Dalam hening, aku biarkan berisikku menghantam langit - langit. Tanpa suara. Tanpa tanda tanya. Hanya untaian hati yang melolong — meminta ditenangkan.
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِي, ya Rabb
seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from United Kingdom
seen from China
seen from Poland
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from South Korea

seen from Canada

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from China
seen from Türkiye
Dalam hening, aku biarkan berisikku menghantam langit - langit. Tanpa suara. Tanpa tanda tanya. Hanya untaian hati yang melolong — meminta ditenangkan.
حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِي, ya Rabb

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mengadu dan Mintalah (hanya) kepada Allah
Terkadang, kehidupan orang lain terlihat seperti lebih baik daripada kehidupan kita, padahal bisa saja ujian hidup yang dihadapinya jauh lebih berat, hanya saja ia memilih untuk tidak mengeluh.
Maka, berhentilah membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Syukuri apa yang dimiliki. Itulah kunci bahagia.
Mari meneladani Nabi ya’qub 'alaihissalam. Di tengah ujian hidup yang bertubi-tubi, tak terdengar keluhannya ke sana kemari. Kalimat yang keluar dari lisannya indah sekali, sehingga Allah abadikan dalam kitab suci.
“Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku...” [QS. 12 (Yusuf):86].
Pun juga sebaliknya, terkadang kehidupan orang lain terlihat seperti lebih buruk daripada kehidupan kita, padahal bisa saja ia justru bahagia menjalani kehidupannya yang penuh ujian dan lika liku itu, sebab dengan itu ia selalu merasa butuh kepada Allah, ia selalu dekat dengan Allah.
Jadi berhati-hatilah, jangan pernah mengukur kebahagiaan orang lain bahkan dengan sesuatu yang membuat engkau merasa berbahagia.
Mari belajar dari Salim bin Abdullah, cucunya sayyidina Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu, yang kisahnya diceritakan di kitab Anisul Mu’minin karya Syaikh Shafwak Sa’dallah al-Mukhtar.
Suatu hari, Salim bin Abdullah sedang tawaf di Masjidil Haram. Di tengah-tengah tawafnya tanpa sengaja ia bertemu dengan Khalifah Hisyam bin Abdul Malik, Khalifah Bani Umayyah yang tengah berkuasa saat itu. Melihat penampilan Salim yang terlihat memprihatinkan, sang Khalifah pun merasa kasihan. Lalu berkatalah sang Khalifah,
“Wahai Salim, izinkanlah aku membantumu, utarakanlah kepadaku segala keperluanmu”.
“Wahai Khalifah Hisyam, aku malu meminta kepada selain Allah, sedang saat ini aku berada di Baitullah.” Jawab Salim dengan santun.
Mendengar jawaban Salim, Khalifah Hisyam hanya bisa terdiam. Namun sang Khalifah tak mau menyerah, usai tawaf dilakukan dan keduanya telah berada di luar Masjidil Haram, sang Khalifah kembali menghampiri Salim bin Abdullah.
“Wahai Salim, tadi engkau menolak tawaranku karena sedang berada di dalam Masjidil Haram. Nah, sekarang kita sudah berada di luar area Masjidil Haram, maka sebutkanlah segala keinginanmu, niscaya aku akan memenuhinya,”
“Kau ingin aku meminta apa kepadamu, wahai Khalifah. Perkara dunia atau perkara akhirat?” tanya Salim bin Abdullah kemudian.
“Tentu perkara dunia, wahai Salim. Ada pun perkara akhirat sedikit pun aku tak punya kuasa atasnya.” Jawab Sang Khalifah.
Salim bin Abdullah pun tersenyum, lalu dengan santun ia berkata,
“Wahai Khalifah Hisyam, aku saja malu meminta perkara dunia kepada Allah sang pemilik dunia dan seisinya. Lalu bagaimana bisa aku meminta perkara dunia kepada engkau sedang engkau bukan pemiliknya?.”
Kalimat terakhir yang diucapkan Salim bin Abdullah membuat Khalifah Hisyam seketika menangis. “Ya Allah, karuniakan aku cara memandang dunia sebagaimana Salim bin Abdullah memandangnya..” gumamnya lirih.
Begitulah perangai orang-orang yang bertakwa. Mereka mengadu dan meminta hanya kepada Allah semata. Semoga Allah jadikan kita bagian dari mereka. Aamiin yaa Rabb. Mari dawamkan dzikir ini,
Hasbunallaah wa ni’mal wakiil, ni’mal maulaa wa ni’man naashiir.
“Cukuplah Allah sebagai tempat kami berharap dan bergantung, Allah sebaik-baik pelindung, sebaik-baik penolong”.
Allahu a’lam bisshawab.
@rizqan-kareema
Hello. This is Mahmoud from Gaza. I hope you are well. Could you please boost my campaign and reblog my new post entitled “My Family in Gaza: Stuck in a Vicious Cycle of Pain, Displacement and Death”? My campaign was vetted by el-shab-hussein #151 on the "Vetted Gaza Fundraisers List'' as explained in my recent blog. https://www.tumblr.com/mahmoudkhalafff/757678055593590784/my-family-in-gaza-stuck-in-a-vicious-cycle-of?source=share
Indeed, I recall you from el-shab-hussein's masterpost, akhi. I will share your post, and inshallah, donate.
"İBRAHİM عليه السلام ATEŞE ATILIRKEN CİBRİL عليه السلام, ONA GELDİ VE DEDİ Kİ...?"
Bu kıssayı, İmam Beğavi رحمه الله, Enbiyâ sûresinin tefsirinde, İbrahim عليه السلام'ın kıssasında zikretmiş ve bunu Ka'b el-Ahbar'dan rivayet etmiştir. Lakin bu rivayeti senedsiz bir şekilde aktarmıştır.
Yine imam ibni Teymiyye رحمه الله, et-Tevessül ve'l-Vesile adlı kitapta şöyle demiştir: "Ancak Cibril'in, İbrahim عليه السلام'a gelmesi ve onun Cibril'e şöyle demesiyle ilgili aktarılan rivayete gelince..." Sonra kıssayı zikretmiştir ve ardından şöyle demiştir: "Bunun bilinen bir senedi yoktur ve bu bâtıldır. Bilakis Sahih-i Buhâri'de sabit olanı, İbrahim عليه السلام'ın sadece: "Hasbunallah ve nimel vekil" dediğidir."
O halde bu kıssa (yani "ey İbrahim bir hâcetin var mı" kısmı) sened açısından da metin açısından da batıl bir kıssadır. Hakeza bu kıssayı İmam İbn Cerir et-Taberi'de رحمه الله, Enbiya süresinin tefsirinde zikretmiş, lakin bu kısmını (ey İbrahim bir hâcetin var mı) zikretmemiştir."
|| Allame Şeyh Ali bin Hudayr el-Hudayr فك الله تعالى -أسره
The importance of saying “HASBUNALLAHU WA NI’MAL WAKEEL“ which means “Allah Alone is Sufficient for us and He is the Best Guardian, the Excellent Protector.”
— Voice of Shaykh Muhammad Metwalli Al-Sha’rawi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming