Selamat Ulang Tahun, Untukmu! Hai, kamu yang masih di pojokkan hati. Selamat ulang tahun! Setelah ku pikir berulang kali, akhirnya aku berniat memosting prosa ini. Untuk apa? Entahlah, kepercayaan diriku sudah penuh saat mengirim tulisan ini. Kalau dihitung dari sekarang, aku telat sekitar 1 lebih, atau sekitar 2 bulan untuk mengucapkan. Seperti bukan aku, ya? Hm, lagi-lagi seperti bukan aku, kan? Karena aku tidak lagi membuat semacam wish untukmu. Aku memberikan hadiah yang mengesankan kali ini. Ah, tidak juga sepertinya. Hanya aku yang lain, tidak mengesankan. Di tahun ini, silahkan kamu berdoa dan aku yang mengamini. Jelas bukan aku, kan? Mengapa seperti ini? Aku sudah tidak ingin lagi memaksakan kehendakku pada Allah. Aku terlalu memaksa Tuhanku yang Maha Agung. Aku terlalu menginginkan kabar darimu hingga sepertiga malamku hanya berisi tangis. Kamu apa kabar? Adikmu hanya mengabari kamu baik-baik saja. Tapi ia tak menyebutkan Sudan. Ia hanya menyebutkan kamu dan keluargamu sehat, juga semakin bahagia. Kamu tidak ingin seperti adikmu, yang kadang bercerita tentang gadis yang disukainya? Bagaimana dengan pertambahan umurmu ini? Apakah semakin bahagia dengan penuhnya rezeki yang lancar dari Allah? I hope so. Atau semakin lancar dengan segala impianmu yang tercapai dengan begitu mulus? Aku tahu kamu seseorang yang begitu ambisius untuk menggapai cita-citamu. Aku juga tahu kamu sedang mengejar untuk masa depan, dan dunia setelah ini, bukan? Jangan lupa untuk mendoakanku juga. Jangan lupa makan karena terlalu sibuk urusan dunia, aku tidak suka. Terakhir dariku, aku rindu kamu. untukmu, yang bersembunyi di sudut hati serta berulang tahun pada 18 Mei.











