My mom is a small woman. Without a Caesarian I would have killed her. People who criticize c-sections can take a long walk off a short pier.

#dc comics#dc#batman#bruce wayne#dc fanart#dick grayson#tim drake#batfam#batfamily




seen from United States
seen from Netherlands

seen from Germany
seen from Poland

seen from Malaysia
seen from Singapore
seen from Germany
seen from China
seen from China
seen from China
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from Brazil
seen from Türkiye
seen from China

seen from T1
seen from China
seen from Poland
seen from Saudi Arabia
My mom is a small woman. Without a Caesarian I would have killed her. People who criticize c-sections can take a long walk off a short pier.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
I was born by Caesarean section, but you really can't tell... except that when I leave my house, I always go out the window.
Steven Wright
Art by Hannah Mabry
HANNAH MABRY
PREGGO & BIRTH DELIVERY (1)
Halo haloo, di postingan pertama ini aku ingin berbagi pengalaman masa kehamilan dan melahirkan pertamaku. Oke, how to start yah wkwk. Hmm, kehamilan setiap perempuan beda-beda sih. Ada yang kehamilannya "rewel" dan biasa aja. "Rewel" di sini maksudnya mengalami berbagai macam sindrom hamil seperti mual-mual bahkan sampai muntah, pusing, morning sickness, badan sakit semua, mendadak beser, mudah lelah, kram perut, dan lain-lain. Kehamilanku kemarin bisa dibilang cukup anteng, tapi bukan berarti nggak mengalami sindrom hamil ya.
Trimester 1, di periode ini kebanyakan ibu hamil mengalami morning sickness atau mual-muntah, maka dari itu biasanya pun BB ibu hamil di periode ini biasanya cenderung turun. Karena cium bau ini mual, bau itu mual. Berdampak ke penurunan selera makan dan BB jadi turun. Nah, justru aku mengalami morning sickness di awal Trimester 2, dan nggak berakhir lama. Tapi BB-ku di Trimester 1 juga cenderung turun. Bukan karena mual-muntahnya sih, tapi karena terlalu picky pengennya makan makanan tertentu aja. Di Trimester 1 yang aku alami banget adalah beser, super super beser. Setiap saat nyari yang namanya toilet karena sesering itu kebelet pipis. Next, perut kram. Persis kram menjelang menstruasi, sampe sepulang kontrol dibawain obat penguat janin sama SpOg. Ini lumayan mengganggu aktivitas sih, karena you know rasanya kram alias sakit perut mau mens itu gimana kan gurls. Not everytime, but regularly.
Masuk Trimester 2, sempat mengalami morning sickness beberapa waktu. Tapi itu pun nggak mengganggu selera makan, justru selera makanku bertambah dong. Alias makin doyan makan, dan BB-ku pelan-pelan mulai naik. Good news, karena memang harus naik BB-nya buat ngasih nutrisi janin di dalam perut. Kenaikan BB ibu hamil dari awal sampai akhir masa kehamilan normalnya 6-14kg, idealnya tergantung BMI (Body Mass Index) masing-masing ya. Waktu itu BB awalku adalah 50.5 kg, dan berdasar BMI idealnya BB-ku naik maksimal sampai 12 kg. Dan yah, BERAT BADANKU TOTAL NAIK 14 KG. No worries, selama nutrisi janin terpenuhi 👌
Nah, masuk Trimester 3, rasanya badan mulai nggak karuan. Pinggang sakit, sering backpain, mulai sering kram perut lagi, mulai sering beser lagi karena kantung kemih makin kedorong janin yang ukurannya semakin besar, jadi menyempit gitu loh, otomatis gampang penuh dan bikin makin sering kebelet pipis, nah paham kan ya wkwk. Masuk trimester 3 ini jujur aja aku stres. Karena waktu kontrol rutin, BBJ alias berat badan janin kenaikannya nggak sebanding dengan kenaikan BB-ku yang naik terus. Dokter bilang bayiku kecil. BBJ-ku memang naik, tapi naiknya sedikit-sedikit. Kurang ideal kenaikannya, jadi harus dikejar supaya bisa lahir dengan BBJ minimal. Fyi, berat badan minimal bayi ketika lahir adalah 2.5 kg. Selama Trimester 3 yang kepikiran cuma gimana caranya supaya bayiku lahir seenggaknya 2.5 kg dan sehat. Sampai minggu ke-38, BBJ-ku masih 2.4 kg. Padahal BB-ku udah naik sekitar 13 kg-an. Gila kan. Dari 13 kg yang masuk ke janin hanya 2.4 kg. Padahal ibu hamil lain di usia kehamilan segini, BBJ-nya bisa sampai 3 kg. Kebayang nggak gimana ketar-ketirnya aku? Wkwkwk. Sedih. Meskipun suami selalu menghibur dan positive thinking. Tetep aja, "yang hamil kan aku". Minggu ke-39 balik lagi ke dokter buat kontrol (fyi lagi deh, dari Trimester 1 sampai Trimester 2 ritme kontrolnya sebulan sekali, tapi mulai Trimester 3 jadi dua minggu sekali dan seminggu sekali). Di minggu ke-39, dokter nggak ngasih tau BBJ-ku saat itu berapa. Lebih dicek ke posisi kepala bayi apakah udah masuk panggul atau belum. Bad news, posisi bayiku yang awalnya sudah bagus (selalu di bawah alias kepala di mulut rahim), berubah jadi melintang. Melintang, posisi kepala di pinggir dan kaki di bawah. Udah nggak mungkin melahirkan normal karena udah H-7 HPL (Hari Perkiraan Lahir). Akhirnya diputuskan untuk operasi Sectio Caesarian (SC).
Degdegser nggak tuh. Pertama kalinya dalam hidup buat operasi ya langsung lahiran. Pake ngitung-ngitung sendiri pula perkiraan BB anak pas lahir berapa, bisa -10% atau +10% dari BBJ prediksi terakhir USG. Udah pasrah aja sama yang punya hidup. Beberapa hari kemudian (tanggal 13 Januari 2020) aku masuk RS untuk operasi, ditemenin suami dan ibu. Senin malam masuk, selasa paginya tindakan. Senin malam dicek detak jantung bayi dan kondisi vital ibu, dan jelas diminta puasa sampai operasi selesai. Selasa subuh suster datang ngecek kondisi vitalku dan ngasih instruksi untuk mandi dan ganti baju operasi, lalu pasang kateter dan infus jam 6 pagi, masuk ruang operasi jam 9 pagi. Degdegser asliiiiii, padahal semalemnya santai banget wkwk. Next, diderek dari kamar ke ruang operasi kan tuh, dipindah bed berkali-kali sampe naik bed bedah. Ada 4 dokter di situ. Dokter anestesi, dokter bedah, dokter kandungan, dan dokter anak. I'm proud of myself ketika disuntik anestesi di tulang ekor tapi ngga kerasa apa-apa cuma linu dikit pas disuntik, padahal dokter anestesinya bilang biasanya pada kesakitan huehehehuhu. Setengah badan ke bawah rasanya kesemutan habis dibius, ofkors. Habis itu dokter kandungan dan dokter bedahku masuk, belek-belek perut (pas ini kerasa banget bagian ada ditarik-tarik dari dalem pas ngeluarin bayi), bayi diangkat, tutup jahitan. Next, dokter anak masuk. Ngasih tau kalau bayiku lahir sehat dengan BB 2.7 kg. Pertama kali dikasih liat anakku huhu terharu banget sampe ngga bisa nangis karena udah kedinginan duluan di meja operasi.
Yah, begitulah pengalaman kehamilanku sampai proses melahirkan pertamaku. Mungkin setelah ini aku akan sharing tentang pemulihan pasca operasi huehehe. Ingat yah, "setiap kehamilan itu berbeda". Karena setiap tubuh dan psikis perempuan itu berbeda. Kehamilanku bukan kehamilanmu, vice versa. Nggak perlu ada mom shaming. Mau lahiran normal atau caesar, sama aja kok. Kita sama-sama berjuang untuk anak-anak kita. Untuk yang lagi hamil, selamat yaaaa dan enjoy your pregnancy! 🖤
Everyone meet Ezra.
He was born 29/11/2019 at 3.29am, delivered via emergency Caesarian section weighing in at 8lbs 10oz.
It’s been a traumatic week but also an exhaustingly euphoric one. Never felt this way before.
My mental health team are really pleased about how I’m doing, but it’s still early days and I’m being closely monitored. I’ve got a lot of support so I reckon I’ll be just fine.
Hoping you’re all well, stay golden ❤️

