"ูุจุงููู ุนูู...."๐ญ
- @ghozydes
seen from United States
seen from Russia
seen from Yemen

seen from United Kingdom
seen from Tรผrkiye

seen from Malaysia
seen from Sweden
seen from Brazil
seen from China
seen from Brazil
seen from United Kingdom
seen from Tรผrkiye
seen from China
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Indonesia
seen from United Kingdom
seen from Angola
seen from Brazil
"ูุจุงููู ุนูู...."๐ญ
- @ghozydes

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
If a man asks to keep deep knowledge and Divine Wisdom (Hikma),ย
he must do three things:ย
1. he must not walk without wudhu, nor must he touch any book without wudhu.
2. he must use a miswak (tooth stick); and,
3. he must keep the midnight salat (Tahajjud).
- Grandshaykh AbdAllah Fa'iz Daghestani (may Allah sanctify his secret.)
Studio Chahar & Atelier Masomi, Hikma project, part of Bayt al-Hikma (House of Wisdom), Baghdad, Iraq
Via: arch2o.com
week 1 | โ
this season will be an introduction to Islamic Philosophical Tradtions & History. An introduction to Hikma- hikma translates to wisdom. a dive into wisdom itself.
the introductory lecture was beautiful; references from historical times to the perils of modernity, beautiful quotations from tradition and the treasure of Language that Arabic is.
debunking modern myths and reconciling faith & reason. looking forward to this ride, might as well find some intellectual peace of mind if not in other forms in life currently.
also indulging in the works of Rabindranath Tagore and wishing sincerely that somehow one day I learn Bengali itself just like Farsi to read original works of these brilliant figures.
ูุง ุชุจุงูู ุจู ู ููุฑูุฏูู ุทุงูู ุง ุฃูุง ุฃุฑูุฏู
Dont worry about who wants me if I want you.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch โข No registration required โข HD streaming
Great new series from my friend Hikma History, presenting history through the food of Northern India! Often I find, here in north America we separate ourselves from history, feeling that the past is 'distinct,' and removed from us, but projects like this are a great way to show how history and culture and closely intertwined in everyday lives.
Use Wisdom When You Command the Good & Forbid The Evil
I heard Shaykh al-Islฤm Ibn Taymiyyah, may Allฤh bless his soul and enlighten his grave, say: ููุณูู ูุนูุช ุดูููุฎู ุงููุฅูุณูููุงู ู ุงุจููู ุชูููู ููููุฉู ููุฏููุณู ุงูููููู ุฑููุญููู ูููููููุฑู ุถูุฑููุญููู ููููููู:
During the time of the (Fitnah of the) Tartars I and some of my companions passed by a people from amongst them who were drinking khamr (alcohol). ู ูุฑูุฑูุช ุฃูููุง ููุจูุนูุถู ุฃูุตูุญูุงุจูู ููู ุฒูู ููู ุงูุชููุชูุงุฑู ุจูููููู ู ู ูููููู ู ููุดูุฑูุจูููู ุงููุฎูู ูุฑูุ
Someone with me began to censure them, ููุฃูููููุฑู ุนูููููููู ู ู ููู ููุงูู ู ูุนููุ
So I began to censure him (my companion). ููุฃูููููุฑูุช ุนูููููููุ
I said to him: Indeed Allฤh only prohibited alcohol because it hinders the remembrance of Allฤh and the prayer. ููููููุช ูููู: ุฅูููู ูุง ุญูุฑููู ู ุงูููููู ุงููุฎูู ูุฑู ููุฃููููููุง ุชูุตูุฏูู ุนููู ุฐูููุฑู ุงูููููู ููุนููู ุงูุตููููุงุฉูุ
As for these people, alcohol prevents them from murdering people, ููููุคูููุงุกู ููุตูุฏููููู ู ุงููุฎูู ูุฑู ุนููู ููุชููู ุงูููููููุณู
Reviling lineages, ููุณูุจููู ุงูุฐููุฑูููููุฉู
And taking wealth. ููุฃูุฎูุฐู ุงููุฃูู ูููุงูู
So leave them alone. ููุฏูุนูููู ู.
