Galeri Seni Manusia
Halo! Namaku Zara, si pemilik galeri seni. Jika kau lupa galeri seni mana yang kumaksud, silahkan membaca tulisan hari ke sembilan belas di akun instagramku.
Sekarang kau sudah ingat?
Betul. Galeri seni tempatku memajang Rinjani, beserta belahan jiwanya tentu saja. Sayang sekali, padahal jika menuruti mauku dia tidak perlu berakhir seperti itu. Tetapi berkat karya seni “Rinjani”, galeriku jadi ramai pengunjung. Hebat memang pesona Rinjani, tetap berguna meski sudah tak bernyawa.
Ohiya, hari ini aku menyapa kalian untuk mengumumkan koleksi baruku yang sebentar lagi akan rilis. Kalian ingin tahu tidak, aku mendapatkan bahan baku karya ini dari mana?
Baiklah, akan kuceritakan sekilas saja.
Si Oren adalah kucing liar yang datang ke rumahku setiap sore. Si Oren baik. Dia tidak mengganggu. Hanya mengeong sesekali ketika lapar. Beberapa kali kulihat dia mampir di rumah tetangga ketika aku terlambat pulang. Tetapi aku melihat sendiri tetanggaku ini tidak suka kucing dan mengusir Si Oren berkali-kali.
Kemarin sore ketika pulang dari galeri, aku menemukan Si Oren sudah terkapar di depan pintu rumahku. Aku masih akan menganggap dia tidur, jika tidak kulihat cairan muntah di sekitarnya. Ya, Si Oren mati. Diracun.
Tak perlu kuperjelas siapa pelakunya. Toh sekarang mereka sudah bersukarela menerima konsekuensinya. Eh. Tidak seratus persen sukarela sih, sedikit kupaksa tadi.
Kalian bertanya sudah berapa persen karyanya?
Saat ini aku sedang memahat kaki si istri. Aduh itu bagian tersulit karena ternyata kakinya gemuk juga. Mirip istri Rinjani. Banyak bagian yang harus kubentuk ulang, jahit, dan rapikan. Bagian perut dan lengannya juga berlemak sekali. Perlu banyak dipermak agar pakaian yang sudah kubuat bisa pas.
Agak memakan waktu. Tetapi tenang saja. Si suami sudah siap seratus persen. Dia tampak gagah dan tampan dengan perut rata, hasil potong dan jahitan tanganku.
Rencana aku akan memajang juga Si Oren dengan patung mereka. Ah aku sudah membayangkan, kedua pasangan suami istri ini dan Si Oren akan menjadi karya fenomenalku selanjutnya.
Baiklah. Jika karya ini sudah selesai, aku akan kembali mengundang kalian ke “Galeri Seni Manusia” milikku. Kalian harus datang, ya!














