Mangga . Abak pulang dengan membawa oleh-oleh. Tidak seperti oleh-oleh yang biasanya seperti baju, mainan atau makanan. Abak membawa bibit mangga apel untuk ditanam. Bapak penuh semangat bercerita "dek, ini mangga apel, kita tanam di dekat pohon jambu, nanti kita rawat bersama. Kalau pohonnya sudah besar, kamu bisa bermain disana." . Halaman rumah memang cukup luas, sudah ada pohon jambu, pepaya ,pohon asam, berbagai bunga, bumbu-bumbuan seperti jahe, kunyit, sereh, jahe merah, temu lawak bahkan tanaman herbal seperti daun dewa, daun dewi, kumis kucing dan lidabuaya. . Puti bersemangat sekali, Puti tahu mangga apel itu seperti apa karena pernah memakannya waktu bermain ke rumah teman. Rasanya berbeda dengan mangga liar yang tumbuh di bukit (marapalam), lebih manis. . Puti meminta Abak agar Puti saja yang merawatnya. Bapakpun mengamini. Sejak hari itu Abak mengajari Puti bagaimana merawat tanaman. Tapi yang namanya Puti tetap saja berusaha menyusahkan kedua Udanya. Saat ayam milik tetangga mengkeritingkan daun-daun bibit mangganya Puti merengek ke Uda Cai, "Uda, bagaimana ini, bisa mati pohonku. Usirin ayam tetangganya atau kita tangkap saja, kita goreng, baru kita kasih lagi ke tetangga." . Uda Cai tertawa mendengar kekejaman dibalik keluguan Puti. "Ya ampun Puti, gara-gara pohon yang kecil begini saja kamu sudah kepikiran ngilangin nyawa ayam dek." . Puti menambahkan "Bagaimana lagi Uda, itu ayam senang sekali ngerusak, padahal masih banyak pohon lain." . Uda Chai "yaudah dek, buat tulisan aja, ayam dilarang ganggu, trus tempelin gambar telor ceplok sama ayam goreng. Siapa tau ayamnya ngerti, kalau macem-macem lagi sama pohon mangga kamu, nasib dia akan berakhir di penggorengan dan anak-anaknya ndak diberi kesempatan lahir". . Mata Puti berbinar, "beneran begitu kak? Yaudah nanti aku tempelin disitu." . Tawa Uda Cai pecah, dia memeluk adik kesayangannya karena gemas "Puti, mana ada ayam yang bisa baca, begini saja, kita beri pagar saja pohon manggamu. Biar aman. Okaay." . Kening Puti berkerut "Kenapa pohonnya yang diberi pagar? Pohonnya ndak bakalan kabur, lagi pula yang nakal kan ayam, mestinya dia yang dikandangi". *bersambung . . #30hbc1817 #30hbc18 #puti (at Tangerang)