Ibn al-Qayyim, Iโlฤm al-Muwaqqฤซn 3/13 ุงุจู ุงูููู ุ ุฅุนูุงู ุงูู ููุนูู ุนู ุฑุจ ุงูุนุงูู ูู ูฃ/ูกูฃ http://shamela.ws/browse.php/book-11496/page-609
Website: https://www.al-jadwal.com Facebook: https://facebook.com/aljadwal1 Instagram: https://instagram.com/al_jadwal Telegram: https://t.me/aljadwal Tumblr: https://al-jadwal.tumblr.com Twitter: https://twitter.com/al_jadwal
Bicara Soal Cinta
Dahulu, ketika baru memasuki masa remaja, aku mengartikan cinta sebagai sesuatu yang sederhana. Seperti perhatian-perhatian kecil yang dia berikan, atau sekedar senyuman untukku yang sedetik-dua detik aku tangkap ketika dia berada di antara kerumunan. Ya, sesederhana itu. Dahulu, ketika baru mengenal rasa, aku mengartikan cinta sebagai hadiah-hadiah kecil. Seperti sebuah gantungan kunci yang berkilauan, atau seperti es krim setengah cair yang ia berikan. Ya, hanya pemberian yang tak seberapa. Dahulu, ketika baru tahu apa itu rasanya berbunga-bunga, aku mengartikan cinta sebagai rasa saling menjaga, saling memahami, dan saling ada untuk satu sama lain. Ya, hanya perasaan yang dirasa-rasa. Namun, setelah beranjak cukup dewasa, aku baru mengerti bahwa arti cinta yang aku pahami selama ini tidaklah sepenuhnya salah. Tapi, aku baru mengerti, bahwa untuk mencapai โarti cintaโ itu, ada pintu terkunci yang harus kita ketuk dan kita buka terlebih dahulu. Jika kita memaksa masuk, maka niscaya rusaklah pintu itu beserta โarti-artiโ yang tersimpan di dalamnya. Satu-satunya jalan adalah dengan mengetuk pintu itu dengan perlahan, membukanya dengan kunci yang tepat dan cara yang benar. Maka, setelah belajar dari semua itu, aku mulai mengerti, pintu itu adalah hati.
Berbagai fragmen kehidupan mengajariku banyak hal. Semakin banyak yang kupelajari, semakin kompleks pula pengetahuanku mengenai pintu ini. Pintu ini adalah pintu yang dapat berunjung pada surga-Nya, dapat pula berujung pada neraka-Nya--maka kita amat perlu berhati-hati, kepada siapa kita membukakannya dan kepada siapa kita memberikan kunci yang tepat. Dan seiring dengan berjalannya waktu, aku mulai berpikir. Orang yang seperti apakah yang akan aku persilahkan untuk masuk? Dan jika ada orang yang memaksa masuk? Apa yang harus aku lakukan? Berbagai pertanyaan itu mulai membayangiku, rasa-rasanya mungkin membayangi hampir semua perempuan yang sudah memasuki usia-usia dimana manusia dianggap sudah dewasa.
Yang lebih lucunya lagi, seiring berjalannya waktu, aku menjadi tak mudah jatuh cinta, semakin tak mudah terbawa perasaan. โTampanโ saja tidak bisa masuk kategori yang dapat membuat hatiku luluh--terlalu mudah. Bagiku, butuh banyak kriteria untuk menjadikan seseorang pantas aku sematkan tanda rasa. Dan urutan kriteria itu semakin jelas, seiring bertambahnya ilmuku tentang ini.
Maka kutemukan bahwa hal yang terpenting adalah agamanya--aqidahnya dan juga akhlaqnya. Mengapa? Karena Islam telah mengatur segala aspek dalam kehidupan dengan begitu adil, begitu rapih, dan begitu menentramkan. Aku percaya, bahwa ketika seseorang benar-benar takut pada Rabb-nya, maka ia akan berpikir berulangkali untuk melanggar syariat-Nya. Atas izin Allah, ia akan berlaku sebagai sebenar-benarnya mukmin--dia tak akan mendzholimi dirinya dan keluarganya--karena kelak ia akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah. Ia akan menuntunku menjadi muslimah yang lebih baik, melahirkan anak-anaknya yang shalih dan shalihah, dan pastinya mencegah keluargaku dari siksa api neraka. Ia akan mencintaiku karena Allah dan aku pun akan mencintainya karena Allah.
Banyak pertanyaan tentangnya yang mungkin akan membayangiku. Tentang keluarganya, tentang kesehariannya, tentang pendidikannya, tentang teman-temannya. Tapi biarlah kusimpan pertanyaan itu nanti, hingga seseorang mengetuk pintu rumahku, bertemu dengan orangtuaku--kedua orang di dunia ini yang takkan mungkin menginginkan keburukan bagiku.
