I feel like Aura and Asri’s relationship at the moment is just the ultimate “Would you still love me if I was a worm” and it is just really funny to me.

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands

seen from Pakistan

seen from United Kingdom

seen from Thailand
seen from United Kingdom

seen from Singapore

seen from China

seen from Malaysia
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Thailand

seen from United Kingdom

seen from United States
seen from United States
I feel like Aura and Asri’s relationship at the moment is just the ultimate “Would you still love me if I was a worm” and it is just really funny to me.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hey, it's the Murderline and ASRI.
One day I will continue that AU storyline, so I'll keep it short: The murderline is a bounty hunter that accidentally got involved in the affairs of ALT by stealing the quantum communicator meant for the lifeline Dr. Sibellius choose to guide V. Adams. Shenanigans ensue.
As for ASRI... well, you'll find out soon enough.
How Shippers imagine the Ashe-Yuri confrontation in Ailell went:
Ashe: Oh my love! I must stay true to my code of honor and stand against the Professor!
Yuri: Ashe, my heart, this is not the way! Come home with me.
Ashe: Don’t make me choose between you and my duty!
Yuri, dramatic tears in his eyes: My love-
-
How it Actually Went:
Ashe: I have to do this Yuri!
Yuri: Listen here you bitchass motherfucker. I love you but I will beat your dumb twink ass concave and drag you back to Garreg Mach so help me Sothis!
gülen çiçek ağlayan var
hatırladığım herkesi yüzünde tek bir ifadesiyle hatırlıyorum. birini coşkusu, birini öfkesi, birini sarhoşluğu, birini hüsranı, birini şaşkı……
küçük de olsa geri kalan herkesi tekrar görme ihtimalim var, onu yok. tüm ifadeleriyle hatırlıyorum onu. gülüşü, endişesi, donukluğu, ölüşü. anlatamadım ama acayip bir şey biraz. her isim sanki tek bir fotoğrafa atanmış, bir tek onun kocaman bir albümü gözümün önünde akıyor. gibi.
bugün bir yerde birden görsem ne demek isterim acaba diye düşündüm, artık görüş-e-mediklerime, en popüler sonuç “aşk olsun” çıktı :(
Tentang Desa dan Sedih Yang Mendera
Kau mengingatkanku pada kampung halaman.
Meskipun suasana desa yang tenang dengan kehidupan yang lamban berkebalikan dengan langkah kakimu yang selalu bergerak cepat, kau tetap mewujud sebuah sore yang sejuk.
Jumlah pohon tumbuh setara dengan sawah dan kebun yang masih dipelihara dengan begitu baiknya, seperti buku-bukumu. Mereka serupa, ya? Sama-sama sumber kehidupanmu. Selain sungai yang mengalir cukup deras ketika musim penghujan datang, selain berbagai gagasan penambah wawasan yang kau pelajari tiap malam untuk menjaga status intelektualitas.
Belum lagi bau tanah basah pada jalan yang belum di-paving blok dengan tumbuhan teh-tehan yang terpangkas rapi di kanan-kirinya. Harum. Seperti wangi tubuhmu yang tinggi dan kurus. Zat-zat dalam botol warna monokrom di depan cermin kamarmu tentu dapat mudah meresap ke pori-pori kulitmu.
Juga rumah-rumah yang sebagian besar materialnya berasal dari kayu dengan dapur beralas tanah basah dan dibangun tidak megah—padahal mereka bisa saja membuatnya lebih mewah. Melihat pemandangan itu membawaku pada suatu masa dimana ada kamu di sana, ketika kita duduk berhadapan bermandikan lampu kota. Pakaianmu, barang-barang yang menempel di tubuh maupun yang tersimpan di ranselmu; sederhana. ‘Cukup’ adalah kata yang mewakilinya. Sebab aku pernah mendengar sebuah pepatah,
“Kadang, yang lebih justru terasa kurang, nduk.”
Di desa itu, orang-orang menuju ke tempat mata pencaharian bersama hewan-hewan ternak yang digembalakan, berbarengan dengan anak-anak yang berangkat sekolah dengan melangkahkan kaki mungilnya—tidak ada alat transportasi, tidak perlu. Bukan tentang jalan kakinya, namun semangat menuntut ilmunya yang sebelas-dua belas denganmu.
Embun yang masih tertinggal di atas dedaunan yang kalau dipotret dengan lensa makro akan seperti kolam dengan gelembung raksasa. Pagi berkabut dengan sinar matahari yang masih malu-malu menelusup lewat celah-celah pohon yang rimbun. Daun bambu yang layu jatuh di sepanjang jalan.
Hal-hal kecil itu kadang luput, hanya beberapa orang yang kelewat sayang dengan kampung halamannya atau orang kurang kerjaan yang mengingatnya. Tapi sayang, kamu sama sekali tidak pernah terlewatkan. Orang-orang selalu menyebut kau. Namamu yang menggaung itu dengan cepat mengantar rangsang untuk membentuk suatu kenangan tentang kampung halaman di otakku, tentang perasaan-perasaan manusia yang dialami ketika tidak berada di kota.
Kebersahajaan. Kebersamaan.
Itu semua mewujud kau. Kau yang kukenal dan selalu membuatku sedih tiap kali aku pulang.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Does anyone love pies as much as he does?
Happy Birthday,Asri.
Warning: this post mentions an irl death,and is just a sensitive topic to discuss,but I don’t want Asri to be forgotten.
Sometimes I dream about ghosts.