On that night
2 Oktober. Hari jumat. Penanda libur dua hari ke depan. Pekan yang sibuk. Yang membuatku pulang malam dari kantor.
Di perjalanan yang sepi (aku memilih tidak mendengar spotify malam itu), teringat kembali percakapanku dengan seseorang. Percakapan yang membuka mataku bahwa tak semua hal yang kukira baik bisa dinilai baik juga oleh orang lain. Mungkinkah pandanganku terlalu lurus? Hingga tak melihat samping kanan dan kiri?
Percakapan yang menyakitiku sebenarnya. Membuatku terpaku saat mendengarnya. Tak bisa berbicara banyak karena terlalu terkejut dengan pandangan orang-orang terhadap tindakanku. Ternyata, aku tak sebaik itu di mata orang. Poor you, Meg.
Tetes demi tetes airmata, membasahi pipiku. "Why they judge me like that? I don't deserve those judgings" kataku sendiri.
Percakapan itu sudah terjadi beberapa minggu lalu. Tetapi terus menghantuiku. Membuatku bertanya-tanya apakah memang aku seburuk yang dikatakan orang-orang? Tak adakah yang baik dari diriku, dari tindakanku? Kepercayaan diriku merosot jauh. Aku semakin sering cemas sendiri.
Dan tahukah kamu apa yang membuatku bisa meredakan perih hatiku malam itu? Full moon yang menghiasi langit. Full moon yang hanya ditemani oleh seberkas awan tipis bak selendangnya. Indah. Pemandangan yang sangat indah malam itu. Alasanku untuk tersenyum dan bergumam "Maasya Allah".
Aku berharap pemandangan itu bisa terus melekat dalam ingatanku. Ingin kutunjukkan potret full moon itu padamu, jika kita masih saling memberi kabar seperti dulu. Nyatanya, kita sudah lama tak bertukar kabar, bukan?
Tak apa. Kuharap itu bukan terakhir kalinya aku bisa melihat pemandangan full moon itu. Sebab diantara pemandangan bulan yang lain, pemandangan yang kulihat malam itu adalah yang terbaik menurutku.
Lain kali, semoga full moon itu menyapaku lagi. Dan saat ia datang, kuharap aku bisa menunjukkannya langsung padamu seraya berkata "ini loh yang kulihat waktu itu".
------------------------------------------------
MegaHardianty
Sabtu, 3 Oktober 2020.
Picture source : pinterest - we heart it.
(ps : kucari gambar full moon yang sesuai dengan yang kulihat malam itu. Dan yah, ini lumayan menggambarkan. Tapi percayalah malam itu bahkan lebih indah dari gambar ini. Karena langit sangat bersih. Hanya ada si bulan dengan seberkas awan yang bukannya menutupi si bulan, justru menambah keindahan si bulan. Si awan bak selendangnya si bulan, malam itu.)

