Lagipula, lucu sekali ternyata ketika membayangkan bahwa cinta ternyata sesuci dan sesakral ini, bukan seperti remah-remah yang aku bayangkan dahulu. Cinta dalam Islam menjadi sesuatu yang begitu terhormat dan bahkan menjadi sebuah ibadah hingga akhir hayat. Islam menjaga cinta sebagai fitrah manusia dengan begitu manis nan indah. Di dalamnya, tersimpan begitu banyak hikmah mengapa larangan mendekati zina itu begitu tegas. Allah tak ingin kita tertipu atas keindahan dan kenikmatan semu yang dihiasi oleh syaithan, menginginkan kita untuk menikmati cinta yang penuh dengan rahmat-Nya. Dalam urusan ini, Islam akan memberikan jubah kehormatan pada lelaki yang menjalankannya dan menyematkan mahkota bagi wanita yang mematuhinya.
Maka terkadang aku merasa sedih ketika melihat betapa banyak cinta yang diobral begitu saja saat ini. Membayangkan betapa banyaknya cinta yang disia-siakan, dihargai murah. Membayangkan betapa banyak pintu yang didobrak paksa, menghancurkan segala makna cinta yang tersimpan di baliknya.
Ada suatu logika sederhana yang aku pikirkan sejak dahulu--tentang lelaki yang baik untuk wanita yang baik (begitupun sebaliknya)--adalah ketika kita memilih untuk mengobral cinta kita begitu saja, membagi-bagikannya dengan begitu mudahnya, maka laki-laki/perempuan yang baik-baik akan โmencoretโ kita dari daftar orang yang akan mereka perjuangkan nantinya. Maka, akhlaq kita saat ini, akan menentukan seperti apa orang-orang yang akan mencoba untuk membuka pintu-pintu hati itu. Akhlaq kita yang buruk akan menjauhkan kita dari orang-orang yang baik, yang mungkin bisa jadi pada awalnya hendak memperjuangkan kita. Yah ... meskipun ini hanyalah sebuah logika manusia yang teramat pendek dan sederhana. Karena sungguh, apapun dapat terjadi atas izin Allah.
Maka, benarlah adanya bahwa cinta yang belum halal hanya akan dihadapkan pada dua pilihan: halalkan atau tinggalkan. Bagiku, dua pilihan ini luar biasa; tegas dan penuh kejelasan. Jika punya perasaan terhadap seseorang, tak ada celah untuk bermain-main atasnya. Jika sanggup, maka halalkan, datangi orangtuanya. Jika tidak, maka tinggalkan, jangan ganggu dirinya, jangan mainkan perasaan kita dan perasaannya, jangan dobrak pintu hatinya, jangan rusak makna cinta dibaliknya!--sibukkan diri kita dengan segudang hal bermanfaat di luar sana, jangan biarkan hati kita lalai termakan hasutan syaithan untuk melanggar syariat-Nya. Lupakan saja dirinya, toh jika memang berjodoh, Allah akan pertemukan kembali di masa depan, sejauh apapun jarak memisahkan. Tok, jelas sekali. Dengan begitu, tak ada yang tersakiti, tak ada yang menyakiti. Dan aku sendiri yakin, bahwa perasaan cinta itu adalah suatu rasa yang bisa Allah hadirkan dalam hati kita dan bisa juga Allah cabut dari hati kita. Maka, mengapa ragu untuk memilih? Berdoalah pada Allah, Yang Maha Membolak-balikan Hati--agar Allah hadirkan rasa cinta pada waktu yang tepat, pada orang yang tepat, dan pastinya pada saat akad telah terucap.
Tetapi ... menikah bukanlah sesuatu yang mudah. Dengan menikah, bukan berarti kita akan terbebas dari ujian dan rintangan--justru bisa jadi ujiannya akan semakin berat. Maka, Allah memerintahkan kita untuk menyegerakan pernikahan ketika kita sudah mampu, bukan untuk tergesa-gesa dan gegabah. Melihat fenomena โnikah mudaโ masa kini, banyak sekali kawula muda yang salah mengartikan pernikahan. Pernikahan malah dianggap sebuah โpelarianโ atas larangan membina hubungan antar lawan jenis sebelum halal. Alhasil, banyak sekali kasus kekerasan antara suami-istri, ketidakrukunan rumah tangga, anak-anak yang terlantar dan berujung pada perceraian, karena kurangnya ilmu dan kesiapan sebelum menikah--naudzubillahimindzalik. Maka, penting sekali โmenyegerakan diriโ untuk belajar tentang bagaimana membina sebuah rumah tangga. Bagaimana menjadi seorang pemimpin dalam rumah tangga, bagaimana adab kepada seorang istri/suami, apa saja hak dan kewajiban suami/istri terhadap orangtua dan mertua, bagaimana menjadi ayah dan ibu yang baik sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahuโalaihi wassalam dan segudang โbagaimana-bagaimanaโ lainnya; mulai dari yang sifatnya keyakinan hingga praktikal--seperti memasak, menjahit, membenarkan pintu rumah yang rusak, dan sebagainya.
