I feel like Aura and Asriâs relationship at the moment is just the ultimate âWould you still love me if I was a wormâ and it is just really funny to me.
seen from China
seen from TĂŒrkiye
seen from United Kingdom

seen from Romania

seen from Italy

seen from Malaysia

seen from Sweden
seen from United Kingdom

seen from Italy
seen from Netherlands

seen from Italy
seen from United Kingdom
seen from Italy

seen from United States
seen from TĂŒrkiye
seen from Sri Lanka

seen from United Kingdom

seen from United Kingdom

seen from Italy
seen from Iraq
I feel like Aura and Asriâs relationship at the moment is just the ultimate âWould you still love me if I was a wormâ and it is just really funny to me.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch âą No registration required âą HD streaming
Hey, it's the Murderline and ASRI.
One day I will continue that AU storyline, so I'll keep it short: The murderline is a bounty hunter that accidentally got involved in the affairs of ALT by stealing the quantum communicator meant for the lifeline Dr. Sibellius choose to guide V. Adams. Shenanigans ensue.
As for ASRI... well, you'll find out soon enough.
How Shippers imagine the Ashe-Yuri confrontation in Ailell went:
Ashe:Â Oh my love! I must stay true to my code of honor and stand against the Professor!
Yuri:Â Ashe, my heart, this is not the way! Come home with me.
Ashe:Â Donât make me choose between you and my duty!
Yuri, dramatic tears in his eyes:Â My love-
-
How it Actually Went:
Ashe:Â I have to do this Yuri!
Yuri:Â Listen here you bitchass motherfucker. I love you but I will beat your dumb twink ass concave and drag you back to Garreg Mach so help me Sothis!
gĂŒlen çiçek aÄlayan var
hatırladıÄım herkesi yĂŒzĂŒnde tek bir ifadesiyle hatırlıyorum. birini coĆkusu, birini öfkesi, birini sarhoĆluÄu, birini hĂŒsranı, birini ĆaĆkıâŠâŠ
kĂŒĂ§ĂŒk de olsa geri kalan herkesi tekrar görme ihtimalim var, onu yok. tĂŒm ifadeleriyle hatırlıyorum onu. gĂŒlĂŒĆĂŒ, endiĆesi, donukluÄu, ölĂŒĆĂŒ. anlatamadım ama acayip bir Ćey biraz. her isim sanki tek bir fotoÄrafa atanmıĆ, bir tek onun kocaman bir albĂŒmĂŒ gözĂŒmĂŒn önĂŒnde akıyor. gibi.
bugĂŒn bir yerde birden görsem ne demek isterim acaba diye dĂŒĆĂŒndĂŒm, artık görĂŒĆ-e-mediklerime, en popĂŒler sonuç âaĆk olsunâ çıktı :(
Tentang Desa dan Sedih Yang Mendera
Kau mengingatkanku pada kampung halaman.
Meskipun suasana desa yang tenang dengan kehidupan yang lamban berkebalikan dengan langkah kakimu yang selalu bergerak cepat, kau tetap mewujud sebuah sore yang sejuk.Â
Jumlah pohon tumbuh setara dengan sawah dan kebun yang masih dipelihara dengan begitu baiknya, seperti buku-bukumu. Mereka serupa, ya? Sama-sama sumber kehidupanmu. Selain sungai yang mengalir cukup deras ketika musim penghujan datang, selain berbagai gagasan penambah wawasan yang kau pelajari tiap malam untuk menjaga status intelektualitas.
Belum lagi bau tanah basah pada jalan yang belum di-paving blok dengan tumbuhan teh-tehan yang terpangkas rapi di kanan-kirinya. Harum. Seperti wangi tubuhmu yang tinggi dan kurus. Zat-zat dalam botol warna monokrom di depan cermin kamarmu tentu dapat mudah meresap ke pori-pori kulitmu.Â
Juga rumah-rumah yang sebagian besar materialnya berasal dari kayu dengan dapur beralas tanah basah dan dibangun tidak megahâpadahal mereka bisa saja membuatnya lebih mewah. Melihat pemandangan itu membawaku pada suatu masa dimana ada kamu di sana, ketika kita duduk berhadapan bermandikan lampu kota. Pakaianmu, barang-barang yang menempel di tubuh maupun yang tersimpan di ranselmu; sederhana. âCukupâ adalah kata yang mewakilinya. Sebab aku pernah mendengar sebuah pepatah,
âKadang, yang lebih justru terasa kurang, nduk.â
Di desa itu, orang-orang menuju ke tempat mata pencaharian bersama hewan-hewan ternak yang digembalakan, berbarengan dengan anak-anak yang berangkat sekolah dengan melangkahkan kaki mungilnyaâtidak ada alat transportasi, tidak perlu. Bukan tentang jalan kakinya, namun semangat menuntut ilmunya yang sebelas-dua belas denganmu.
Embun yang masih tertinggal di atas dedaunan yang kalau dipotret dengan lensa makro akan seperti kolam dengan gelembung raksasa. Pagi berkabut dengan sinar matahari yang masih malu-malu menelusup lewat celah-celah pohon yang rimbun. Daun bambu yang layu jatuh di sepanjang jalan.
Hal-hal kecil itu kadang luput, hanya beberapa orang yang kelewat sayang dengan kampung halamannya atau orang kurang kerjaan yang mengingatnya. Tapi sayang, kamu sama sekali tidak pernah terlewatkan. Orang-orang selalu menyebut kau. Namamu yang menggaung itu dengan cepat mengantar rangsang untuk membentuk suatu kenangan tentang kampung halaman di otakku, tentang perasaan-perasaan manusia yang dialami ketika tidak berada di kota.
Kebersahajaan. Kebersamaan.Â
Itu semua mewujud kau. Kau yang kukenal dan selalu membuatku sedih tiap kali aku pulang.Â

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch âą No registration required âą HD streaming
Does anyone love pies as much as he does?
Happy Birthday,Asri.
Warning: this post mentions an irl death,and is just a sensitive topic to discuss,but I donât want Asri to be forgotten.
Sometimes I dream about ghosts.