[Menuliskan ulang] Tentang (aku) perempuan yang sedikit merasa kehilangan diri.
Sebab apa? Sebab merasa tak tervalidasi eksistensi diriya. Sebab setelah menikah dan menjalani biduk rumah tangga, plus jadi ibu rumah tangga, seakan-akan tidak ada lagi yang mengenal dirinya~
Sebutlah ia sebagai 'Ibu A', dengan menyebut nama sang suami. Atau 'Bunda/Ibunya B', dengan menyebutkan nama anak. Orang-orang di sekitar mengenalinya hanya secara parsial, sepotong-sepotong saja.
Padahal nyatanya, ada satu pihak yang selamanya tidak akan melihat wanita ini sepotong saja. Bukan, bukan kawannya, orangtuanya, atau suaminya. Sebab mereka-mereka ini tetaplah manusia yang pasti ada luputnya. Ya, ialah Allah, yang Maha Tahu segalanya.
Ia tahu tentang diri wanita itu bahkan dari sebelum ia ada di dunia. Tahu tentang pertumbuhannya dari bayi hingga kemudian melahirkan bayi. Ia tahu dimana ia lahir, bahkan kapan dan dimana ia mati kelak. Ia tahu semua yang ada di batinnya atau yang disampaikan, baik lewat lisan atau perbuatannya. Ia tahu semuanya.
Maka, wahai aku dan wanita ibu rumah tangga lainnya yang terkadang merasa sudah tak dikenal dunia: jangan bersedih hati. Sebab selalu ada Allah yang tahu semua tentangmu; semua lelahmu, semua peranmu dan perasaanmu.
Jadilah manusia yang sebaik-baiknya, yang tak haus penilaian dunia atau manusia lainnya. Jalanilah semua peranmu sebaik mungkin. Sebab mau bagaimanapun, kelak Allah akan menghisab dan mengadili semua yang kita lakukan, semua peraan yang kita emban, dengan seadil-adilnya. Berjuanglah, di dunia yang memang tempatnya ujian ini. :)