Petak Umpet
Kamu sebenarnya tahu Tapi berpura-pura tidak tahu Kamu sesungguhnya melihatku Tapi membiarkanku bersembunyi dalam ragu
seen from China
seen from United States

seen from South Africa

seen from Australia

seen from Spain
seen from United States
seen from Ireland
seen from Spain
seen from United States
seen from Vietnam

seen from United States

seen from Spain

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from South Africa

seen from United States
Petak Umpet
Kamu sebenarnya tahu Tapi berpura-pura tidak tahu Kamu sesungguhnya melihatku Tapi membiarkanku bersembunyi dalam ragu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Cinta pertama hamba itu Tuhan. Pengkhianatan pertama hamba kebanyakan juga kepada Tuhan.
Kita berdua sama-sama terjatuh. Salah satu dari kita harus memaksakan diri untuk bangkit demi memapah sesamanya.
Baiklah, biarkan aku yang memapahmu.
Di saat kawan lama tidak memberi kabar dan membalas sapa, ingin rasanya melempar mereka dengan ratusan foto kebersamaan pada masa lalu.
Sebenarnya, episode yang menyesakkan dari setiap jengkal lini masa kehidupan bukanlah perpisahan, melainkan saat di mana kamu dilupakan dan kenangan akan dirimu tidak lagi dianggap dalam ingatan. Baginya kini terbiasa tanpamu, biasa tak mengharapkan kabarmu.
Ada saja temanmu yang begitu, temanku juga.
Selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam, selamat tinggal, sampai jumpa.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bertatap Muka
Janji kita bersua pada suasana yang berbeda. Segera kita susun jadwal, aku begitu semangat datang lebih awal. Seketika kau tiba, lalu aku terkesima. Dahulu kau maya, kini sungguh menjadi nyata. Tak terdustai oleh pancaindra, kau memesona dalam rupa.
Sekejap tak lihai merangkai kata, mulut kelu tak kuasa bersuara, meski pun sesungguhnya isi otak hobi bermain menyusun ribuan alfabet. Namun, di hadapanmu aku lunglai bagaikan hendak tampil dalam kabaret.
Jatuh cinta pada pandangan pertama?
Aku percaya!
Cokelat Itu Enak
Beberapa waktu belakangan di pertengahan bulan Februari ada saja kampanye kebaikan yang berbunyi di media sosial yang seperti ini,
"Akad yes, cokelat no."
Atau yang begini juga,
"Imanku tak sebanding dengan sebatang cokelat."
Nah, ini apalagi,
"Aku maunya akad, bukan cokelat."
Ya elah, Bambang. Lebih enak dua-duanya kali!
Memang bagus kampanyenya, tapi kan...
Kalau gue mah ya kasihan sebenarnya si cokelat. Selalu menjadi benda yang hinda dina, namanya disebut-sebut dengan perbandingan dimana posisinya pada kubu negatif ketika Valentine Day tiba. Cokelat ciptaan Allah juga, lo. Enak pula. Jangan gitu dong.
Kalau mau dihalalin ya bilang aja sono sama orangtua. Kalau iman ente kuat ya udah kuatkan iman sesama agar menjauhi Valentine. Tapi ya jangan juga buat perbandingan dan penghakiman atas si cokelat. Cari kata pengganti lain gih dah. Misal,
"Akad Yes, Zina No."
"Imanku tak sebanding dengan hadiah gembelmu."
"Cokelat itu nikmat, Valentine itu laknat."
Gue, penikmat cokelat yang protes keras si cokelat digituin.
TERHEMPAS KERAS (rebah)
Aku adalah seonggok patung tanah kering hina yang rapuh
Tiada berunsur air keimanan yang meresap mendekap
Jauh dari keindahan meski hasil pahatan Tuhan
Begitu lunglai hingga angin kefanaan mampu menghempaskan
Terjerembap bisu tanpa ada perlawanan