A Note After Parenting Class
"Millenial Parenting Club Session"
Lihat kan notifikasi kelas online hari ini sudah berdering, 15 menit lagi sesi akan dimulai. Melihat dari judulnya menyiratkan perspektif bahwa yang mengikuti kelas online ini adalah para orang tua yang ingin belajar memberikan pengasuhan yang lebih baik kepada anaknya atau calon anaknya.
Betapa banyak kita baca berbagai konten instagram yang membahas tentang kesalahan-kesalahan pengasuhan yang banyak terjadi di sekitar kita. Tak jarang hal itu membuat kita melakukan justifikasi kepada orang tua kita sendiri. Tidak sedikit juga yang play victim seolah kenestapaan kondisinya saat ini adalah akibat kesalahan pola asuh. Barangkali itu bukan hal yang salah, hanya saja jangan juga lah kalau menyalahkan orang tua, mereka dulu juga masih belajar. Meski tidak sepenuhnya sempurna, tapi mereka juga lah yang menyempurnakan kita menjadi manusia seutuhnya hari ini
Tapi memang perkara menjadi orang tua bukanlah perkara yang mudah. Ketika mendengar cerita dari teman-temanku yang sudah menjadi orang tua akan ada perasaan yang membuat kita bisa merelakan banyak hal untuk memberikan dunia kepada anak. Banyak bercengkrama dengan mereka membuatku juga ingin mempersiapkan diri, karena jujur saja rasa takut dan khawatir untuk menjadi orang tua yang baik itu tidak bisa dipungkiri. Aku juga masih meraba-raba bagaimana defini sesungguhnya dari orang tua yang baik bagi anak.
Selama 120 menit sesi itu berjalan yang membuat kepalaku mulai dipenuhi segala hal rencana untuk anakku kelak. Tidak terasa catatanku juga terlihat penuh kali ini, tapi bukan hanya penuh oleh materi yang aku dapatkan selama sesi, melainkan catatan kecil yang aku buat untuk anakku kelak
"Hai mas/mbak, ini Umma, terima kasih ya sudah hidup dengan baik di rahim Umma sampai terlahir ke dunia. Sebagai rasa syukur, Umma hanya bisa berupaya memberikan sujud di sepertiga malam untuk mendoakanmu. Umma hanya manusia biasa mas/mbak yang bisa marah dan lelah, jadi nanti kalau Umma lepas kendali mohon dimaafkan ya. Umma tidak bisa menjanjikan banyak hal kepadamu, selain hidup Umma untuk selalu menghidupkanmu. Apapun pilihan mas/mbak, selama itu baik dan membuat mas/mbak bahagia Umma akan selalu ada menggenggam tangan mas/mbak untuk meraihnya. Semoga Umma bisa memberikan pengasuhan terbaik untuk mas/mbak ya. Nanti kita belajar untuk saling bertumbuh ya nak."
Jemari itu melenggang begitu saja di bawah catatan materi sesi ini. Tak terasa ada air mata yang menetes di bagian kata 'Semoga Umma'. Lalu aku potret secarik catatan itu untuk aku kirimkan ke salah satu kontak yang ada di gawaiku.
"🖼 mas, bagaimana menurut mas?"
Dia membalas
"Dek, dari cara adek ini sudah membuat Adek menjadi orang tua yang baik insyaAllah, nanti kita belajar bersama ya, meski mas juga bukan sosok sempurna tapi mas juga akan ambil peran untuk ini, dan adek tidak sendiri"
Aku menghela nafas sambil menarik bibir memberikan simpul senyum. Sedikit lega tapi masih banyak khawatirnya.
Saatnya melanjutkan hari ini...
.
.
@kurniawangunadi @careerclass













