Bahaya Kagum Terhadap Diri Sendiri
Mungkin kita sudah sering dengar tentang penyakit 'ain yang disebabkan oleh pandangan takjub dari orang lain yang tidak disertai dengan dzikrullah. Sebagaimana kasus yang dialami oleh sahabat Nabi, Sahl bin Hunaif yang nyaris meninggal dunia ketika terkena 'ain dari pandangan takjubnya Amir bin Rabi'ah yang tidak disertai dengan dzikrullah ketika tertakjub melihat bagusnya kulit badan Sahl bin Hunaif.
Yang jarang dibahas adalah 'ain yang disebabkan karena pandangan takjub terhadap diri sendiri. Kasus yang seperti ini pernah dialami oleh Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Ia adalah Khalifah yang memiliki wajah tampan lagi tergolong masih muda belia. Suatu hari, Sulaiman bin Abdul Malik sedang menatap dirinya di cermin seraya memuji dirinya sendiri dengan berkata,
"Telah berlalu khalifah-khalifah sebelum diriku, mereka semua menjadi Khalifah di usia yang sudah tua, sedang aku menjadi Khalifah di usia yang masih muda belia lagi berwajah tampan paripurna."
Ya, dia tertakjub dengan ketampanannya sendiri hingga lalai dari dzikrullah. Tak lama setelahnya, ia terkena 'ain akibat kekagumannya terhadap diri sendiri. Sebulan kemudian, ia pun meninggal dunia.
Apa hikmah yang bisa diambil?
Betapa kadang, manusia amat berhati-hati menjaga diri dari pandangan takjub orang lain. Bahkan, saling mengingatkan untuk melazimi dzikrullah dan mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah. Namun yang mengelincirkan manusia, justru kadang datang dari melazimi kekagumannya terhadap diri sendiri atau sikap tengil yang dinormalisasi.
Begitu halusnya cara setan menggoda. Moga Allah senantiasa melindungi kita. Nas'alullah as salamah wal afiyah.
Pantaslah jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mewasiatkan kepada kita lewat sahabatnya Mu'adz bin Jabbal radhiyallahu 'anhu, agar kita senantiasa melazimkan do'a ini di penghujung shalat kita;
Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik.
"Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa mampu berdzikir kepada-Mu (mengingat-Mu dalam segala kondisiku), bersyukur kepada-Mu (atas segala nikmat dan karunia-Mu), dan memperbagus ibadahku kepada-Mu".
@rizqan-kareema.
















