Aku tak menyalahkanmu, sebab ini kesalah-pahamanku.
Bukankah ini adalah sebuah pengulangan yang sama, dimana di akhir cerita setiap kisah yang kamu mulai akan berahir dengan tidak jauh berbeda dengan sebelum sebelumnya. Seharusnya aku tidak begitu kaget karena dari awal tebakanku benar, segala yang aku kawatirkan terjadi.
Bukannya ingin menyangkal atau tidak menerima pada setiap yang kamu putuskan. Tapi setiap yang kamu lakukan terhadapku selalu membuatku merasa salah paham.
Kesalapahamanku yang utama adalah mengira bahwa aku adalah satu-satunya perempuan yang kamu jadikan sandaran, tempat kamu berkeluh, tempat kamu mengistirahatkan hatimu yang kelelahan karna segala permasalan yang ada. Tempat dimana aku adalah orang pertama yang kamu beri tahu saat kamu bahagia. Dimana aku adalah orang yang kamu jadikan sebuah alasan untuk kamu berubah lebih baik.Tapi aku keliru aku kelewat keliru, bahwa yang sebenarnya terjadi adalah itu juga berlaku untuk yang lainnya.
Kesalapahamanku yang selanjutnya adalah, setiap perlakuanmu kepadaku entah itu rasa sayangmu, perhatianmu, janji ucapanmu, seakan akan mengisaratkan bahwa aku adalah perempuan yang kamu pilih dari sekian perempuan yang hadir dalam hidupmu, yang akan kamu sanding dikursi pelaminan. Aku terlalu tak rasional untuk lebih memahami perlakuanmu. Aku terlalu dibutakan cinta, cinta.
Seharusnya disini logika bermain, aku lupa karena terbuai pada apa yang tidak semestinya, aku lupa jika sebelumku juga ada beberapa nama yang bahkan lebih kamu bahagiakan hidupnya bersamamu.
Kesalapahamanku yang terahir adalah kesalapahaman itu masih membuat aku tidak bisa untuk sekedar menggandeng tangan orang lain, kencan buta dengan ornag lain. Apalagi untuk mencintai orang lain. Belum bisa.
Tidak aku sangka kesalapahamanku terhadapmu membuat hidupkupenuh dengan kesalahan. Aku tidak menyalahkanmu, sebab ini adalah kesalahpahamanku.
Mei 2015 perempuanmei









