A Ramble About Aging "I wouldn't want to be that old. An old man is a nasty thing." -Clean Well Lighted Place, Ernest Hemingway Salah satu nukilan dari salah satu cerpen favoritku. Meski sebenarnya yang aku ingat justru begini, "being old is a nasty thing." Cerpen ini sangat sederhana...tentang dua pelayan bar (yang tua dan yang muda) dan seorang tua yang mabuk di bar mereka, yang seperti judulnya, clean well-lighted place. Kedua pelayan tadi ngobrolin ihwal si pria tua yang ternyata pernah mencoba bunuh diri. Terus sampai akhirnya si pelayan yang muda nyeletuk begitu, "I wouldn't want to be that old. An old man is a nasty thing." Aku hampir selalu tergerak dan penasaran dengan orang tua yang kulihat di mana aja. Somehow kalimat ini sering kali muncul di kepala saat dengan kuasa Allah, aku liat orang tua di jalanan atau di mana aja. No. Aku enggak bilang bahwa orang tua itu menjijikkan, hanya saja aku enggak bisa berhenti memikirkan kalimat itu. Mungkin karena diam-diam aku takut menua, aging, getting old. Yah, ayolah, siapa sih yang enggak takut tua? Tapi aku enggak bicara soal muka yang keriput bla, bla, bla. Aku sampai pada kesimpulan bahwa yang menakutkan dari menua itu adalah kesadaran bahwa waktu berjalan begitu cepat, bahwa kita sudah hidup begitu lama, dan bahwa betapa sedikit yang sudah kita lakukan. Namun sejujurnya, aku benar-benar helpless soal ini. Aku tidak benar-benar tahu apa yang harus aku lakukan agar enggak merasa 'betapa sedikit yang sudah dilakukan'. Yah beginilah saya dengan dua sisi kepribadian, yang malas dan idealis. Saling berlawanan kan. Yes. Getting old is a bit scary to me. Namun untungnya ketakutan macam ini hanya timbul dan tenggelam. Apalagi kalau menyadari bahwa it is not that bad. Dan bahwa, tak ada yang bisa kita lakukan untuk menghentikan prosesnya. Bukankah ada banyak hal di dunia ini yang pada akhirnya hanya bisa kita terima dan enggak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubahnya?