Gagal
"Assalamualaikum sya" Suara yang tiba-tiba dini hari tadi menyapa gendang telingaku.
"Waalaikumussalam. Kamu gak punya jam ya?"
"Aku gagal" Rasa terganggu ku hilang seketika saat nada suara di seberang telpon terasa berubah. Kantuk? Tentu saja aku mengantuk. Sebelum menerima telponnya aku melihat jam menunjukkan pukul 1 dini hari.
Aku tidak berniat bertanya kenapa dan ada apa. Aku dan dia sudah saling paham dengan sifat masing-masing. Dia akan menjelaskan walaupun aku tidak bertanya dan aku yang akan tetap diam hingga di akhir penjelasan. Tapi kali ini lawan bicara ku ikut diam. Membuatku kembali memejamkan mata. Aku mengantuk.
"Kenapa?" Aku menyerah. Mungkin kali ini cukup berat jika dia mulai menceritakan tanpa aku yang mulai bertanya. Ini pertama kali nya aku bertanya perihal gagal nya. Karena ini pertama kali juga dia tidak menjelaskan lebih dulu tanpa perlu aku tanya.
"Masih sama. Aku gagal karena kamu sya" Mata ku reflek terbuka walau sedikit perih ku paksa. Apa tadi katanya? Karena aku? Aku tidak melakukan hal apa pun yang menurutku menyebabkan kegagalan yang dimaksudnya itu.
" Dia-dia mengira aku pacaran sama kamu sya" Terdengar helaan napas diseberang telpon sana. Seperti akan ada sesuatu yang besar yang akan dikatakannya setelah ini. Aku masih mendengar dengan baik. Mataku pun tak lagi ku pejamkan.
" Apa kali ini aku harus menjauh dari kamu?" Walaupun terdengar kekehan pelan di sana tapi kali ini kekehan itu berbeda. Seperti ada maksud tersembunyi. Dan aku tidak bisa menebak apa itu. Aku ingat waktu kami masih semester 3 dia juga pernah menyukai seseorang dan itu gagal karena alasan yang sama. Orang yang disukai oleh lawan bicara ku tengah malam ini menduga aku dan teman ku ini "pacaran". Tapi lawan bicara ku saat ini hanya tertawa lantang menceritakannya pada ku sore itu.
" Alasan ku masih sama-"
"Jika dia suka aku. Pasti dia akan percaya sama aku. Tak perlu ku jelaskan hubungan kita. Karena aku tidak akan mendekati orang lain jika aku sudah punya pasangan"
Aku masih diam. Suara ku seakan tertahan. Entah karena efek aku sudah tidur tadi dan bangun tiba-tiba. Tapi tidak hanya suara ku yang tertahan, pikiranku pun seakan tercekat. Seperti ada perasaan aneh. Bukan. Aku bukan baper atau sejenisnya. Aku merasa sepertinya lawan bicara ku ini sedang bermain teka teki dengan ucapannya dan aku tidak bisa memecahkan teka teki itu.
"Aku tutup ya"
Klik. Sambungan telpon itu terputus. Aku tidak berniat memindahkan hp dari telingaku. Mata ku menatap langit-langit kamarku. Pikiran ku jauh berkelana. Dia mau menjauh? Lalu siapa yang akan membantuku mengerjakan tugas akhir ku nanti. Dan tanpa sadar aku kembali tertidur.












