Ingin bercerita dan berterima kasih atas sesuatu. Tapi dari mana ya?
Sulit sekali untuk diungkapkan, lewat tulisan? Tidak jago menulis juga, tapi akan mencoba.
Awalnya sama sekali tidak ingin menulis cerita tentang ini. Karena sama saja artinya dengan membuka memori lama, membiarkan raga tersayat luka yang menganga.
Ini sudah lama sebenarnya,
tapi.. rasa sakitnya masih ada.
tapi ku pikir tidak ada salahnya untuk bangkit bukan?
Kata bangkit tidak pernah salah, justru membiarkan terpuruk itu akan semakin salah.
Aku mendengarkan lagu baru dari Hindia.
Jujur saja, aku memang menyukai Band itu.
Menurutku, lirik dalam lagu-lagu yang diciptakan oleh Baskara atau Hindia merupakan sesuatu yang mewakili perasaan.
Mewakili perasaan yang sangat sulit sekali untuk diutarakan melalui lisan sendiri.
Terlebih yang judulnya "Evakuasi".
Saat pertama kalinya aku mendengarkan lagu itu, air mataku mengalir deras.
Hal yang sangat sulit ku utarakan, tapi.. merasa terwakilkan oleh lirik "Evakuasi"
Beberapa liriknya akan ku tampilkan secara acak terlebih dulu disini.
Jauhkan diriku dari foto selfie
Jangan pakai fotoku di akun pribadi
Beberapa tahun lalu, lelaki itu menyukaiku. Aku menganggapnya sebagai teman. Dan dia tidak kecewa, katanya.
Ku pikir masalahnya sudah selesai sampai disitu saja.
Ku pikir tentang itu hanya aku dan dia yang mengetahuinya.
Dan yang mengetahui itu tentu bukan hanya aku dan dia
Teman-teman lelaki itu yang merupakan kakak kelasku saat aku duduk dibangku putih abu pun ternyata tahu soal itu
Sebenarnya, tentang itu bukan masalah bagiku
Baik ada yang mengetahui atau tidak ada yang mengetahui sekalipun, tentu bukan masalah untukku.
Aku akan mengatakan ini, kesal sekali rasanya!
Aku tidak mengerti, mengapa namaku menjadi perbincangan di group whatsapp mereka. Grup kelas mereka lebih tepatnya. Oh, ku luruskan, kami semua sudah lulus dari masa putih abu. Tapi, seperti yang kalian tahu, grup kelas atau grup angkatan akan selalu hidup bukan? Itu sangat berguna sekali, untuk menjadi ajang reoni atau mengundang ke acara pernikahan juga misalnya.
Aku benar-benar tidak mengerti, disaat lelaki yang menyukaiku itu menghubungiku melalui pesan whatsapp.
"Aku minta maaf, namamu menjadi perbincangan yang kacau. Mereka bercanda sebenarnya" Itu pesan dari lelaki itu.
Keningku berkerut, apa maksudnya? Aku tidak pernah mempunyai urusan dengan mereka. Tapi kenapa tiba-tiba saja membahas diriku?
Akhirnya, aku bertanya tentang apa isi pesan whatsapp di grup itu, lelaki itu berbicara bertele-tele karena takut aku marah jika aku benar-benar tahu isi percakapan dari grup itu.
Tapi aku tidak menyerah, aku terus meminta dia agar memberitahuku.
Dia memberitahuku, dia screenshot percakapan dalam group itu.
Saat itu juga, tangisku pecah.
Aku malu, aku kesal, aku marah, aku kecewa, aku benci semuanya.
Bagaimana bisa mereka menggunakan photoku yang mereka ambil di salah satu sosial media temanku kemudian mereka jadikan photoku lelucon?
Saat itu di seluruh media sosialku sama sekali tidak ada photo diriku sendiri, tapi mereka mencari-cari ke akun temanku, dan astagaaa!!
melecehkan diriku dalam photo itu.
Menambahkan objek vulgar sesuka mereka.
