"Hey , ternyata kamu bisa masak ya. Saya kiraa...hehe. Habisnya kamu bar-bar. Seperti pejantan tangguh. Bisa juga handle pekerjaan rumah."
-Kata seorang teman yang saat itu kebetulan bermalam di rumah. Dan kebetulan sedang cosplay jadi babi.
Menurut saya, memasak adalah skill dasar bertahan hidup yang harus dimiliki setiap orang. Enak adalah urusan nanti. Tetap bernapas dengan tidak keroncongan adalah kunci. Sejak dahulu manusia punya insting yang menggiringnya agar tetap bertahan hidup. Berkembang biak, beradaptasi, bertumbuh dan berkembang, adalah contohnya. Jika anda Raffi Ahmad atau Waren Buffet yang hidup di zaman serba online ini, memesan makanan melalui aplikasi ojek online adalah solusi termudah. Tapi jika anda manusia normal yang punya cicilan dan harus mengatur alokasi gaji setiap bulannya, maka memasak adalah solusi terbaik. Memang bukan yang termudah, tapi pastilah yang terekonomis.
Selain karena lahir dari keluarga normal pada umumnya, memasak nyatanya adalah kemampuan dasar yang tidak bisa hanya dilekatkan pada satu gender saja.
Beruntung lahir dikeluarga yang mengedepankan nilai-nilai fenimisme sejak dini, sejak masih belum mengerti apa itu fenimisme. Mentok-mentok kenal Ibu Kartini thok!
Tak jarang ketika Ibu pulang membeli peralatan, perkakas, atau perabotan kecil yang harus dirangkai-- saya menjadi mesin simulator atau perakit dadakan. Itu sebanding dengan saya yang mbangkong, bangun mendekati adzan Dzuhur tiba-tiba adik laki-laki saya sudah siap dengan hidangan makan siang yang dimasaknya.
Dapur, kasur, sumur identik dengan perempuan yang dianggap rendahan; hanya diwajibkan mengurus rumah hanya keluar dari mulut laki-laki yang ingin terlihat superior namun sebenarnya tidak memiliki keunggulan. Bisanya cuma misah-misuh, mboh! Prinsipnya sama seperti prinsip umum si ambisius-namun tidak mau berkompetisi.
"Jika saya tidak unggul, minimal kamu selalu di bawah saya. Maka saya akan selalu menjadi yang terhebat."
Dapur, kasur dan sumur adalah sumber kehidupan bersama. Sengsara dan nikmat sudah selayaknya dilakoni bersama pula.
Tentang memasak untuk para lelaki: Sesederhana tempe goreng + sambal bawang, maka sesederhana itu pula kamu bisa bertahan hidup.









