Duhai Hawa, biarkan kata-kata ku mengilat setiap lembar kertas. Dengan sungguh Pram telah mengingatkanku. Duhai Hawa, Kan ku ketik sejarahmu pada masa itu sampai pagi berpendar sehingga namamu kan tetap abadi seiring zaman.
π(Azis Septian Nugraha)
















