20200801 Sedih Pengen Ikut Emmpi

seen from United States
seen from Japan
seen from Canada
seen from China

seen from United States
seen from China

seen from Malaysia

seen from United States
seen from China
seen from Malaysia
seen from Belarus
seen from China
seen from United States
seen from Japan
seen from China
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia
20200801 Sedih Pengen Ikut Emmpi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tas Baru Kakak nan Dramatik 😂
Bagaimana seorang anak 5 thn kurang 3 bulan merespon tas baru yang diimpikannya dan hanya sekitar 6 jam saja dia menimangnya lalu rusak? Hehee...ini cerita Kaira yang diberi Uti & Akung tas Little Pony, karakter terbaru yang lagi digandrunginya. Berdasar cerita ayahnya saat kejadian, begitu bangun siang, si bocah yang lagi demen dikuncir ini langsung semangat membuka kiriman paket dari Banyuwangi. Saat aku sampai rumah, tas itu sudah ditenteng dan diisi macam-macam mainannya, sesuatu yang sangat berharga baginya 😁 Lalu hal itu terjadi. Slerekan (bahasa Indonesianya apa ya? :D) tasnya macet! Tumpah ruah tangis di wajahnya. Teriakannya menyayat dan pilu namun tetap menggetarkan gendang telingaku 😂 "Kakak marah! Tasnya diilangin aja! Aku gak mau tas iniii," hardiknya sembari menangis. Aku? Ya ngempet ngguyu 😁😁 Melihatku begini, Kaira tambah marah. Dia malah abusif: menyubitku, mendorong, dan memukulku (meski tidak sakit). Dia mau menunjukkan ekspresinya hahaaa... Kebetulan saat dia nangis-nangis, posisinya dia sedang disuapin makan malam bersama adiknya. "Sini, kakak mau makan aja! Kakak marah!" lanjutnya sembari mau meraih piring yang ada di tanganku. Jadi dia sambil konser ya dia tetap sambil mengunyah makanan. Lhab lheb aja makannya gitu. Tambah ngguyu aku hahaaa... Tapi aku diem aja. Tidak ditanggapi dengan berlebihan tapi dia tetap tahu, ibunya mendengarkan keluhannya. Usai makan, dia masih marah. Lalu, kuminta dia duduk di sofa, sebelahan denganku yg sedang menyusui adiknya. Kupeluk dia dan kutanyain: "Kakak marah ya? Sedih ya?" Eee....malah ngluyur ke kamar dan ke kasur mewek lagi sambil tengkurap. Kubiarkan dia, paling nanti mendekatiku lagi. Gak lama berselang, datanglah dia kembali. Kupeluk dia. Adiknya kuminta geser dulu. Kata Mikhail sambil senyum-senyum: "Tatak mayah..nangis." 😂 (ini bocah ikutan ngomong, kayak dianya gak mewekan aja wkwwkkkk) "Kakak marah ya? Sedih juga karena tasnya rusak?" dia mengangguk dan menangis lagi. "Ooo itu karena kakak kurang hati-hati. Slerekannya jadi rusak," trus mewek lagi deh dianya. "Tapi tenang aja...gak papa kok..di depan Baipas tempat kakak ngaji kayaknya ada tempat reparasi tas. Besok pas kakak berangkat ngaji, kita bawa tasnya ke sana ya.." kataku dan dia mulai tenang. Tapi dasar bocah, kok ya mewek lagi dia. "Kakak kurang hati-hati.....taskuu......taskuuuuu," sembari telunjuknya mengarah pada tas yang teronggok tak berdaya dengan menangis. Dramatik banget adegan ini bwahahaaa... Kali ini dia berhasil mengontrol tangisnya sendiri. Sembari terisak, dia elap sendiri wajahnya dengan bajunya. Kuulang lagi janji untuk membawa tasnya ke tukang reparasi dan semuanya akan baik-baik saja. Dia tersenyum. Yes! Apalagi di akhir adegan, adiknya yang sedang kupangku, mengambil HPku dan dia nyanyi sambil ngaca di layar yg mati. Lagi nyanyi balonku dan sampai lirik ini "...bayonku tinggal entap, kupegang eyat-eyat", aku dan Kaira ketawa. "Bunda... bunda...kata adek, entap..empat, Dek" kata si kakak yang sudah mulai baikan lagi suasana hatinya. Adiknya mesam-mesem aja. Disuruh nyanyi lagi ya keluar entap lagi hahaaa... Dari kejadian ini, aku bersyukur bisa melewatinya dengan baik. Jujur saja, awalnya pengen marah. Sumpek dengar anak ngeang-ngeong merengek marah-marah. Tapi lalu kutarik wajah senyum dan yes! Darah berhasil memenuhi otakku sehingga aku bisa menemukan kelucuan yang absurd di tengah rengekan dan tangisannya yang brutal. Hahaaa... Aku masih percaya jika anak-anak itu mudah diberi tahu. Kita orang tua, wajib membantunya mendeskripsikan perasaan yang sedang terjadi agar pas menentukan jenis dan kadar ekspresi. Memang prosesnya lama ya..gak bisa langsung mudeng. Tapi dengan kewarasan kita sebagai orang dewasa, kita wajib membantu dia, berempati atas apa yang terjadi. Tentu kita yang gak boleh kepancing duluan atas aksi nyebelin anak sehingga tidak bisa berpikir jernih. Dalam hal ini, anak-anak gak tau kalau ada tukang reparasi karena yang dia ngerti tas rusak ya gak bisa dipakai dan beli lagi. Lhaa kok nyimut, Nak? Wkwkwk Tapi ingin kutunjukkan padanya bahwa semua hal "buruk" pasti ada solusinya. Tinggal opsinya, mau mikir atau tidak untuk mencari solusi. Apakah mau meneruskan kemarahan sebagai reaksi atas aksi mereka atau memilih waras dan membantu mencarikan solusi atas apa yang sedang terjadi. Hal semacam begini sering terjadi dalam hidup kita kan? Marah boleh tapi harus tetap solutif memikirkan jalan keluarnya. Ya tentunya, cerita ini perlu ditulis agar bisa mengingatkan diri sendiri saat darah penuh oksigen tak segera membasahi otak, agar selalu jadi orang tua waras hahaaa Semacam apresiasi karena berhasil kecil-kecilan. Tipis-tipis gitu hehehe Akhirnya, bagi anak 5 tahun kurang 3 bulan, tas baru lalu rusak dalam waktu tak lebih dari 6 jam adalah hal luar biasa besar meruntuhkan dunianya. Memang lebay. Tapi akan lebay jika kita orang dewasa ikut meresponnya dengan cara lebay: ikutan marah-marah, salah satunya hahaaa