Maka, waktu yang kita miliki untuk mempersiapkan semuanya tidaklah banyak. Menjadi seorang suami/istri (ayah/ibu) adalah sebuah tanggung jawab yang amat besar, sebuah pilihan yang dapat memasukkan kita ke surga, ataupun menjebloskan kita ke dalam neraka. Oleh karena itu, waktu muda kita; saat kita masih bersekolah, saat kita masih dibiayai orang tua, saat kita belum dibebani pekerjaan, saat kita masih memiliki cukup waktu luang, saat ingatan kita masih tajam, dan saat tubuh kita masih bugar ... adalah waktu-waktu yang harus kita manfaatkan. Selagi Allah karuniakan nikmat sehat dan waktu luang, maka manfaatkanlah nikmat tersebut untuk menuntut ilmu agama, mempelajari bahasa arab, mempelajari dan menghafalkan Al-Qurโan, mengkaji berbagai kitab, menghadiri majelis ilmu, berguru langsung pada para asatidz dan asatidzah, memperbaiki akhlaq, dan memperbanyak teman-teman yang saling mengingatkan dalam kebaikan. Pada waktu inilah, belajarlah yang sungguh-sungguh, kejarlah cita-cita dan bahagiakan orangtua. Mulai bekerjalah dengan giat, coba merintis usaha kecil-kecilan, apapun asalkan halal. Rezeki kita memang telah ditentukan, bahkan setelah menikahpun, Allah telah jaminkan. Tinggal bagaimana kita yang membuka pintu-pintu rezekinya. Carilah berkah dari setiap rezeki yang kita usahakan. Karena bagi laki-laki sendiri, mencari nafkah adalah sebuah kewajiban dan sebuah ibadah yang penuh keutamaan. Sehingga, sebelum waktunya tiba, pastikanlah diri kalian sudah berusaha sebaik mungkin untuk mempersiapkannya. Tidak perlu banyak dan berlebih-lebihan, selagi cukup dan membawa keberkahan, insyaAllah akan membuat keluarga kecil kita nanti tenteram dan bahagia. Karena kekayaan dan rezeki hadir dalam berbagai bentuk, tidak harus dalam bentuk rumah dan mobil mewah, tapi dengan memiliki keluarga yang harmonis, rumah yang penuh dengan lantunan Al-Qurโan, anak-anak shalih-shalihah yang berbakti dan senantiasa mendoakan orang tuanya adalah sebuah bentuk rezeki yang tak akan bisa ditukar dengan uang. Namun, yang paling penting dari semua hal yang telah kita bicarakan ini adalah barangkali ... alih-alih dilamar oleh sang pujaan hati, kita malah dilamar terlebih dahulu oleh pemutus segala kenikmatan dan pemutus segala angan-angan yaitu kematian. Maka, niatkan segala persiapan dan perbaikan diri ini hanyalah karena Allah, karena Allah, dan karena Allah. Biarlah kita sibuk memperbaiki diri masing-masing--menunggu entah kapan, siapa dan dimana, dalam diam... hanyut dalam kesibukkan kita untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperbaiki ibadah kita, dan mendekatkan diri kita pada Sang Pencipta.
Biarlah skenario Allah yang berkehendak, menyusun kisah cinta yang paling romantis versi-Nya, yang sangat jauh berbeda dengan kisah-kisah buatan manusia yang ada di novel dan film. Biarlah rahasia langit yang bercerita, bahwa ada dua insan di bumi yang saling menyimpan tanya, namun memilih menyerahkan segala urusannya pada Yang Maha Kuasa--hingga mereka bertemu atau dipertemukan.
Depok, dini hari, pukul 01.27. Di malam yang sunyi, setelah hujan gerimis mulai mereda. MR.