Had to endure post-hiking muscle soreness after 3 days 2 nights hiking at the longest mountain track in the Java Island just two days before π, but here I am done with my first ever 5k running festivalπͺπΌ



#interview with the vampire#iwtv#the vampire armand#assad zaman
seen from Singapore

seen from Australia

seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Lithuania

seen from Malaysia
seen from Brazil
seen from Lithuania
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Italy
Had to endure post-hiking muscle soreness after 3 days 2 nights hiking at the longest mountain track in the Java Island just two days before π, but here I am done with my first ever 5k running festivalπͺπΌ

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
BELAJAR DARI ALAM. MEMAHAMI SEBUAH CIPTAAN, MEMAKNAI BUNGA DANDELION.
Beberapa waktu lalu secara random saya membuka lagi album-album perjalanan pendakian saya. Beberapa dokumentasi perjalanan sudah hilang entah kemana, dan beberapa lagi kenangannya yang hilang namun dokumentasinya masih ada. Saya bukanlah seorang pengingat yang bagus, setidaknya itu yang saya rasakan karena merasa beberapa perjalanan pendakian saya tidak tertancap cukup dalam di memori saya. Banyak hal yang sudah saya lupa, tapi tetap selalu ada perjalanan yang paling membekas dalam memori.
Saya selalu bingung saat ditanya gunung mana yang paling bagus. Tapi jawaban saya selalu kurang lebih sama, "sama saja, semua gunung punya karakter dan keindahan masing-masing .....(dan seterusnya)". Mungkin yang membuat gunung itu nampak lebih bagus bukan hanya karena keindahannya, tapi momen perjalanan dan kebersamaannya.
Ada satu gunung yang selalu berkesan untuk saya, 2x perjalanan dan keduanya sangat berkesan. Seringkali saya ceritakan ke orang-orang yang tentang keindahan gunung ini, dan ada beberapa artikel di blog ini juga saya ceritakan. Argopuro.
Alasan mengapa perjalanan di Argopuro selalu berkesan untuk saya bukanlah menjadi topik utama di dalam tulisan ini, bukan. Tapi kalau ada yang tertarik monggo membaca tulisan saya sebelum-sebelumnya. Namun dalam tulisan ini lebih membahas tentang pemaknaan dari sebuah tanaman yang saya temui di perjalanan saya di Argopuro. Mungkin tanaman ini jamak kita temui dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kita mengganggapnya biasa saja. Bukan tanaman istimewa, juga saat berbunga tidaklah terlalu indah dibandingkan dengan mawar ataupun tulip. Dandelion.
(Circa 2015, sore itu di Rawa Embik, Argopuro. Instagram : @emtehaaa)
Bunga yang nampak biasa saja ini ternyata memiliki filosofi yang sangat dalam bagi siapapun yang mau memaknainya. Termasuk saya. Dari Dandelion saya belajar tentang kesederhanaan dan kegigihan.
1. Kesederhanaan
