Ini lho perbedaan antara barang KW, Replika, dan SemiOri.
Oleh: Ahmad Gozali (Penulis, Financial Planner, and Motivator)
Penggunaan istilah KW sendiri sebetulnya kurang tepat dan seringkali disalahgunakan untuk menyamarkan produk palsu. Padahal KW dan palsu itu berbeda. Maka menggunakan istilah KW untuk produk palsu sudah tentu salah dan telah menipu konsumen. Yang dimaksud dengan produk KW sebenarnya adalah produk asli yang memiliki kualitas setelah melalui proses quality control. Misalnya pada tas. Ada KW1 yang merupakan kualitas terbaik, KW2 ada cacat di bagian penjahitan, dan KW3 ada cacat di bagian penjahitan dan potongan.
Mungkin karena proses yang sulit, produksi barang tidak bisa sempurna. Maka prduk yang cacat diberi harga lebih rendah dan diberi kode KW2 dan seterusnya. Setahu saya, selain proses yang sulit, KW juga digunakan untuk produk alam yang tidak bisa dikendalikan kualitas atau ukurannya, seperti buah – buahan atau hewan. Seperti contoh yaitu, Ada apel KW A yang ukurannya paling besar, KW B yang lebih kecil, dan seterusnya. KW itu menunjukan level dari sebuah standar.
Saya tidak tahu persis apakah tas, pakaian, sepatu, dan lain-lain yang diistilahkan KW oleh pedagang kita itu benar – benar produk asli yang tidak lolos quality control atau produk palsu. Kalau itu produk asli, namun tidak lolos Quality Control, lalu diberi istilah KW 1 dan seterusnya, maka hal itu benar adanya. Wajar jika harga barang dijual lebih murah. Namun, jika ada produk palsu, bukan buatan pabrikan aslinya, lalu diberi istila KW. Itu sama saja menyamarkan kepalsuannya dan merugikan konsumen.
Lagipula, tidak semua pabrik menjual barang ‘cacatnya’ atau KWnya. Produk tertentu kalau tidak lolos quality control langsung akan menjadi barang rejected. Entah nantinya dibuang atau dijual sebagai ‘sampah’.
Saya lebih respect pada produk tiruan (mirip, tetapi beda merk) dibandingkan produk palsu (menggunakan merk orang lain) dan malah mengaku – ngaku KW pula. Maka sangatlah tidak baik jika pedagang membuat – buat sendiri standar yang tidak standar, karena hanya akan merugikan konsumen saja. Karena penggunaan merk itu penting untuk jaminan kualitas dan pertanggungjawaban produsen.
Jika tidak ada standar baku sebuah produk, maka konsumen mudah dirugikan dan industrinya akan menjadi tidak sehat, produsen juga lama – lama akan rugi.
Yuk kita sama – sama ciptakan perdagangan yang sehat. Gunakan istilah baku, agar tidak rancu, jauhkan dari tipu – menipu dan sumpah palsu.
Selain istilah KW, adalagi istilah ‘replika’ dan ‘semiori’. Sejenak jika kita pahami dari sudut pandang konsumen, istilah ini jelas membuat para konsumen rancu. Saya mulai dari Replika. Setahu saya replica digunakan untuk mainan yang meniru barang asli dengan skala ukuran yang sangat presisi. Merknya pun beda dengan yang asli. Contoh : Replika mobil merk X dengan skala 1:25 dalam bentuk mobil mainan merk Y.
Replika juga digunakan untuk benda seni. Yang Cuma ada satu – satunya di dunia, dan dubat replikanya untuk dipajang ditempat lain. Namun, bagaimana dengan jam tangan replica ? (kebetulan saya juga pernah menemukan istilah ini untuk jam tangan). Saya rasa ini penyalahgunaan istilah untuk menyembunyikan barang palsu tersebut namun mirip sekali.
Lalu bagaimana pula dengan istilah SemiOri ? Sesungguhnya saya juga baru tau istilah ini. Kalau dilihat dari segi bahasa aritnya adalah “sebagian asli dan sebagian palsu”. Tetapi apakah benar benar SemiOri ini adalah sebagian asli dan sebagian palsu ? Atau hanya akal – akalan saja untuk menyamarkan palsu ? Saya tidak tahu.
Berbagai istilah menyesatkan digunakan untuk menyamarkan produk palsu, KW, Replika, dan SemiOri adalah contohnya. Hati – hati jangan menipu dan jangan tertipu. Maka dari itu kita tidak heran jika Nabi Muhammad SAW pernah menyampaikan bahwa tempat terburuk adalah pasar, Karena banyak yang bersumpah palsu dan berbohong. Semoga kita dijauhkan. Namun pahala yang manis juga menjadi imbalan bagi pedagang yang jujur.
Ditengah persaingan teknologi dan perdagangan bebas saat ini, sebaiknya jika kita sebagai pedagang janganlah berbuat curang karena takut rugi.. Indonesia adalah masyarakat yang beragama, kita semua mempunyai Tuhan yang Maha Kaya dan Maha Pemberi Rizki. Jika kita berbuat baik dan jujur, niscaya akan dibalas pula dengan kebaikan.

