Mentertawakan photoku yang sudah mereka edit sedemikian rupa.
Percakapan mereka dalam grup kelas itu menjadi sangat ramai
Kata-kata kasar berbau seksual mereka ucapkan setelah melihat photoku dalam grup itu
Allah, aku malu sekali saat itu.
Bagaimana bisa mereka melakukan itu? Atas dasar apa? saat dimasa sekolah dulu, aku bukanlah anak yang kasar terhadap kaka atau adik kelasnya. Aku cukup santun, bahkan aku mengikuti beberapa organisasi yang pastinya aku mengenal banyak orang dan aku menghargai serta menghormati mereka semua.
Tapi, kenapa mereka melakukan itu?
Aku bertanya lagi kepada lelaki itu, tentang mengapa mengapa dan mengapa.
Dia jawab "Itu hanya sebuah gurauan dari mereka untukku, karena aku menyukaimu. Bercandaan mereka memang seperti itu"
Bercanda mereka memang seperti itu? Itu bercanda? :)
Seharusnya mereka sadar, itu sudah termasuk tindakan pelecahan terhadap seseorang. Dan aku orangnya!
Apakah mereka tidak berfikir? Jika salah satu anggota keluarga perempuannya diperlakukan demikian, apa yang mereka rasakan?
Ketika adik atau ibunya dilecehkan oleh seseorang, apakah mereka tidak marah? Tidak sedih?
APAKAH MEREKA TIDAK BERFIKIR SAMPAI SANA???? KENAPAAAAAAAAAAAAAAA?????
Seharusnya mereka berfikir tentang hal itu, ketika adik atau ibunya diperlakukan sepertiku, seharusnya mereka memutar otak!
Bagaimana rasanya diperlakukan seperti itu, bagaimana malu nya ditertawakan oleh banyak orang, orang-orang akan memandang rendah karena photo itu, atau berfikir aneh, ya Allah...
Saat itu, aku merasa hancur sekali itu.
Itu sama sekali bukan bercanda yang sehat.
Itu sangat melukai perasaanku.
Saat itu juga, aku merasa malu.
Photoku yang mereka edit sedemikian rupa, ditonton oleh banyak orang.
Bahkan tidak sedikit pula yang melontarkan kata kasar dan tawa yang terbahak-bahak.
Lalu mereka sebut itu dengan kata "bercanda"?
Mereka tidak tahu, dampak apa yang terjadi padaku setelah aku mengetahui itu.
Kepalaku dipenuhi oleh isi dari percakapan dalam grup itu.
Aku tidak bisa menelan sesuap nasi sekalipun saat itu, yang ku lakukan hanyalah menangis dan menangis.
Aku mulai malu bertemu dengan orang-orang,
Aku mulai benci ketika seseorang mengajakku berphoto,
Aku mulai takut dengan banyak hal.
Itu sangat membekas sekali, dan menjadikan rasa trauma.
Beberapa waktu setelah itu, akhirnya aku tumbang juga.
Karena terlalu larut dalam perasaan yang sangat menjengkelkan, sementara aku tidak bisa bercerita dengan siapapun.
Kenapa? Aku terlalu malu untuk membagi cerita buruk itu!
Waktu demi waktu berjalan, orang terdekatku menghubungiku.
Menanyakan kabar dan rutinitas apa yang sedang ku kerjakan.
Aku bingung bagaimana harus menjawabnya, aku tidak sedang baik-baik saja.
Tapi aku membohongi diriku sendiri dengan mengatakan "Aku sehat sekali".
Beruntungnya seseorang ini tidak mempercayai kataku begitu saja, Ia sangat mahir menggali-gali apa yang sedang terjadi padaku.
Dan pada akhirnya, tangis dari mata ini pecah kembali. Aku menceritakan apa yang sudah terjadi pada hidupku.
Ia merangkul ku saat itu, menyemangatiku untuk bangkit dan kuat. Ia membiarkan aku menangis. "Tumpahkan saja tangisnya, biar kamu puas dulu" katanya.