Pada umumnya orang menyukai bunga karena warna warninya, mahkota bunganya yang indah dan aromanya harum. Setiap bunga berlomba-lomba menunjukkan keindahannya kepada manusia agar ditumbuh kembangkan dan menjadi penghias dimanapun berada. Di taman rumah, di taman-taman kota atau sudut jalanan. Namun Dandelion tidaklah demikian, bahkan jauh dari itu semua. Dandelion memiliki penampilan yang sederhana, kuntum bunga yang biasa saja, dan warna bunga yang tidak terlalu mencolok. Dandelion bukanlah bunga yang menunjukkan keindahan kepada semua orang dengan penampilannya yang indah, dan bukan menjadi penghias di taman-taman. Namun lebih memilih menunjukkan keindahannya hanya kepada orang yang benar-benar menyukainya melalui pemaknaan filosofi bunga ini.
2. Kegigihan
Bunga ini dapat tumbuh dimana saja dengan berbagai kondisi lahan, dapat menyesuaikan diri dimanapun dia berada. Di padang rumput, di antara semak belukar, di tempat gersang, pegunungan atau tempat-tempat yang susah dijangkau sekalipun. Sebagian mengatakan Dandelion merupakan bunga yang rapuh saat tertiup angin. Mungkin hal itu benar, tapi tidak sepenuhnya benar. Karena hanya hembusan angin kencanglah yang bisa menerbangkan bunga-bunga ini. Dandelion tidak pernah menyalahkan angin kencang yang menghembuskan bunga-bunganya atau manusia yang dengan sengaja menghembuskan bunganya. Saat angin berhembus dan menghempaskannya ke udara, Dandelion pasrah mengikuti kemana angin membawanya. Namun saat angin sudah berhenti berhembus dan menjatuhkan serpihan Dandelion di tempat baru, di situlah Dandelion akan tumbuh serta membuat kehidupan baru.
Banyak hal sederhana di sekitar kita yang dapat kita maknai nilai-nilainya, seperti pada Dandelion. Bagaimana Dandelion memandang hidup dengan begitu positif membuat saya menyukai bunga ini hingga sekarang. Untuk menjalani hidup dengan sederhana, gigih, optimis dan yakin dengan takdir Sang Pencipta.
Disini, adalah Syahdu yang paling syahdu Dingin yang paling dingin Diam yang paling diam Hangat yang paling hangat Bahagia yang paling bahagia Kecewa yang paling kecewa Sedih yang paling sedih Sendu yang paling sendu Rindu yang paling rindu Tenang yang paling tenang Hujan yang paling hujan Terik yang paling terik Bahkan, menangis yang paling menangis Tertawa yang paling tertawa Kabut yang paling kabut Cerah yang paling cerah Makna yang paling bermaknaβ¦ . . . . . Dan ada yang lebih dari semua ituβ¦.. Ada pada setiap doa-doamuβ¦ (at Danau Taman Hidup - Argopuro)
Ogah gue mah suruh jalan dari pos perijinan sampai makadam π Cusss ngojek aje yeee kan π Oh iya ini gue naik ojek 50k ya katanya mah sampai batas hutan tau2nya di kibulin gue dkk....π . . . . . #ceritague #manaceritalo #argopuro (di Situbondo Jawa Timur) https://www.instagram.com/p/B0d-2cNhXHW/?igshid=1f3wg3vcd005w
The longest mountain track in Java (45km during 6 days). Someday, wanna hike the Leuser Mountain in Aceh which spent 12 days for all track π . Video by @estpr . #argopuro #rengganis #hyang #baderan #bermi #PNDKID #pendakiindonesia (at Pegunungan Argopuro) https://www.instagram.com/p/BzK0aqjFzXH/?igshid=mbhwwmuvom17

