang bilang menetap di masjid selama waktu sholat fardhu ke sholat fardhu berikutnya sudah bernilai iātikaf. Ada juga yang bilang, kalau biasanya ke masjid hanya untuk sholat jamaāah, saat niat ingin iātikaf hanya memiliki kesempatan untuk sholat berjamaāah ditambah dengan ibadah lainnya misalnya tadarus, maka itu udah bernilai iātikaf.
Wallahu aālam bishshowab. Yang penting kita punya niat baik untuk iātikaf, pergi ke masjid melakukan amalan-amalan baik semampunya. Urusan pahala dan sebagainya biar itu jadi urusan Allooh aja ya. Ahahaa, maaf ilmu saya cuma baru segini soalnya.
Syarat dan Rukun Iātikaf?
Diantaranya: Niat, muslim, berakal, suci dari hadats besar dan kecil, menetap di dalam masjid melakukan amalan-amalan baik.
Tips Beriātikaf dari Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA
sempurnakan niat.
menyiapkan perlengkapan penunjang iātikaf.
membuat program iātikaf.
menumbuhkan motivasi ibadah, misal dengan menulis atau mengingat keutamaan khusus saat melakukan amalan baik di malam lailatul qodar.
melakukan iātikaf dengan konsisten dan ikhlas karena Allooh.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Pemuda Cinta Masjid
Sudah hampir sekitar 3 tahun ini, bandung tak hanya dikenal sebagai tempat destinasi wisata, fashion, atau kuliner saja. Tapi lebih dari itu, kita pun saat ini disuguhkan dengan fenomena ramainya masjid oleh para pemuda nya. Hari ini, ketika dulu rasa-rasanya hanya sebuah harapan, melihat masjid jauh lebih ramai daripada mall, namun hari ini pemandangan tersebut dapat kita lihat setiap harinya. Dengan ramainya pemuda datang ke masjid, menjadi tren bagi kota-kota lain untuk dapat menjadikan masjid-masjid sebagai tempat para pemuda.
MasyaAllah, ada harapan yang mulai tumbuh kembali, Tentang bagaimana mengembalikan semangat belajar agama islam pada diri pemuda. Tentang bagaimana mereka bisa menjadikan agama sebagai pedoman hidup. Tentang agaimana bergaul yang sesuai dengan aturan - aturan agama. Perlahan tapi pasti dalam diri tertanam, bahwa hidup dengan pegangan agama itu sama sekali tidak akan mengganggu hal apapun dalam hidup, justru akan mempermudah segalanya, menemukan tujuan-tujuan hidup sebenarnya.
Seorang ustadz yang mengisi sebuah kajian rutin anak muda di bandung pernah berkata, dalam satu kesempatan, beliau bilang, āBeberapa waktu lalu, saya diundang mengisi kajian di salah satu kota di pulau sumatera, MasyaAllah, yang hadir saat itu banyak sekali, hingga jamaāah masjid tumpah ruah ke pelataran masjid, mereka antusias sekali bisa mengikuti kajian, dan setelah selesai, ada salah satu jamaāah yang mendatangi beliau dan berkata, ustadz, saya ingin belajar agama, tapi disini sulit ustadz, menemukan kajian yang rutin diadakan, tidak seperti di bandung tadz, banyak sekali kajian disana, kadang saya iri dengan pemuda bandung, karena mencari ilmu disana sangatlah mudah, tidak sepeti disini tadzā.Ā
Ternyata pengaruhnya sudah menjangkau kemana-mana, saat ini banyak juga di kota-kota lain, yang berusaha menggerakkan anak-anak mudanya agar mencintai masjid. Kreatifnya, pemuda-pemuda bandung, memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan trend positif ini. Semoga tetap diluruskan segala niatnya, tetap terjaga semangat dan keistiqomahannya. Berharap seperti di zaman Rasulullah SAW, yang dimana masjid sebagai pusat peradaban, yang dipenuhi oleh pemuda-pemuda yang punya cita-cita besar bagi agama islam.
Yang di bandung, patut bersyukur karena disini dimudahkan segala sarananya dalam mencari ilmu, tinggal kemauan dalam diri. Yuk ah, viralkan bandung dengan pemudanya yang cinta masjid, cinta kajian ilmu, ramah dan kreatif :)
Udah masuk malam 22, kuy ramaikan masjid, iātikaf ...Ā
Bandung, 16 Juni 2017
Nabi shallallahu'alaihi wa sallam beri'tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya, kemudian isteri-isteri beliau pun beri'tikaf setelah kepergian beliau.
HR. Bukhori
Note from Ramadan Night 29
Tinggal 1 kali khataman lagi dari total khataman yang ditargetkan, masih sisa 25 j yang harus diselesain dalam 2,5 hari.. Bisa sebenernya: malem ini 5j, senin 10j, selasa 10.
Taaaapiii, udah abis semangatnya sejak malam 28 kemarin. Cape (hati) karena satu dan lain hal. Banyak mikir, kurang dzikir. Perut penuh, hati hampa.
Alhamdulillah hujan, makin pengen tidur aja walau masih jam 9. Orang2 pada tilawah sampe tengah malem, saya malah udah mau tidur..hahah. Ohh tidak, baterai HP tinggal 1%.