- DI BALIK JENDELA - . Ada seorang gadis di balik jendela yang mirip denganku, tapi dia bukan aku. Dia bukan juga saudara kembarku. Rambutnya pirang, pipinya merah bersemu seperti buah berry liar, tapi matanya tak memancarkan kehidupan layaknya milikku. . Aku tak pernah membuka jendela itu karena aku terlalu takut untuk bertatap muka dengannya. Aku tak mengenalnya. Orang bilang, dia berasal dari dimensi yang berbeda. Ada juga yang berkata bahwa ia adalah cerminan maya dari diriku. Namun bagiku, ia adalah bentuk nyata dari seorang malaikat. . Malam ini tak seperti biasanya. Langit begitu cerah seperti wine yang bercampur dengan es krim vanilla. Aku bahkan seolah dapat mencium aromanya. Aku berbaring di atas rerumputan sambil bermain imajinasi dengan berlian langit, menghitung jumlahnya seolah mereka adalah jumlah hari yang terlewatkan dalam hidupku. Tiba-tiba aku berhenti pada hitungan ke-9125. . Bintangnya sudah habis, pikirku. . Saat itulah aku teringat hari pertamaku terjun ke dunia. Seekor burung bangau meletakkanku di depan pintu sebuah rumah. Kata wanita yang kupanggil ibu, aku baru saja tiba dari surga. Ingatan itu berangsur-angsur menghilang, kemudian berganti dengan ingatan yang baru. Ingatan yang kutulis sendiri bersama ibu dan segala hal yang dapat kusentuh. . Aku menutup mataku sejenak, sambil menerima semua ingatan yang mengalir tentang diriku sebelum tiba di dunia. Deras, seperti sungai sehabis hujan. . Setelah kubuka kembali mataku, gadis yang tampak sepertiku sudah ada di sebelahku. Ia mengulurkan tangannya dan membantuku berdiri. . Aku tersenyum. Sekarang aku tahu siapa gadis itu. Aku menyambut uluran tangannya, lalu sedetik kemudian kakiku tak lagi menapak di tanah. Meski tak ada rembulan malam itu, aku merasa cahaya seolah membalutku ke angkasa. Aku sempat menengok ke bawah dan melihat tubuhku sedang berbaring di atas rerumputan. . Gadis di balik jendela itu memang seorang malaikat, yang bertugas membawaku pulang. Ia adalah malaikat pencabut nyawaku. Meski aku menutup jendela itu rapat-rapat, akhirnya ia dapat membukanya. . Meski aku bersembunyi darinya, ia akan selalu dapat menemukanku. . (Sfa.) . . @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1801 https://www.instagram.com/safierafa/p/BdYvOMOgDChn8tVktEp3BRlZoxQVvl1-cOKda40/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=mxs3yiohg92g
