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch β’ No registration required β’ HD streaming
"Let me tell you something - it's okay to worry if you can do something well or not, but you must never give up." . . . πΈ: @iqbalgap . . . @prilaga #bestoftoday #Argopuro #mountain #beautiful #prilaga #nature #climbing #relax #sky #alpinism #courage #gorgeous #instanature #hight #clouds #photooftheday #landscape #mountainview #cloudy #amazing #snow #peak #beauty #fresh #mountains #instanaturelover #instagood #cloudporn #rengganis #landscapes https://www.instagram.com/p/BwEhAwDAcHv/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=psregi8ui51a
Argopuro 96 Rinjani 99 Semeru 15 Merbabu 19 . . #argopuro #rinjani #semeru #merbabu #mountains #reunion #friendship #mapalaubaya #mapaus (at Nganjuk) https://www.instagram.com/p/Bu2xU5oAGWS/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1k234iod46htj
Argopuro
4 hari, 3 malam, kurang lebih terhitung 1 tahun yang lalu.
Dimulai sejak tim dengan anggota 12 orang naik elf ke basecamp Baderan mulai terbagi menjadi 2 kelompok. (satu) Mereka yang 'sok jago' mau jalan kaki aja sampai pintu hutan dan sedikit berhemat; (dua) Mereka yang dianter warga aja sampai pintu hutan naik ojek untuk menyiapkan tenaga dan bisa berangkat sedikit lebih siang.
Taulah ya, aku anaknya kan 'sok jago' aja gitu padahal gak bisa apa2, ikutlah ke rombongan satu. Jokes menit2 pertama pun mulai muncul. "Turun lagi aja yuk, kayaknya cape deh." atau "Ini mau ngapain sih naik gunung?" Tapi yaudah, sambil jalan aja semuanya. Kami memang sempat disusul sama rombongan dua yang lewat pake ojek. Dan mengutuk kemudian, "wah kayaknya enak ya naik ojek." Sambil terus jalan.
Ya bisa apasih di gunung? Di pedalaman hutan, yang memang sih ada walking track nya, but still, in the middle of nowhere sebenernya. Ngapain sih naik gunung? Mending diem di rumah aja masak kalau kata salah satu Kopaska yang kami temui waktu itu.
Di gunung mah cuma bisa jalan, makan, jalan lagi, istirahat sebentar, nyemil, jalan lagi, jangan lupa solat, jalan lagi, ngobrol2, ketawa, cemberut lagi karena cape, jalan, foto-foto kalau view nya bagus, yang sesungguhnya agak pe-er kalau dilakukan sambil jalan. Iya jalan terus aja jalan.
Aku pribadi sih, ngerasa trek Argopuro yagila ya. Naik turun bukit. Banyak landai-nya. Ih asik ya banyak landainya? Oya jangan gegap gempita dulu! Banyak jalan landai artinya, sekalinya naik atau turun, ya wassalam. Landai juga gak selalu menyenangkan, kalau track nya SEPANJANG itu!! Iya panjang banget kaak. Hayati lelah. Baiklah nampaknya postingan kali ini (seperti biasa) gakan terlalu banyak faedahnya, boleh kok langsung berhenti baca sampai disini aja.
Jadi ngapain mendaki? Lebih karena tubuh malas ini butuh olahraga sih kayaknya. Sebenernya ya banyak sih olahraga yang gak perlu pergi jauh2. Tapi ya justru disitu asiknya. Jalan-jalannya!! Lari bisa sih, tapi kalau di trek doang bosen, sedangkan jalanan Jakarta yang bersahabat adanya sebelum jam 5 yang mana mesti melawan musuh bebuyutan dulu sebelumnya (red: kasur). Dan di Argopuro ini, rasanya setiap jengkal otot yang melekat di tubuh ini mau-gak-mau terpaksa mengikuti perintah tuannya untuk bekerja lebih keras lagi. Semata-mata untuk mempertahankan keberadaan tuannya.
Jalur sepanjang 40 km (katanya) ini, berhasil sih bikin rontok lahir batin. Lebih tepatnya kurang-lebih waktu hari ke-2 siang, perjalanan menuju mata air 2. Hujan. I'm telling you, i love rain, tapi tidak ketika pendakian. Karena essensi kenikmatan hujan agak berkurang ketika itu, dan tergantikan oleh pikiran-pikiran buruk yang semakin membebani perjalanan ini. Hujan ini juga mungkin menjadi salah satu faktor berkurangnya keinginan kami untuk mencapai puncak. Yap, satu hal perlu diketahui, perjalanan kali ini kami tidak menyentuh puncak. Suatu keputusan yang secara sadar kami ambil, karena pada saat itu, opsi menuju puncak bukanlah opsi yang baik. Sedih ya? Sedikit. Karena akan lebih menyedihkan ketika kamu gagal pulang.
Tapi dibalik itu semua, pendakian ini rasanya mengajarkan banyak hal-hal penting yang sering kali terlewatkan. (satu) bahwa pada pendakian kali ini rasanya aku bisa lebih banyak mengingat-Nya. Selalu diingatkan bahwa seberat apapun perjalanan yang sedang dilalui, selalu ada Dia yang membantumu berjalan. (dua) adanya teman-teman perjalanan yang bagitu sabar dan pengertian dalam menghadapi perjalanan kehidupan yang melelahkan ini.
Another happy part of hiking is the view. You could see something that you cannot see everyday. Apalgi buat kita yang banyak tinggal di perkotaan. Orang-orang mungkin ada yg lebih memilih pantai, tapi aku pribadi lebih suka ada di pegunungan. Rasanya lebih menenangkan.
Sedikit saran, buat kamu yang mau mendaki Argopuro, kasih tubuh kamu waktu yang lebih senggang dari sekadar 4 hari perjalanan.
Jadi, buat apa naik gunung?
Fatmawati, 1 Januari 2019