seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from China

seen from Algeria
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United Arab Emirates
seen from Russia

seen from Kuwait
seen from Italy
seen from Portugal

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States

seen from United States

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Do Hwe Ji #1
Hweji predebut.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
lemon-lime sorbet — role reversal
Cha Hweji sudah terbiasa dengan tata panggung; lampu sorot, earpiece yang dipasang lekat-lekat, hingga kamera yang mengikuti setiap bentuk langkahmu. Juga lautan lightstick dan teriakan-teriakan pendukung.
I know you’ll do well. Don’t be nervous. Fighting!
Dia juga terbiasa akan keadaan di belakang panggung, bagaimana langkah-langkah terasa begitu diburu-buru, bagaimana wajah didempul untuk terakhir kali demi hasil terbaik yang akan terlihat di lensa kamera. Dia juga terbiasa akan perintah-perintah yang berbentuk teriakan-teriakan tanpa ampun yang hingga sekarang masih membuatnya kaget ketika mendengar salah satu diantaranya, dan dia tahu bagaimana keringat dingin membasahi dahi dan kedua telapak tangan. Cha Hweji di usianya yang ketujuhbelas telah merasakan itu semua selama setidaknya satu tahun, dan pengalaman mengatakan bahwa yang harus ia lakukan hanya menerimanya.
Tapi, dia tidak terbiasa menjadi seorang penonton.
Tentu, dia pernah menonton grup-grup lain―grup-grup yang berasal dari satu agensinya, tapi tidak sedekat ini. Dia terbiasa untuk duduk di barisan VIP, mempelajari kerumunan dan mendukung dari kejauhan, tetapi bukan dengan tongkat cahaya berwarna-warni di tangan. Dia tidak terbiasa untuk bersatu dengan kerumunan yang seakan membuat dirinya merasa kecil, dan mendengar orang-orang di sekitarnya berbisik-bisik tentang Jin Youngin yang sebentar lagi akan muncul dari balik tirai panggung membuatnya semakin kecil…
…ah, ya. Dia tidak pernah melakukan ini, tetapi demi Jin Youngin, Cha Hweji akan melakukan apapun.
Ia menatap ponselnya yang dipegang dengan tangan kiri, menggulung halaman linimasa twitternya, dan berhenti di sebuah tweet terbaru yang memuat sebuah selca. Dan Hweji tersenyum, pada diri sendiri―mengagumi, seperti apa yang biasanya dia lakukan ketika melihat figur si pemuda via layar gadget. Tapi kemudian, lampu-lampu dimatikan, dan ponselnya cepat-cepat ia masukkan ke kantung celana jeansnya, sementara tangan kanannya terangkat, menjunjung lightstick yang membawa identitas warna.
Jin Youngin muncul, masih dengan lampu yang belum dinyalakan, bersiap pada tempatnya. Untuk kemudian lampu-lampu mulai menyala, dan si pemuda menyanyikan baris lagunya.
(All smiles. Fluttering feelings. Ocean of lights.)
Hweji menemukan dirinya, di antara ratusan orang, terkesima.
And she’s falling for him again, like every single time they met, or every single time he smiles.