Setelah itu, ia memberiku saran agar aku berani bercerita pada Ibuku. Ia paham sekali, aku bukan seseorang yang mahir bercerita kepada keluargaku sendiri. Tapi ia tidak menyerah, menyemangatiku dan percaya padaku lagi dan lagi.
Saat itu, seseorang itu merupakan cahaya untukku. Mampu menyinariku yang sedang diterpa kegelapan dengan caranya.
Akhirnya, perlahan-lahan aku bangkit.
Aku beranikan diri untuk bertemu dengan orang-orang,
mencoba melawan beberapa rasa takut.
Dan akhirnya waktu menjawab, aku sadar..
Masalah membuatku banyak belajar
Aku mengambil hikmah dan pelajaran dari masalah itu.
Terima kasih untuk diriku sendiri yang sudah berusaha keras untuk berjuang, aku sangat menghargai itu! :)
Kembali pada lirik lagu Hindia - Evakuasi.
Aku rasa orang-orang yang sudah pernah melecehkanku perlu mendegarkan lagu ini.
Mereka harus tau! betapa sulitnya aku berjuang.
Betapa sulitnya aku bangun dan berpura-pura menjadi kuat
Menampakan diri seakan sehat dan baik-baik saja, mendengarkan beberapa cerita yang harus didengarkan, menyemangati sesama agar bisa hidup kembali, sementara aku pun masih terjebak dalam lubang hitam. Oh, itu semua tidak mudah.
Sekarang kalian apa kabar? semoga sehat selalu ya! Dan semoga apa yang telah kalian perbuat diwaktu itu terhadap diriku, itu menjadi alasan bahwa kalian harus sadar dan berubah.
Sungguh, kalian tidak berhak melakukan itu kepadaku atau kepada siapapun!
Kalian tidak pernah mengenaliku, tapi yang kalian lakukan? berbicara dan mentertawakan aku seakan kalian benar-benar khatam soal diriku.
Boleh aku berkata kasar? SETAN!
Aku hanya ingin lebih tenang.
berdamai dengan diriku sendiri,
dan menjalani kehidupan diriku sendiri dengan ketenangan.
Terima kasih atas luka yang kalian ciptakan, nyatanya itu tidak benar-benar membuatku mati.
Aku hanya rapuh, aku hanya sakit, tapi aku bisa bangkit! :)
Terima kasih Baskara Putra atas lirik lagumu yang sangat sangat sangat mewakili perasaanku.
Aku tahu, kau menciptakan lagu ini atas cerita dan masa lalumu yang mungkin hanya kau dan orang-orang terdekatmu yang tahu.
Tapi apapun itu, semoga kau sehat selalu yaa!
Terima kasih, karena lagumu mampu membuatku membuka cerita lama dan mengungkapkannya,.
Aku hanya ingin ketenangan
Bukan rumah, uang, atau ketenaran
Aku hanya butuh ketenangan
Ia sangat jauh, hanya angan-angan
Aku hanya ingin ketenangan
Tanpa kabar panggilan dan pertemuan
Aku hanya butuh ketenangan
Menghilangkan diri dari keramaian
Bangun, berpura menjadi kuat
Sungguh, semua ini bom waktu
Memikul ceritamu, memikul salahku
Jauhkan diriku dari foto selfie
Jangan pakai fotoku di akun pribadi
Kau tak akan pernah, mengenaliku
Berbicara seakan kau tahu diriku
Tak perlu mengirim pesan di ulang tahunmu
Bangun, berpura menjadi kuat
Sungguh, semua ini bom waktu
Memikul ceritamu, memikul salahku
Sekarang ku pergi, anggap aku mati
Selamatkan diri, oh evakuasi
Siang hari, sore nanti, malam ini
Ku menari dengan bayangan diri sendiri
Sekarang ku pergi, anggap aku mati
Selamatkan diri, oh evakuasi
Siang hari, sore nanti, malam ini
Ku menari dengan bayangan diri sendiri
Aku hanya butuh ketenangan
Dia sangat jauh, hanya angan-angan