Mungkin kita tak akan pernah benar-benar saling memahami, jika kita tidak berdamai dan menerima bahwa kita adalah satu dan sama.
seen from India

seen from Singapore
seen from Germany

seen from Brazil
seen from China
seen from TΓΌrkiye
seen from South Korea
seen from Singapore

seen from Malaysia

seen from Brazil

seen from United States
seen from China
seen from Argentina
seen from China
seen from Bangladesh
seen from United States
seen from Japan

seen from Malta
seen from Malta

seen from Malaysia
Mungkin kita tak akan pernah benar-benar saling memahami, jika kita tidak berdamai dan menerima bahwa kita adalah satu dan sama.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
Muhasabah #H-24
Seni Berhemat ala Mahasiswa ITS Banyak yang bilang kalau hidup di kota besar itu susah-susah senang. Kenapa kata susah nya dua kali, tapi kata senang nya cuma sekali? Ini murni permainan kata dari saya, gak ada maksud apapun aslinya, hha -.-" Oke, kali ini saya akan bermuhasabah sekaligus menceritakan sedikit tips berhemat sebagai orang rantau ala-ala mahasiswa ITS chapter Keputih. Dengan lokasi kampus yg tergolong agak "pinggiran" kota Surabaya, ITS diuntungkan dengan lokasinya yg tidak dekat-dekat sekali dengan Mall. Akan tetapi kami, para mahasiswa pada ahirnya juga disulitkan dengan terbatasnya varian makanan yg tersedia di sekitar kampus. Kalau tidak penyetan (lalapan bersambal), ya nasi goreng, atau tahu tek yg kadang bumbu kacangnya bau-bau rada gosong. Pada awal jadi mahasiswa baru, saya yang tinggal di asrama dan hanya bermodalkan rice cooker untuk memasak nasi, hampir setiap hari membeli lauk pauk di daerah sekitaran Sakinah, mall kecil yg nampaknya jadi pusat peradaban mahasiswa ITS dari tahun ke tahun :v Kenapa saya lebih memilih membeli lauk saja dan tidak langsung makan di tkp biar tidak terlalu ribet memasak nasi terlebih dahulu? Selain faktor ekonomis, kenyataannya jarak asrama dan daerah sekitaran Sakinah cukup jauh kalo ditempuh dengan berjalan kaki (waktu itu masih belum bawa sepeda). Dan kalau kita makan langsung di warung... bisa ditebak, kita akan balik ke asrama dalam keadaan lapar lagi karena energi banyak terbuang dalam perjalanan pulang :) Tiga tahun di asrama, ahirnya saya pun ngekos dan di tahun kelima ngontrak bersama teman-teman di sebuah rumah yg lengkap ada dapur dan kulkasnya. Hyaaa.. bisa dibayangkan betapa kalapnya saya melihat dapur untuk pertama kali di kosan. Bawaannya pingin masak setiap hari. Alhasil, uang untuk makan bisa dihemat lebih dari separuh dari yg seharusnya. Tapi ya, yang namanya kebutuhan, ada saja. Kalau sama Allah diberi rezeki bisa berhemat dalam hal makan, lha kok sepertinya kebutuhan lain misalnya seperti beli buku, fotokopi, atau jilid makalah yang semakin menguras uang simpanan. Allah maha adil. hhe Oke, jadi berikut ini tips berhemat ala mahasiswa ITS (chapter Keputih, afwan, kurang tau kalo yg chapter Manyar atau kampus Cokro): #Dalam hal Makanan 1. Tega-tegain bawa rice cooker dari rumah, atau bisa juga dengan beli rice cooker ukuran mini di surabaya. Bagaimanapun, kalau ada nasi, perut inshaaAllah aman.. Tak ada lauk, garam pun jadi (melas amat) 2. Usahakan membeli lauk yang berkuah atau banyak bumbunya, karena kalau lauk yg berbumbu selain meningkatkan nafsu makan juga baik untuk mengantisipasi ukuran ikan yg kecil. Gak kerasa ikannya, yg penting bumbunya kerasa. 3, Belilah di sekitar pasar Keputih, menurut pengalaman saya pribadi, harganya rata-rata lebih murah. 4. Jika terviasa memasak sendiri, usahakan berbelanja di pagi hari, selain karena kondisinya masih segar, banyak pilihan bahan yang tentu saja bisa dipilih mana yg harganya paling murah. Pasar keputih buka hanya sebentar. Hanya sekitar 2-3 warung sayur yang masih buka sampai sekitar jam 8 malam. 5. Perbanyak berpuasa sunnah :) Pas bulan ramadhan, sepertinya mahasiswa ITS bisa "panen" makanan gratis saat buka. Selain selalu disediakan makanan berbuka di masjid kampus (Manarul Ilmi), kadang mahasiswa ITS juga sering ngabuburit di masjid-masjid di perumahan elit sekitar ITS yg konon menyediakan menu berbuka sekelas Hokben atau Ayam Panggang Primarasa #tsah Next, #Dalam hal Kebutuhan Kuliah 1. Perbanyak relasi dengan senior. Semakin banyak senior yg kamu kenal, makin banyak pula list senior yang bukunya bisa kita pinjam. hhe 2. Kalau hendak fotocopy dalam junlah besar, area Gebang lebih banyak menawarkan kedai fotocopy yg harganya sedikit miring. Tapi bagi yg sudah paham seluk beluk Keputih pasti juga akan gampang nemu tempat fotokopi yg harganya murmer, murah meriah. 3. Sekali-kali, jalan-jalanlah ke area Pasa Blauran atau Kampung Ilmu. Disana banyak sekali dijual buku-buku baru maupun bekas yg harganya jauuh lebih murah dibanding beli di Gr**edia. Untuk novel atau buku-buku keislaman, biasanya toko buku Media Idaman di daerah KedungTomas bisa jadi andalan. Atau kalau mau diskon lebih banyak datang langsung kerumah pemiliknya, bapak Zeyd Baktir di daerah Mulyosari. 4. Ingat, bener-bener harus diingat password proxy ITS kita ya. Ini sangat berguna buat ngenet gratis di area kampus. 5. Pas kuliah, bisa coba jadi asdos, ikutan proyek dosen, atau nyambi-nyambi ngelesi anak SD, SMP, atau SMA. Lumayan.. buat nambah uang bulanan kita saat di rantau. Rasa-rasanya masih banyak hal yang bisa dilakukan untuk berhemat saat kuliah. Yang pasti, bagaimanapun usaha kita berhemat, jangan sampai membuat kita jadi orang yg pelit. Terutama masalah makan, hemat aih hemat ya, tapi kalau sampai menyusahkan diri sendiri dan ujungnya buat kita sering sakit, bukannya bakal tambah susah ya? Buat skala prioritas :)
Sometimes,
U feel that there is something wrong,. But, u're too afraid to ask.