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
The one good thing to come out of yesterday’s shift
She's here Sore, tired but so in love
Just One Litter
Fridays were a mad house at my first job. Not only was the main clinic super busy between people who had let problems fester all week because they wanted to see if it would get better, but now wanted it fixed for the weekend, and people who simply preferred their pet’s elective surgery performed on a Friday so they could have two whole days to supervise them immediately afterwards, but we also had all the sick cases transferred to us from the branch practices. All the sick cases needed something done, whether it was treatment or diagnostics, and since they all arrived at the same time after 6 in the evening, things got hectic.
There is a phenomenon in veterinary medicine called the ‘Friday Night Specials’. These are the cases that present on a Friday night, usually at the last possible moment, that need a huge amount of workup to treatment, and there goes your evening/weekend plans out the window. Often they are something that should have been dealt with a day or more before, like a diabetic in ketoacidosis or a cat with a urethral blockage.
Tonight, it sounded like an emergency caesarian case was on the phone and had no money.
It might seem heartless, but the reality of veterinary medicine is that most people who get payment plans through the clinic simply don’t pay. A vet clinic runs as a small business, it has large overheads and constant downward price pressure because we’re all softies and genuinely do want to save animals, but the practice at the time had over $100k owed to it by people who were all promising to pay on payday, and had been for weeks, months or years.
So it is vital that we establish, before treatment begins, that yes there will be a bill and it is expected to be paid. I was given the phone to explain this, and quickly ascertained the situation.
This was a bull mastiff cross’s first litter and there was at least ten puppies in there.
She’d been pushing for hours and was becoming distressed.
This was a planned pregnancy, to let the dog ‘experience motherhood’.
Their usual vet had performed an ultrasound in early pregnancy, and an Xray to count the puppies last week.
But, they would not perform a caesarian without payment on the day.
They had not mentioned at any point what a caesarian was likely to cost
The other vet clinic had sent her to us under the pretense that ‘we do payment plans’.
She now had the dog in our carpark and was bringing her in.